• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Budi Arie Minta Publik Tak Hakimi Pendidikan Gibran dengan Standar Indonesia

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
11 Oktober 2026
in Kabar Nasional
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
Budi Arie Minta Publik Tak Hakimi Pendidikan Gibran dengan Standar Indonesia

JAKARTA, PROJO.or.id – Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi meminta publik melihat perjalanan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara proporsional. Menurut dia, jalur pendidikan yang ditempuh Gibran di luar negeri tidak bisa begitu saja dinilai menggunakan perspektif sistem pendidikan Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Budi Arie dalam wawancara bersama kanal YouTube Total Politik ketika menanggapi polemik mengenai latar belakang pendidikan Gibran yang kembali menjadi sorotan dalam perdebatan politik nasional.

Budi Arie menilai, perbedaan sistem pendidikan perlu dipahami sebelum menarik kesimpulan mengenai perjalanan akademik seseorang.

“Jangan menggunakan perspektif pendidikan sistem pendidikan Indonesia untuk menilai perjalanan sekolahnya Mas Gibran,” ujar Budi Arie.

Menurut dia, Gibran tidak menempuh jalur pendidikan menengah seperti yang lazim dikenal dalam sistem pendidikan Indonesia. Namun, jalur pendidikan di luar negeri memiliki mekanisme tersendiri yang memungkinkan seseorang melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

KabarLainnya

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

Karena itu, Budi Arie mengingatkan agar penilaian terhadap pendidikan Gibran tidak dilakukan dengan mengabaikan konteks sistem pendidikan yang ditempuhnya.

Budi Arie Soroti Administrasi dan Dokumentasi

Selain perbedaan sistem pendidikan, Budi Arie menyoroti aspek administrasi dan dokumentasi yang menurut pandangannya menjadi bagian penting dari polemik tersebut.

“Ini menurut saya soal kearsipan aja. Ini politik kearsipan atau dokumen, atau administrasi,” katanya.

Ia berpandangan, jika terdapat dokumen yang perlu dilengkapi atau diperjelas, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme administrasi yang berlaku.

Menurut Budi Arie, persoalan dokumentasi perlu dibedakan dari penilaian politik yang berkembang di ruang publik. Kejelasan dokumen dan informasi dinilai penting agar polemik tidak terus berkembang akibat perbedaan penafsiran.

Meski demikian, pandangan Budi Arie tersebut tidak dengan sendirinya menentukan terpenuhi atau tidaknya persyaratan pendidikan Gibran. Penilaian mengenai persyaratan pencalonan harus merujuk pada ketentuan hukum, dokumen yang relevan, serta kewenangan lembaga yang menangani persoalan tersebut.

Pendidikan Tidak Semestinya Terjebak pada Formalitas

Dalam wawancara itu, Budi Arie juga melontarkan kritik terhadap sistem pendidikan Indonesia yang menurutnya masih terlalu menekankan aspek administratif dan hafalan.

Ia menilai pendidikan perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan membuka ruang bagi beragam jalur pembelajaran.

Pandangan tersebut memperluas pembahasan dari polemik pendidikan Gibran menuju persoalan yang lebih mendasar, yakni bagaimana sistem pendidikan menilai kompetensi dan mengakomodasi pengalaman belajar yang berbeda.

Di tengah perubahan global, sistem pendidikan memang menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan standar, pengakuan terhadap kualifikasi, dan fleksibilitas jalur pendidikan. Namun, fleksibilitas tetap perlu disertai mekanisme verifikasi yang jelas agar kesetaraan dan kepastian persyaratan tetap terjaga.

Dalam konteks Gibran, perbedaan jalur pendidikan perlu diperiksa berdasarkan dokumen dan ketentuan yang berlaku, bukan hanya melalui asumsi mengenai kesamaan atau perbedaan sistem pendidikan.

Polemik Pendidikan Gibran Beririsan dengan Pertarungan Politik

Budi Arie juga menilai persoalan yang menyangkut Gibran memiliki dimensi politik yang lebih luas. Ia mengingatkan bahwa polemik tersebut tidak hanya berkaitan dengan sosok wakil presiden, tetapi juga dapat memengaruhi dinamika politik di sekitar pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran.

“Jangan salah, ini Gibrannya pintu masuk,” ujar Budi Arie dalam wawancara tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan cara Budi Arie membaca polemik pendidikan Gibran dalam konteks persaingan politik nasional. Meski demikian, dugaan mengenai motif politik pihak-pihak yang mengangkat persoalan tersebut tetap perlu dibedakan dari fakta yang dapat dibuktikan.

Di sisi lain, perdebatan mengenai latar belakang pendidikan dan persyaratan pencalonan merupakan persoalan yang dapat diuji melalui mekanisme hukum yang tersedia. Setiap pihak berhak menyampaikan pandangan maupun keberatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi Budi Arie, persoalan pendidikan Gibran perlu disikapi dengan memahami konteks jalur pendidikan, memperjelas aspek administrasi, dan menghindari kesimpulan yang terburu-buru.

Polemik ini sekaligus membuka ruang diskusi lebih luas mengenai sistem pendidikan Indonesia: bagaimana memastikan standar dan akuntabilitas tetap terjaga, tanpa mengabaikan keragaman jalur pendidikan yang berkembang di tingkat nasional maupun internasional.***

Add as Preferred Source
Share6Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Mandalika, Legacy Jokowi yang Kini Menggema di Panggung MotoGP Dunia

Kabar Selanjutnya

“Aku Juga Nggak Punya Ijazah SMA,” Monic Christian dan Anthony Norman Lianto Buka Fakta Jalur Pendidikan Luar Negeri

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum
Kabar Nasional

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

2 November 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui
Kabar Nasional

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

1 November 2026
PROJO Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026, Kenang Peran Jokowi Menetapkan 22 Oktober
Kabar Nasional

PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

1 November 2026
Kabar Selanjutnya
“Aku Juga Nggak Punya Ijazah SMA,” Monic Christian dan Anthony Norman Lianto Buka Fakta Jalur Pendidikan Luar Negeri

“Aku Juga Nggak Punya Ijazah SMA,” Monic Christian dan Anthony Norman Lianto Buka Fakta Jalur Pendidikan Luar Negeri

Usai Nonton MotoGP, Jokowi Hadiri Resepsi di Lombok, 50 UMKM Lokal Ikut Meriahkan Acara

Usai Nonton MotoGP, Jokowi Hadiri Resepsi di Lombok, 50 UMKM Lokal Ikut Meriahkan Acara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

3 November 2026
Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

3 November 2026
Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

3 November 2026
Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

3 November 2026

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

3 November 2026
Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Tak Kuat : Ini Bagian dari Dinamika Demokrasi

Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

2 November 2026

TRENDING

  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    576 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

    15 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.