PEKANBARU, PROJO.or.id — Air mata Bupati Siak Afni Zulkifli pecah saat melihat langsung kondisi guru dan siswa di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) Dusun Mungkal, Kabupaten Siak, Riau.
Kunjungan Afni pada Jumat (2/10/2026) itu memperlihatkan sisi lain kehidupan masyarakat di tengah daerah yang dikenal sebagai salah satu penghasil minyak dan sumber daya alam di Riau.
Para guru masih tinggal di rumah yang jauh dari kata layak. Sementara anak-anak harus menempuh perjalanan menuju sekolah dengan menggunakan truk karena keterbatasan sarana transportasi.
Video kunjungan Afni kemudian viral di media sosial dan ditonton jutaan kali. Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Respons pemerintah pusat datang hanya sehari setelah video tersebut ramai diperbincangkan. Sekretariat Wakil Presiden menghubungi staf Bupati Siak dan meminta tim khusus turun langsung melihat kondisi wilayah 3T di Siak.
“Entah bagaimana caranya, tahu-tahu satu hari setelah video itu viral, staf saya dihubungi pihak Sekretariat Wakil Presiden. Mereka menyatakan video itu mendapat atensi dari Bapak Wakil Presiden dan meminta segera turun tim melihat kondisi di wilayah 3T Siak,” ujar Afni, Minggu (4/10/2026).
Tim khusus tersebut dilaporkan telah tiba di Pekanbaru dan akan melanjutkan perjalanan ke wilayah 3T Siak. Akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. Wilayah tersebut hanya dapat dijangkau menggunakan kapal sewaan yang menjadi salah satu akses utama masyarakat.
Kapal itu pun tidak tersedia setiap hari, melainkan hanya sekitar tiga kali dalam sepekan. Kondisi ini sekaligus menggambarkan betapa sulitnya akses masyarakat terhadap layanan dasar.
Bukan Sekadar Datang, Tapi Cari Solusi
Afni berharap kedatangan tim dari Sekretariat Wakil Presiden tidak berhenti pada kunjungan atau pendataan administratif.
Ia ingin pemerintah pusat melihat langsung persoalan yang dihadapi warga dan menghadirkan solusi konkret.
“Syukur-syukur dengan kedatangan tim ini bisa melihat langsung kondisi wilayah 3T dan memberikan solusi konkret. Misalnya bantu pengadaan kapal, pelayanan pendidikan bus sekolah dan lain-lain,” kata Afni.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya transportasi. Infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan hingga sektor pertanian juga masih membutuhkan perhatian.
Salah satu persoalan yang disampaikan Afni adalah belum beroperasinya layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah 3T Siak.
Afni mengatakan, fasilitas dapur MBG disebut sudah tersedia, tetapi belum beroperasi sehingga anak-anak di wilayah tersebut belum menikmati program tersebut.
“Di video saya sampaikan permintaan anak-anak. MBG memang belum ada yang buka di wilayah 3T. Baru ada dapurnya saja, tapi tidak buka-buka,” ujarnya.
Ironi Daerah Kaya Minyak
Afni juga menyoroti ironi pembangunan di Siak. Daerah tersebut memiliki sumber daya alam berupa minyak, industri kehutanan dan perkebunan sawit. Namun, masih ada wilayah yang belum memiliki akses jalan darat.
“Di Siak ini meskipun kami kaya sebagai penghasil minyak, sumber industri kehutanan, lalu juga sawit, masih ada wilayah 3T yang sampai hari ini belum memiliki akses jalan darat,” katanya.
Persoalan itu membuat kisah guru dan siswa di Dusun Mungkal menjadi gambaran bahwa kekayaan sumber daya alam belum otomatis membuat seluruh masyarakat menikmati akses dasar yang sama.
Afni sendiri tidak dapat mendampingi tim Wapres hingga ke lokasi karena harus bertolak ke Jakarta bersama Ketua DPRD Siak dan Badan Anggaran DPRD Siak untuk membahas persoalan Dana Bagi Hasil (DBH) migas.
Kunjungan tim Wapres ke wilayah 3T akan didampingi Wakil Bupati Siak Syamsurizal.
Kini perhatian tertuju pada langkah lanjutan pemerintah pusat setelah melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah tersebut. Bagi warga 3T Siak, yang dibutuhkan bukan hanya perhatian sesaat setelah video menjadi viral, tetapi akses pendidikan, transportasi, kesehatan dan infrastruktur yang benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.***













