• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Zulhamedy Syamsi: Dari Meja Audit ke Panggung Politik, Menjaga Akuntabilitas di Dua Dunia

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
3 Maret 2026
in Sosok
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Zulhamedy Syamsi: Dari Meja Audit ke Panggung Politik, Menjaga Akuntabilitas di Dua Dunia

DI TENGAH lanskap politik yang kerap riuh oleh retorika, hadir sosok yang justru ditempa dalam sunyi angka dan disiplin laporan keuangan. Zulhamedy Syamsi bukan tipikal politisi yang lahir dari panggung kampanye, melainkan dari ruang audit yang dingin, tempat setiap selisih sekecil apa pun bisa menjadi persoalan besar.

Kini, ia berdiri di persimpangan dua dunia: sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Projo dan Komisaris Independen di PT Jasamarga Tollroad Maintenance. Sebuah kombinasi peran yang mempertemukan logika teknokrasi dengan dinamika gerakan politik berbasis massa.

Lahir di Padang pada 6 Maret 1963, perjalanan Zulhamedy mencerminkan lintasan panjang mobilitas sosial yang dibangun di atas fondasi pendidikan dan ketekunan. Masa kecilnya di Lampung hingga remaja di Jakarta memperkenalkannya pada dua wajah Indonesia: pinggiran yang sederhana dan ibu kota yang kompetitif.

Namun titik krusial dalam hidupnya terjadi saat ia diterima di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada awal 1982. Di kampus inilah ia tidak hanya belajar akuntansi, tetapi juga menyerap nilai-nilai dasar pengawasan negara: akuntabilitas, transparansi, dan keberanian menjaga integritas.

Nilai-nilai itu kemudian menjelma menjadi kompas yang menuntunnya sepanjang karier.

Karier profesionalnya dimulai di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 1985. Di lembaga ini, Zulhamedy terbiasa “membongkar” sistem dari dalam—memeriksa aliran pajak, mengaudit instansi, hingga menelusuri potensi kebocoran penerimaan daerah.

Ia pernah menangani audit di sektor pajak kendaraan, retribusi, hingga pajak reklame. Di titik ini, ia belajar bahwa angka bukan sekadar data, melainkan cerita tentang tata kelola: apakah jujur, atau penuh celah.

Kepercayaan negara terhadapnya meningkat ketika ia dilibatkan dalam pemeriksaan pajak perusahaan-perusahaan besar. Dari laporan keuangan hingga inventaris fisik, semuanya harus sinkron. Tidak ada ruang untuk asumsi.

Pengalaman tersebut membentuk satu karakter utama: presisi.

Namun, perjalanan Zulhamedy tidak berhenti di birokrasi. Pada 1994, ia melangkah ke sektor swasta, memasuki industri media yang kala itu sedang tumbuh pesat. Di RCTI dan kemudian MNC Group, ia bertransformasi dari pengawas menjadi pengelola.

Di sinilah kemampuannya diuji dalam konteks berbeda. Jika sebelumnya ia mencari kesalahan, kini ia harus mencegahnya. Dari pengelolaan aset, analisis biaya program, hingga audit internal lintas unit bisnis, Zulhamedy membuktikan bahwa disiplin audit bisa menjadi fondasi pengambilan keputusan strategis.

Puncaknya, ia terlibat dalam penguatan sistem keuangan di berbagai entitas media hingga akhirnya menjabat sebagai manajer keuangan di RTV. Di sana, ia tidak hanya mengelola angka, tetapi membangun sistem dari nol—dari arus kas hingga implementasi teknologi pelaporan.

Transformasi berikutnya datang pada 2014, bertepatan dengan naiknya Joko Widodo ke panggung nasional. Seperti banyak figur lain, Zulhamedy melihat momentum perubahan. Namun ia tidak sekadar menjadi pendukung, melainkan turut membangun.

Melalui Projo, ia masuk ke jantung gerakan relawan.

Di Banten, ia memulai dari bawah sebagai Sekretaris DPD. Hampir satu dekade, ia mengonsolidasikan struktur organisasi hingga menjangkau berbagai kabupaten/kota. Bagi Zulhamedy, organisasi bukan sekadar nama, melainkan sistem yang harus bekerja—persis seperti perusahaan, hanya saja dengan “modal sosial” sebagai aset utama.

Ia juga mendorong Projo hadir dalam isu-isu kemanusiaan, dari bakti sosial hingga layanan kesehatan gratis. Politik, baginya, tidak boleh kehilangan sentuhan empati.

Langkahnya kemudian meluas ke ranah elektoral saat ia terlibat dalam struktur PDI Perjuangan dan maju sebagai caleg DPRD Banten pada 2019. Meski belum berhasil, pengalaman itu memperkaya perspektifnya tentang realitas politik lapangan.

Puncak perannya di organisasi datang saat ia ditarik ke tingkat nasional sebagai Wasekjen DPP Projo. Di posisi ini, Zulhamedy tidak hanya mengurus administrasi organisasi, tetapi juga terlibat dalam perumusan arah strategis, terutama di masa transisi pemerintahan menuju era Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ia dikenal sebagai sosok yang menekankan pentingnya tata kelola, termasuk dalam isu BUMN. Dengan latar belakang auditor, ia kerap menyoroti pentingnya good corporate governance sebagai fondasi ekonomi negara.

