SURABAYA, PROJO.or.id – Dewan Pimpinan Daerah PROJO Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat kabupaten/kota. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus daerah, bertempat di Surabaya (19/6).
Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PROJO Jawa Timur, Muhammad Sholeh, SH., M.Si., MIP., ini berfokus pada agenda krusial, yakni pematangan persiapan pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) bagi 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PROJO di seluruh wilayah Jawa Timur.
Sholeh menegaskan bahwa akselerasi pembentukan pengurus tingkat kabupaten dan kota merupakan prioritas agar roda organisasi dapat berjalan lebih efektif dan solid.
”Tujuannya jelas: agar ketika Bapak Jokowi melakukan kunjungan atau road show ke wilayah Jawa Timur nanti, struktur organisasi sudah lengkap dan kami siap sepenuhnya untuk mendukung, mengawal, serta bergerak bersamaan di lapangan,” ungkap Sholeh dalam arahannya.
Mendukung Program Strategis Nasional dengan Sikap Kritis Konstruktif
Selain fokus pada konsolidasi internal dan struktur, Rakor ini juga menjadi forum untuk menegaskan kembali posisi politik PROJO Jawa Timur terhadap kebijakan pemerintah. Sholeh menyatakan komitmen penuh organisasi dalam mendukung pelaksanaan program-program pemerintah, khususnya Program Strategis Nasional (PSN).
Namun, ia menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukanlah bentuk kepatuhan pasif. Sebaliknya, PROJO Jawa Timur berkomitmen untuk tetap menjaga marwah organisasi sebagai mitra yang kritis namun konstruktif.
”Jika dalam pelaksanaan program pemerintah di wilayah Jawa Timur ditemukan hal yang belum tepat atau kurang maksimal, kami berhak dan siap untuk mengkritisi serta mengoreksinya. Namun, hal itu akan selalu disertai tawaran solusi yang lebih pas, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Penguatan Barisan demi Kemajuan Daerah
Rapat koordinasi ini menjadi titik awal bagi penguatan barisan PROJO di Jawa Timur. Melalui penataan struktur yang lebih matang, diharapkan organisasi menjadi lebih responsif terhadap dinamika di lapangan.
Ke depan, PROJO Jawa Timur diproyeksikan mampu memainkan peran aktif, baik dalam mengawal kebijakan nasional yang tepat sasaran, maupun memberikan masukan-masukan solutif demi akselerasi pembangunan dan kemajuan masyarakat di Jawa Timur.***












