JAKARTA, PROJO.or.id – Kantor DPP PROJO di Jakarta tampak lebih hidup pada Senin sore, 4 Mei 2026. Dalam rapat rutinan yang dihadiri jajaran pengurus, Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, menyampaikan pesan mendalam yang menjadi pengingat bagi seluruh kader tentang arah perjuangan organisasi ke depan.
”Cara terbaik mencintai negeri ini, cara terbaik mencintai bangsa ini, cara terbaik mencintai Indonesia adalah dengan MENCINTAI RAKYAT-nya,” tegas Budi Arie di hadapan para peserta rapat.
View this post on Instagram
Bukan Sekadar Slogan
Pesan tersebut bukan sekadar untaian kata indah. Menurut Budi Arie, nasionalisme sering kali terjebak pada simbol-simbol formalitas. Padahal, ruh dari sebuah negara adalah manusianya. Mencintai Indonesia tanpa memedulikan nasib rakyat di dalamnya adalah sebuah kesia-siaan.
Beliau menekankan bahwa pengabdian kepada bangsa harus dilakukan secara totalitas, yang mencakup tiga aspek utama:
Segenap Pikiran: Setiap gagasan dan inovasi harus menjawab persoalan masyarakat.
Segenap Perasaan: Memiliki empati yang dalam terhadap apa yang dirasakan rakyat di akar rumput.
Segenap Tindakan: Kerja nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh orang banyak.
Prinsip “Hanya untuk Rakyat”
Satu poin yang menjadi sorotan dalam arahan tersebut adalah penggunaan kata “HANYA”. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam berjuang, tidak boleh ada agenda tersembunyi atau kepentingan pribadi yang mendahului kepentingan negara.
”Dimana segenap pikiran kita, perasaan-perasaan kita, tindakan-tindakan kita HANYA untuk Negeri. HANYA untuk Rakyat,” tambahnya dengan nada penuh penekanan.
Menuju Indonesia Masa Depan
Artikel ini mengingatkan kita semua bahwa menjadi patriot di era modern tidak selalu berarti angkat senjata. Menjadi patriot berarti memastikan tetangga kita bisa makan, anak-anak bangsa bisa sekolah, dan keadilan sosial bukan lagi sekadar mimpi di atas kertas.
Rapat Senin pagi itu ditutup dengan semangat baru. Pesan dari Budi Arie Setiadi menjadi kompas bagi PROJO untuk terus bergerak maju, memastikan bahwa setiap langkah organisasi tetap berada pada jalurnya: setia di garis rakyat.***