Pandangan itu selaras dengan perannya di PT Jasamarga Tollroad Maintenance sebagai Komisaris Independen. Di perusahaan ini, ia berada pada posisi pengawasan, memastikan operasional tetap berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dua peran tersebut, meski berbeda medan, memiliki benang merah yang sama: menjaga sistem agar tidak keluar jalur.

Di internal Projo, Zulhamedy membawa pendekatan yang relatif jarang: rasionalitas teknokratis dalam organisasi relawan. Ia percaya bahwa gerakan massa tidak cukup hanya digerakkan oleh semangat, tetapi juga membutuhkan manajemen, data, dan perencanaan yang matang.

Ia juga dikenal tegas dalam menjaga marwah organisasi. Baginya, reputasi adalah aset kolektif yang harus dijaga, bahkan jika itu berarti menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap merusak.

Di luar semua itu, Zulhamedy tetap menjalani kehidupan personal yang relatif tenang. Bersama istrinya, Qadrisna, ia membesarkan tiga anak yang menempuh pendidikan tinggi. Bagi dirinya, keseimbangan antara ruang publik dan domestik adalah bagian dari integritas yang utuh.

Perjalanan Zulhamedy Syamsi adalah cerita tentang transformasi: dari auditor yang terbiasa bekerja dalam diam, menjadi aktor politik yang bekerja di tengah sorotan. Dari memeriksa sistem, menjadi bagian dari sistem itu sendiri.

Namun satu hal tampaknya tidak berubah: keyakinannya bahwa tanpa akuntabilitas, kekuasaan hanya akan menjadi angka tanpa makna.

Dan mungkin, di situlah letak perannya hari ini—menjadi pengingat bahwa bahkan dalam politik yang penuh dinamika, disiplin angka tetap punya suara.***

Tags: Wakil Sekjen DPP ProjoZulhamedy Syamsi
ShareSend
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Panel Barus: Dari Relawan Jalanan ke Arsitek Ekonomi Koperasi

Kabar Selanjutnya

Dari Glenmore ke Istana: Jalan Sunyi Handoko Menjembatani Rakyat dan Kekuasaan

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik
Sosok

Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

13 Maret 2026
Budi Arie Setiadi: Dari Ruang Redaksi ke Kabinet Negara
Sosok

Budi Arie Setiadi: Dari Ruang Redaksi ke Kabinet Negara

13 Maret 2026
Sonny Silaban, Arsitek Sunyi di Balik Mesin Kebijakan dan Gerakan Rakyat
Sosok

Sonny Silaban, Arsitek Sunyi di Balik Mesin Kebijakan dan Gerakan Rakyat

9 Maret 2026
Kabar Selanjutnya
Dari Glenmore ke Istana: Jalan Sunyi Handoko Menjembatani Rakyat dan Kekuasaan

Dari Glenmore ke Istana: Jalan Sunyi Handoko Menjembatani Rakyat dan Kekuasaan

Sonny Silaban, Arsitek Sunyi di Balik Mesin Kebijakan dan Gerakan Rakyat

Sonny Silaban, Arsitek Sunyi di Balik Mesin Kebijakan dan Gerakan Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Social Media PROJO

TRENDING

  • Projo Tolak Restorative Justice Rismon Sianipar, Freddy Damanik: Ini Kejahatan Serius, Bukan Sekadar Konflik Pribadi!

    PROJO Soroti Praktik ‘Forum Shopping’ Penggugat Ijazah: Strategi Gagal Tanpa Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia dan Menhan ke AS, PROJO: Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jawab Kegelisahan Jusuf Kalla, Sekjen PROJO Desak Kasus Ijazah Segera Disidangkan: “Buktikan di Pengadilan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program MBG Harus Tepat Kalori dan Jujur Secara Biaya, Kenyang Saja Tidak Cukup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Krisis Energi Asia: Ketua Projo Garut  Sebut Resiliensi Indonesia Luar Biasa, Ajak Gerakan Hemat Energi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie Lantik H. Muhamad Sholeh Jadi Ketua DPD PROJO Jatim 2026-2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden ke-7 Jokowi Patahkan Logika Terbalik Isu Ijazah: “Yang Menuduh yang Membuktikan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia dan Menhan ke AS, PROJO: Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar
Kabar Nasional

Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia dan Menhan ke AS, PROJO: Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar

Oleh Tim Redaksi
15 April 2026
0

​JAKARTA, PROJO.or.id – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang memaksa dunia mengkalkulasi ulang kekuatan militer,...

Selengkapnya
Projo Tolak Restorative Justice Rismon Sianipar, Freddy Damanik: Ini Kejahatan Serius, Bukan Sekadar Konflik Pribadi!

PROJO Soroti Praktik ‘Forum Shopping’ Penggugat Ijazah: Strategi Gagal Tanpa Bukti

15 April 2026
Tancap Gas! PROJO Jatim Targetkan Struktur Hingga Desa Rampung dalam 100 Hari

Tancap Gas! PROJO Jatim Targetkan Struktur Hingga Desa Rampung dalam 100 Hari

13 April 2026
Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie Lantik H. Muhamad Sholeh Jadi Ketua DPD PROJO Jatim 2026-2031

Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie Lantik H. Muhamad Sholeh Jadi Ketua DPD PROJO Jatim 2026-2031

12 April 2026

Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie: Projo Harus Transformasi Menjadi Gerakan Rakyat!

12 April 2026

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.