JAKARTA, PROJO.or.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PROJO, Budi Arie Setiadi, memimpin rapat diskusi dwi mingguan bersama jajaran pengurus pusat di Markas DPP PROJO, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).
Diskusi rutin ini menjadi ajang strategis dalam merespons dinamika nasional maupun global yang tengah berkembang.
View this post on Instagram
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jalan Pancoran Timur Raya tersebut, pembahasan utama difokuskan pada pengawalan Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
PROJO berkomitmen untuk memastikan setiap PSN berjalan sesuai jalur guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi rakyat.
Waspada Dampak Geopolitik Global
Selain isu domestik, Budi Arie juga menyoroti situasi geopolitik internasional yang kian dinamis. Ia menekankan pentingnya organisasi dalam memetakan dampak ketegangan global terhadap stabilitas nasional, terutama terkait ketahanan energi dan pangan di Indonesia.
“PROJO harus peka terhadap situasi global. Ketegangan di berbagai belahan dunia pasti memiliki dampak rambatan ke ekonomi kita. Kita harus mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas bangsa di tengah ketidakpastian internasional,” ujar Budi Arie di hadapan jajaran pengurus.
Konsolidasi Organisasi: Jawa Timur Jadi Pembuka Konferda
Di sisi internal, diskusi ini juga mematangkan agenda konsolidasi organisasi di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur dan soliditas kader di tingkat daerah.
Sekjen DPP Projo Freddy Alex Damanik mengungkapkan Agenda besar internal adalah penyelenggaraan Konferensi Daerah (Konferda) yang akan segera dimulai.
DPD PROJO Jawa Timur dipastikan akan menjadi pembuka rangkaian Konferda tanggal 11 – 12 April 2026 di Malang dengan tema Konsolidasi Total menuju PROJO yang solid dan terorganisir, yang kemudian akan diikuti oleh provinsi-provinsi lainnya.
View this post on Instagram
“Konsolidasi di 38 provinsi adalah prioritas kita untuk memastikan mesin organisasi tetap panas dan bergerak selaras dengan visi pemerintah. Kita awali dari Jawa Timur sebagai titik tolak penguatan di daerah,” tegasnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran fungsionaris DPP PROJO yang juga memberikan berbagai masukan taktis terkait isu kerakyatan dan penguatan basis dukungan di akar rumput.***


















