DULU, rumus kencan anak muda itu sederhana dan mudah ditebak. Kalau tidak berputar di bioskop mal, pojokan coffee shop estetis dengan segelas iced americano, ya paling mentok jalan-jalan sore di taman kota atau pantai. Namun, belakangan ini, Gen Z tampaknya sedang mendefinisikan ulang apa artinya “pergi jalan-jalan bersama orang tersayang.”
Lupakan sejenak aquarium date atau museum date. Tren paling panas di media sosial saat ini adalah: Jokowi Date.
Ya, Anda tidak salah baca. Istilah baru ini merujuk pada fenomena anak-anak muda yang mengajak pacar, gebetan, bestie, atau bahkan nekat jalan sendirian, jauh-jauh ke Solo hanya untuk berkunjung ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo.
Ketika Rumah Tokoh Politik Menjadi Spot “Instagramable”
Fenomena ini mulai ramai dibicarakan setelah berbagai konten kreatif bertebaran di TikTok dan Instagram. Salah satunya yang sempat mencuri perhatian adalah unggahan dari akun TikTok agi_lover atau @daffaaaqilamvi pada akhir Mei lalu, yang memperlihatkan bagaimana sepasang muda-mudi dengan ceria melakoni ritual Jokowi Date ini.
@daffaaaqilamvibalik ke solo JADI RAKYAT BIASA ❌ JADI IDOL ✅ #jokowidate #fypage #budakinterior #priasolo♬ suara asli – CHIBA 𐔌՞. .՞𐦯 – CHIBA 𐔌՞. .՞𐦯
Konsep kencannya pun unik:
Perjalanan ke Solo: Menjadikan kota Solo sebagai destinasi utama healing.
Sesi Foto di Depan Pagar: Berdiri di depan rumah Pak Jokowi, berpose manis, lalu mengunggahnya ke media sosial.
Menanti Keberuntungan: Berharap—siapa tahu—sang tokoh tiba-tiba keluar rumah, melambaikan tangan, atau bahkan mengajak foto bersama.
Lucunya, tren ini lahir sepenuhnya secara organik. Ini bukan bagian dari kampanye humas atau promosi wisata resmi. Ini murni kreativitas (atau kegabutan yang hakiki) dari Gen Z yang melihat ruang publik dan politik dengan cara yang sama sekali berbeda dari generasi sebelumnya.
Mengapa Gen Z Begitu Terpikat?
Bagi generasi yang lebih tua, rumah seorang tokoh politik atau mantan presiden mungkin dinilai sebagai tempat yang formal, kaku, dan dijaga ketat. Namun, di mata Gen Z, batasan-batasan kaku itu runtuh. Ada beberapa alasan mengapa Jokowi Date bisa menjadi tren:
Efek FOMO (Fear of Missing Out) dan Konten: Bagi Gen Z, sebuah pengalaman baru sah menjadi “pengalaman” jika sudah dikonversi menjadi konten video pendek dengan latar musik yang sedang viral.
Daya Tarik Kasual: Pak Jokowi sejak dulu memang dikenal dengan persona yang kasual dan dekat dengan kultur pop. Pendekatan inilah yang membuat anak muda tidak merasa canggung atau takut untuk sekadar “main” ke depan rumahnya.
Pencarian Makna Kencan yang Berbeda: Bosan dengan hiruk-pikuk mal yang itu-itu saja, perjalanan antarkota (seperti ke Solo) menawarkan petualangan dan memori yang lebih membekas bagi pasangan muda.
Romantisme Baru yang Menggeser Batas
Jokowi Date pada akhirnya bukan lagi sekadar urusan politik atau ngefans semata. Ini adalah bukti betapa cairnya cara berpikir Gen Z dalam memanfaatkan ruang. Rumah seorang mantan pemimpin negara kini punya fungsi ganda: sebagai situs sejarah kontemporer sekaligus background estetik untuk feeds Instagram.
Jadi, untuk Anda yang masih bingung akhir pekan ini mau mengajak pasangan ke mana, mungkin sudah saatnya coret daftar kafe lokal di kota Anda. Coba tanyakan pada mereka: “Weekend ini, yuk kita Jokowi Date?”
Siapa tahu, selain dapat konten yang fyp, Anda juga bisa pulang membawa cerita kencan yang tidak akan ditemukan di dalam mal mana pun.***













