JAKARTA, PROJO.or.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 menjadi momentum krusial bagi penguatan hak-hak pekerja di Indonesia.
Di tengah konsolidasi ratusan ribu buruh di Jakarta, Sekretaris Jenderal DPP PROJO, Freddy Alex Damanik, memberikan pernyataan tegas mengenai posisi strategis buruh sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
“Hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bahwa di balik pertumbuhan ekonomi, ada jutaan tangan pekerja yang menjaga roda bangsa tetap berputar—dari pabrik, kantor, sawah, hingga ruang digital,” ujar Freddy Alex Damanik dalam pernyataan resminya hari ini.
Kehadiran Presiden Prabowo di Monas: Momentum Keberpihakan
Peringatan tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di puncak acara May Day yang dipusatkan di Monumen Nasional (Monas).
Berdasarkan informasi resmi, Kepala Negara dijadwalkan hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi para pekerja yang diperkirakan mencapai 400.000 orang dari berbagai elemen, termasuk KSPSI, KSPI, hingga komunitas ojek online.
Bagi PROJO, kehadiran Presiden di tengah massa buruh merupakan sinyal positif. Freddy Alex Damanik menekankan bahwa momen ini harus dijadikan langkah nyata untuk memperkuat kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.
“Hari Buruh adalah momentum untuk memperkuat keberpihakan. Bukan sekadar janji, tapi kebijakan nyata. Bukan sekadar pidato, tapi keberanian mengambil keputusan,” tegas Freddy.
11 Tuntutan Buruh dan Catatan Kritis PROJO
Sejalan dengan 11 tuntutan utama yang dibawa elemen buruh di Monas—termasuk pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru, penghapusan outsourcing, hingga reformasi pajak—Freddy Alex Damanik juga menyoroti sejumlah “pekerjaan rumah” pemerintah yang masih mendesak:
Pemerataan Upah Layak: Memastikan tekanan ekonomi akibat kenaikan biaya hidup tidak menggerus kesejahteraan pekerja.
Kepastian Kerja: Menghilangkan kecemasan bagi buruh kontrak dan pekerja informal.
Perlindungan di Era Digital: Menjamin buruh tidak tertinggal oleh teknologi melalui akses peningkatan keterampilan (upskilling).
Penegakan Hukum: Perlindungan hukum yang tegas dan tidak “tumpul ke atas” bagi para pekerja.
Buruh Adalah Fondasi Pembangunan
Freddy mengingatkan bahwa di era transformasi industri yang terus berubah, negara harus hadir menjamin pekerjaan yang layak dan manusiawi.
Ia menegaskan kembali pandangan organisasi bahwa buruh adalah mitra strategis negara dalam membangun masa depan.
”Buruh bukan beban pembangunan. Buruh adalah fondasi pembangunan. Saatnya negara berdiri lebih tegak di sisi mereka yang bekerja tanpa lelah untuk Indonesia,” ungkap Freddy.
Tak Lupa Freddy mengucapkan Selamat Hari Buruh Sedunia. Satu Mei, Satu Suara! Selamat Hari Buruh 2026 untuk seluruh pekerja hebat Indonesia.
Peringatan May Day di Monas hari ini juga dimeriahkan oleh penampilan berbagai grup musik, termasuk Tipe X, yang menemani ratusan ribu buruh dalam menyampaikan 11 harapan besar mereka kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.***











