MALANG, PROJO.or.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PROJO Provinsi Jawa Timur resmi mengumumkan kesiapan mereka untuk menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda) Jatim 2026.
Perhelatan akbar ini dirancang sebagai momentum krusial untuk konsolidasi strategis serta penguatan struktur organisasi di seluruh wilayah Jawa Timur.
Sesuai dengan agenda resmi organisasi, rangkaian utama Konferda ini akan digelar pada:
- Hari/Tanggal: Sabtu – Minggu, 11-12 April 2026
- Lokasi: Hotel 101, Jl. Dr. Cipto No. 11, Rampal Celaket, Klojen, Kota Malang.
Fokus pada Penguatan Mesin Organisasi
Konferda kali ini menjadi sangat signifikan karena mengundang seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PROJO dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Ghufron, menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis kini telah memasuki tahap final.
“Kami akan menyambut sekitar 200 delegasi, yang terdiri dari pengurus inti 38 DPC serta peninjau dari berbagai daerah. Fokus utama kami adalah soliditas organisasi guna memastikan kehadiran PROJO benar-benar dirasakan hingga ke tingkat akar rumput,” ujar Ghufron didampingi Sekretaris Panitia, Eko Agus Prasetyo.
Hadirnya Tokoh Nasional dan Kepemimpinan Daerah
Ketua Bidang OKK DPD PROJO Jawa Timur, Sulistyanto Widyatmoko, menegaskan bahwa Konferda ini akan dihadiri langsung oleh pimpinan tertinggi organisasi. Ketua Umum DPP PROJO, Budi Arie Setiadi, dijadwalkan hadir bersama Sekjen Freddy Alex Damanik dan Ketua Bidang OKK Fredy Tambunan.
Tak hanya internal, acara ini juga akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta jajaran Forkopimda terkait.
“Melalui Konferda ini, PROJO Jawa Timur harus tampil lebih kokoh sebagai organisasi relawan yang kredibel. Kami berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan pembangunan nasional dan menebar energi positif bagi masyarakat,” tegas Sulistyanto.
Jawa Timur sebagai Barometer Politik Nasional
Menanggapi gelaran tersebut, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP PROJO, Fredy Tambunan, menekankan betapa pentingnya posisi Jawa Timur dalam peta politik dan organisasi nasional.
“Jawa Timur adalah barometer utama. Kami ingin memastikan melalui Konferda ini, seluruh kader PROJO di Jatim tetap solid dalam satu komando yang selaras dengan kebijakan pusat,” kata Fredy.
Ia juga memberikan instruksi tegas agar Konferda ini melahirkan program kerja nyata yang langsung menyentuh kepentingan rakyat.
“Konferda bukan sekadar seremoni. Ini adalah wadah untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sekaligus memastikan kesuksesan visi dan misi Prabowo-Gibran di wilayah Jawa Timur,” pungkasnya.***












