JAKARTA, PROJO.or.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PROJO menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek (4) dan Commuter Line Cikarang (5568A) di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Sekretaris Jenderal PROJO, Freddy Alex Damanik, mewakili seluruh keluarga besar organisasi, menyatakan simpati mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan dalam musibah tersebut.
“Kami keluarga besar DPP PROJO turut berduka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Semoga para korban yang berpulang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan bagi para korban luka, segera diberikan kesembuhan,” ujar Freddy Alex Damanik dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
View this post on Instagram
Data Korban dan Identifikasi
Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa hingga Selasa siang, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan ini mencapai 15 orang. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, merinci bahwa jenazah para korban saat ini berada di beberapa rumah sakit untuk proses penanganan lebih lanjut.
“10 jenazah berada di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, dan satu jenazah di RS Mitra Keluarga,” jelas Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta.
Selain korban meninggal dunia, tercatat sebanyak 76 orang mengalami luka-luka. Namun, rincian mengenai tingkat keparahan luka para korban masih dalam tahap pendataan pihak medis.
Proses Identifikasi Tim DVI di RS Polri
Sementara itu, Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati telah membuka posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI). Kepala RS Polri, Prima Heru Yulihartono, mengungkapkan bahwa sejak Selasa dini hari, pihaknya telah menerima 10 kantong jenazah yang semuanya berjenis kelamin perempuan.
Hingga saat ini, sebanyak tujuh keluarga telah melapor ke Posko Ante Mortem untuk memberikan data-data anggota keluarga mereka yang hilang.
“Data dari keluarga sangat dibutuhkan untuk mencocokkan identitas korban. Kami terus melakukan rekonsiliasi data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem hasil pemeriksaan forensik agar identitas korban dapat segera dipastikan,” tutur Prima Heru dalam konferensi pers di Jakarta Timur.
Pihak RS Polri mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut untuk segera mendatangi Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati guna mempercepat proses identifikasi.
Tragedi ini menjadi perhatian nasional dan diharapkan ada evaluasi menyeluruh terkait sistem keselamatan perkeretaapian untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.***











