• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Dari Glenmore ke Istana: Jalan Sunyi Handoko Menjembatani Rakyat dan Kekuasaan

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
5 Maret 2026
in Sosok
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Dari Glenmore ke Istana: Jalan Sunyi Handoko Menjembatani Rakyat dan Kekuasaan

DI SEBUAH dusun bernama Sugihwaras, di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, cerita tentang tanah bukan sekadar soal batas dan sertifikat. Ia adalah cerita tentang hidup, tentang generasi yang menunggu kepastian, dan tentang mimpi yang kerap tertahan di pinggir hutan. Dari tanah inilah nama Handoko tumbuh—perlahan, tapi berakar kuat.

Lahir pada 24 November 1974, Handoko bukan figur yang datang dari karpet merah kekuasaan. Ia adalah “akamsi”—anak kampung asli—yang memahami betul bagaimana rasanya hidup di wilayah yang lama bersentuhan dengan konflik agraria. Pengalaman itu membentuknya, seperti batu yang diasah waktu: keras, tapi punya arah.

Aktivisme yang Tidak Pernah Usai

Jejaknya dimulai dari riuhnya tahun 1998—era ketika mahasiswa turun ke jalan, dan negara sedang menulis ulang dirinya sendiri. Handoko adalah bagian dari gelombang itu. Namun bagi sebagian orang, aktivisme berhenti setelah reformasi. Bagi Handoko, justru di situlah cerita dimulai.

Isu agraria menjadi benang merah yang tak pernah ia lepaskan. Tanah, bagi Handoko, bukan sekadar objek kebijakan, tapi ruang hidup yang menentukan martabat manusia. Perspektif ini kelak membawanya masuk ke lingkar kekuasaan—bukan untuk berjarak dari rakyat, tapi untuk mencari jalan pulang bagi aspirasi mereka.

Dari Relawan ke Lingkar Istana

Sebagai Sekretaris Jenderal Pro Jokowi, Handoko memainkan peran penting dalam mengubah wajah relawan politik. Projo di tangannya bukan sekadar mesin dukungan elektoral, tapi juga jembatan antara kebijakan pusat dan realitas di lapangan.

Perannya semakin strategis saat ia dipercaya menjadi Tenaga Ahli Madya di Kantor Staf Presiden. Di sinilah Handoko berdiri di dua dunia: satu kaki di rumput rakyat, satu lagi di lantai marmer kekuasaan.

Namun posisi itu bukan tanpa tantangan. Ia harus memastikan bahwa kebijakan tidak berhenti sebagai dokumen, tapi benar-benar menjelma menjadi perubahan nyata. Dan di sinilah ia menemukan panggung utamanya.

Reforma Agraria: Dari Wacana ke Sertifikat

Puncak dari kerja sunyi itu terlihat dalam program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Banyuwangi. Ribuan bidang tanah yang sebelumnya berada dalam kawasan hutan akhirnya bisa dimiliki masyarakat secara legal.

Momen simboliknya terjadi saat Joko Widodo menyerahkan langsung sertifikat kepada warga di Genteng, Desember 2023. Tapi di balik seremoni itu, ada kerja panjang yang tak terlihat—lobi, advokasi, hingga sinkronisasi kebijakan lintas lembaga—yang sebagian besar digerakkan oleh Handoko.

KabarLainnya

Belajar Javanese Stoicism dari Jokowi: Cara Elegan Menghadapi Pembenci

Langkah Tangguh Sang ‘Insinyur’ Muda: Jejak Jokowi Menaklukkan Atap Sumatra Bersama Mapala Silvagama

Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

Bagi warga, itu bukan sekadar “SK biru”. Itu adalah kepastian hidup yang telah ditunggu puluhan tahun.

Menggerakkan Ekonomi dari Pinggir

Handoko tidak berhenti pada urusan tanah. Ia juga mendorong penguatan ekonomi rakyat kecil. Melalui berbagai inisiatif, termasuk menghadirkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam seminar IKM, ia membuka akses jejaring pusat ke pelaku usaha di daerah.

Pendekatannya sederhana, tapi jarang dilakukan secara konsisten: membawa negara lebih dekat ke rakyat, bukan sebaliknya.

