JAKARTA, PROJO.or.id – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menerima kunjungan Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Kamis (7/5/2026) siang.
Pertemuan tertutup yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut menjadi sinyal kuat soliditas antara pemerintah dan pendukung setianya.
Momen ini menarik perhatian publik lantaran terjadi hanya sepekan setelah pertemuan Budi Arie dengan Presiden Joko Widodo yang sempat viral.
Kehadiran sosok Budi Arie di Istana Wapres menegaskan bahwa saluran komunikasi antara pimpinan nasional dan relawan tetap berjalan intensif dan strategis.
Diskusi Dinamika Politik Terkini
Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran mengajak Budi Arie untuk berdiskusi mendalam mengenai situasi dan kondisi politik tanah air.
Sebagai tokoh yang memiliki pengalaman memimpin di tiga kementerian berbeda, pandangan Budi Arie dinilai penting dalam memotret aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Langkah ini memperlihatkan komitmen Wapres untuk terus menyerap masukan dari berbagai pihak, terutama dari organisasi relawan yang telah mengawal kepemimpinan Prabowo-Gibran sejak awal.
View this post on Instagram
Sekjen PROJO: Silaturahmi Memperkuat Sinergi
Menanggapi pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal PROJO, Freddy Alex Damanik menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah bagian dari upaya menjaga ritme komunikasi yang sehat antara pemerintah dan elemen pendukung.
“Ini adalah bentuk komunikasi yang sehat dan kolaboratif. Dialog antara Wakil Presiden dengan Ketua Umum PROJO menunjukkan bahwa pemerintah senantiasa terbuka terhadap masukan untuk merespons isu-isu politik yang relevan bagi kepentingan bangsa,” ungkap Freddy Alex Damanik.
Lebih lanjut, Freddy menjelaskan bahwa agenda di Istana Wakil Presiden tersebut sejatinya adalah silaturahmi yang produktif.
“Pada dasarnya itu adalah pertemuan silaturahmi biasa. Pertemuan ini memperkuat sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan relawan untuk terus mengawal agenda besar pembangunan menuju Indonesia Maju,” tambahnya.
Pertemuan satu jam ini diharapkan dapat memperkokoh stabilitas politik dan memastikan visi pembangunan nasional tetap selaras dengan harapan masyarakat luas.***











