BANDUNG, PROJO.or.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PROJO, Budi Arie Setiadi, beserta jajaran pengurus pusat resmi mendarat di Stasiun Kereta Api Kota Bandung pada Jumat sore (29/5/2026).
Kedatangan rombongan ini dalam rangka menghadiri sekaligus membuka gelaran Konferensi Daerah (Konferda) PROJO Jawa Barat yang akan dilaksanakan Sabtu besok, 30 Mei 2026, di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung.
Pantauan di lokasi, Budi Arie Setiadi didampingi oleh sejumlah elite DPP PROJO, di antaranya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PROJO Freddy Alex Damanik, Wakil Ketua Umum Cahaya Sinaga, serta Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Fredy Tambunan.
Rombongan DPP PROJO diketahui bertolak dari Jakarta menggunakan Kereta Cepat Whoosh. Budi Arie pun secara khusus memberikan apresiasinya terhadap kenyamanan dan efisiensi moda transportasi modern tersebut.
”Naik Whoosh ini kan bagus, biar cepat dan enggak macet. Nyaman sekali, Pak. Kita berangkat jam setengah tiga sore tadi, sekarang sudah sampai di Bandung. Penumpang juga penuh, apalagi ini long weekend,” ujar Budi Arie saat diwawancarai awak media di stasiun.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Whoosh merupakan bukti nyata dari legasi luar biasa Presiden Joko Widodo yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
”Ini legasi Pak Jokowi yang luar biasa, sangat berguna untuk mobilitas masyarakat banyak, baik untuk rute Jakarta-Bandung maupun buat wisatawan. Semuanya terbantu. Mudah-mudahan ke depan bisa tersambung sampai Surabaya,” tambahnya optimis.
Respons Isu Ekonomi dan Agenda Konsolidasi Nasional
Ketika disinggung mengenai situasi ekonomi terkini dan fluktuasi nilai tukar dolar, Budi Arie menekankan pentingnya respons strategis dan evaluasi berkala dari pemerintah agar situasi tetap terkendali dengan baik.
Di sisi lain, terkait dengan pelaksanaan Konferda di berbagai wilayah, Budi Arie menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi yang masif dan terstruktur di seluruh Indonesia.
”Konsolidasi PROJO terus berlangsung di semua daerah. Kemarin kita baru saja menggelar Konferda di Riau, hari ini dan besok kita di Jawa Barat, dan minggu depan kita akan bergeser ke Makassar, Sulawesi Selatan. Intinya, kita memperkuat konsolidasi organisasi agar pada waktunya nanti, PROJO siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Menutup wawancara, saat ditanya mengenai arah politik jangka panjang PROJO menuju tahun 2029, Budi Arie menjawab dengan santai namun penuh optimisme. Menurutnya, fokus utama organisasi saat ini adalah mengawal program-program keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran dan mendengarkan suara akar rumput.
”Tunggulah, 2029 kan masih jauh. Sementara ini, fokus utama kita adalah mendengarkan dulu apa yang menjadi maunya rakyat, karena itu yang paling penting. Modal utama PROJO adalah optimisme,” pungkasnya seraya tersenyum sebelum beranjak menuju kawasan Libraga untuk bersantai sejenak menikmati suasana Kota Bandung.***











