SOLO, PROJO.or.id – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menerima kunjungan istimewa dari organisasi lingkungan Sungai Watch di kediamannya, Sumber, Solo, pada Selasa (28/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mendapatkan hadiah unik berupa kursi dan boks tisu yang seluruhnya dibuat dari hasil daur ulang sampah plastik kresek.
Ketiga pendiri Sungai Watch—Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib—menyerahkan langsung kursi seberat 30 kilogram tersebut. Produk inovatif ini merupakan hasil konversi dari sekitar 2.000 lembar tas kresek bekas yang diangkat dari aliran sungai.
Apresiasi Produk Bernilai Guna Tinggi
Jokowi tampak terkesan dan sempat mencoba langsung kursi berwarna hitam tersebut. Beliau memuji kualitas desain dan kekokohan material yang dihasilkan dari limbah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan.
“Ini desainnya bagus, bahannya bagus, dari tas kresek hitam,” ujar Jokowi saat berbincang hangat dengan para aktivis lingkungan tersebut.
Dalam diskusi itu, Jokowi juga sempat terkejut saat mendengar laporan bahwa Sungai Watch mampu mengangkat hingga 5 ton sampah plastik setiap harinya melalui sistem penghalang fisik (barriers) yang mereka pasang di berbagai titik sungai.
Misi Lari 1.200 Kilometer untuk Kesadaran Lingkungan
Kunjungan ke kediaman Jokowi merupakan bagian dari misi ekspedisi lari yang dilakukan Gary Bencheghib dan tim. Mereka melakukan aksi lari sejauh 1.200 kilometer dari Bali menuju Jawa, dengan menempuh rata-rata 25 kilometer setiap hari demi menyebarkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sungai.
“Kita bicara tentang bagaimana kita bisa betul-betul membersihkan semua sungai di Indonesia. Ada lebih dari 4.000 sungai di sini,” ungkap Gary. Ia juga menyampaikan harapan untuk bisa berkolaborasi lebih erat dengan pihak pemerintah dan korporasi.
Arahkan Sinergi ke Wapres Gibran
Merespons dedikasi luar biasa dari Sungai Watch, Jokowi menekankan pentingnya sebuah “simbol yang kuat” untuk menggerakkan masyarakat dalam aksi bersih-bersih sungai. Beliau pun menyarankan agar organisasi tersebut segera berkoordinasi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah misi lari mereka tuntas.
“Beliau sampaikan untuk gerakan sampah bersihkan sungai harus ada simbol yang kuat. Beliau sangat tertarik dengan program kita dan ingin agar kita bisa langsung bertemu dengan Wapres pas kita selesai larinya ini,” pungkas Gary menirukan pesan Jokowi.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat dukungn tokoh nasional terhadap gerakan akar rumput yang fokus pada solusi nyata permasalahan lingkungan melalui teknologi daur ulang dan pemberdayaan komunitas.***