Politik sebagai Jalan, Bukan Tujuan

Pada Pemilu 2024, Handoko maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Golongan Karya untuk Dapil Jawa Timur III. Ia memang belum berhasil melangkah ke Senayan, namun langkah politiknya tidak berhenti sebagai angka di papan rekapitulasi.

Bagi Handoko, politik bukan sekadar soal kursi, tapi soal akses untuk memperluas dampak. Bahkan ketika peluang menjadi calon bupati Banyuwangi terbuka, ia memilih tetap berada di pusat, melanjutkan kerja strategis yang menurutnya lebih mendesak.

Pilihan itu menunjukkan satu hal: tidak semua panggung harus terlihat untuk bisa berpengaruh.

Dari Lapangan ke Stadion

Menariknya, energi Handoko juga mengalir ke dunia olahraga. Pada 2024, ia mengambil alih manajemen Persewangi—klub sepak bola kebanggaan Banyuwangi—sebagai Presiden Klub.

Langkah ini bukan sekadar hobi atau simbol. Ia ingin membangun ekosistem olahraga yang profesional dan berdaya saing. Dengan mendatangkan Syamsudin Batola sebagai pelatih, ia mulai merancang kebangkitan “Laskar Blambangan”.

Sepak bola, dalam visinya, adalah bahasa lain dari pembangunan: menyatukan, menggerakkan, dan memberi harapan.

Jalan Sunyi Seorang Penghubung

Handoko bukan tipikal politisi yang gemar tampil di garis depan sorotan. Ia lebih mirip jembatan—tidak selalu terlihat, tapi menentukan apakah dua sisi bisa terhubung.

Dari Glenmore ke Jakarta, dari aktivisme ke kebijakan, dari rakyat ke negara—ia merajut semua itu dalam satu benang: keberpihakan.

Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk politik yang sering bising oleh retorika, sosok seperti Handoko justru bekerja dalam frekuensi yang lebih tenang—namun berdampak panjang. Sebuah kerja yang tidak selalu viral, tapi terasa nyata di tanah tempat ia berasal.***

Share11Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Zulhamedy Syamsi: Dari Meja Audit ke Panggung Politik, Menjaga Akuntabilitas di Dua Dunia

Kabar Selanjutnya

Sonny Silaban, Arsitek Sunyi di Balik Mesin Kebijakan dan Gerakan Rakyat

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Belajar Javanese Stoicism dari Jokowi: Cara Elegan Menghadapi Pembenci
Sosok

Belajar Javanese Stoicism dari Jokowi: Cara Elegan Menghadapi Pembenci

5 Juni 2026
Langkah Tangguh Sang ‘Insinyur’ Muda: Jejak Jokowi Menaklukkan Atap Sumatra Bersama Mapala Silvagama
Sosok

Langkah Tangguh Sang ‘Insinyur’ Muda: Jejak Jokowi Menaklukkan Atap Sumatra Bersama Mapala Silvagama

5 Juni 2026
Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik
Sosok

Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

13 Maret 2026
Kabar Selanjutnya
Sonny Silaban, Arsitek Sunyi di Balik Mesin Kebijakan dan Gerakan Rakyat

Sonny Silaban, Arsitek Sunyi di Balik Mesin Kebijakan dan Gerakan Rakyat

Izin Lapangan Padel Pulomas Dipertanyakan Anggota DPRD Justin

Izin Lapangan Padel Pulomas Dipertanyakan Anggota DPRD Justin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

[ Siaran Pers ] PROJO Ajak Publik Sikapi Video Budi Arie Secara Utuh dan Proporsional

25 Agustus 2026

Sekjen PROJO: Pahami Utuh Video Budi Arie, Jangan Terjebak Tafsir dari Potongan Pernyataan

25 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

24 Agustus 2026
Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

24 Agustus 2026

TRENDING

  • [ Siaran Pers ] PROJO Ajak Publik Sikapi Video Budi Arie Secara Utuh dan Proporsional

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Panel Barus: Dari Relawan Jalanan ke Arsitek Ekonomi Koperasi

    37 shares
    Share 15 Tweet 9

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.