MALANG, PROJO.or.id – Dewan Pimpinan Daerah PROJO Jawa Timur resmi memulai langkah besar penguatan organisasi melalui gelaran Konferensi Daerah (Konferda) yang dilaksanakan di The 1O1 Malang OJ Hotel, Minggu (12/4/2026).
Mengusung tema “Konsolidasi Total Menuju Organisasi Solid”, agenda ini menjadi sinyal kuat kesiapan PROJO dalam mengawal keberlanjutan pembangunan di bawah kepemimpinan nasional.
Transformasi Menuju Gerakan Rakyat yang Solid
Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, yang hadir langsung dalam agenda tersebut menegaskan bahwa Jawa Timur adalah titik awal krusial bagi konsolidasi nasional. Menurutnya, PROJO bukan sekadar organisasi musiman, melainkan gerakan rakyat yang harus terus bertransformasi agar tetap relevan dan bermanfaat bagi bangsa.
“PROJO lahir dari semangat gerakan rakyat. Kita harus mentransformasikan diri menjadi organisasi yang solid dan terorganisir agar terus memberi manfaat terbaik bagi nasib bangsa, negara, dan rakyat,” ujar Budi Arie di hadapan awak media.
Beliau juga menekankan pentingnya peran aktif warga dalam demokrasi. PROJO hadir untuk menggelorakan partisipasi rakyat yang berkelanjutan, memastikan suara dari akar rumput tetap terdengar dalam proses pembangunan.
Program 100 Hari: Jangkau Hingga Level Desa
Menindaklanjuti arahan pusat, Ketua DPD PROJO Jawa Timur terpilih, Mohammad Soleh, langsung memaparkan langkah taktis organisasi. Dalam Program 100 Hari Kerja, PROJO Jatim menargetkan penguatan struktur yang masif di 38 kabupaten/kota hingga menyentuh tingkat kecamatan dan desa.
“Kita instruksikan konsolidasi ini harus selesai dalam 100 hari di seluruh wilayah Jawa Timur. Target kita adalah PROJO yang solid dan terorganisir hingga level terbawah,” tegas Soleh.
Komitmen Tegak Lurus Mengawal Prabowo-Gibran
Satu poin utama yang ditegaskan dalam Konferda ini adalah posisi politik PROJO yang tetap setia di garis rakyat dengan mengawal pemerintahan **Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Budi Arie menegaskan bahwa seluruh kader PROJO memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan program-program strategis pemerintah berjalan tepat sasaran.
“Kita berkomitmen mengawal pemerintahan Pak Prabowo-Gibran sampai selesai. Semua program strategis harus kita kawal agar dampaknya benar-benar nyata dan dirasakan langsung oleh rakyat,” tambahnya.
Fokus Utama Konsolidasi PROJO Jatim:
Penguatan Struktur: Penuntasan organisasi di 38 Kabupaten/Kota dalam 100 hari.
Pengawalan Kebijakan: Memastikan program Prabowo-Gibran berjalan efektif di Jawa Timur.
Gerakan Sosial: Bertransformasi menjadi organisasi yang responsif terhadap persoalan rakyat di tingkat akar rumput.
Dengan dimulainya konsolidasi dari Malang ini, PROJO Jatim diharapkan menjadi barometer dan model yang akan direplikasi oleh DPD PROJO di provinsi lain di seluruh Indonesia.***













Mantab