RIAU, PROJO.or.id – Stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (KAMTIBMAS) di Provinsi Riau tengah menjadi sorotan tajam. Maraknya peredaran narkoba yang memicu keresahan hingga aksi massa anarkis menuntut perhatian ekstra dari otoritas keamanan.
Menyikapi fenomena ini, DPD Projo Riau di bawah kepemimpinan Sonny Silaban menyerukan agar aparat penegak hukum bertindak lebih progresif dan serius dalam memitigasi situasi agar tidak semakin eskalatif.
Eskalasi Konflik: Dari Protes Hingga Aksi Anarkis
Sejak April hingga Mei 2026, ketegangan pecah di wilayah Rokan Hilir (Rohil). Ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan narkoba memicu unjuk rasa besar-besaran yang berakhir ricuh, termasuk insiden pembakaran rumah yang diduga milik bandar narkoba.
Gejolak serupa juga dilaporkan terjadi di Rantau Kopar sebagai bentuk reaksi warga atas situasi yang dianggap tidak terkendali.
Ketua Projo Riau, Sonny Silaban, menyatakan bahwa fenomena “main hakim sendiri” adalah sinyal bahaya bagi supremasi hukum jika tidak segera ditangani dengan solusi konkret.
”Kita berharap KAMTIBMAS di Riau tetap kondusif. Aparat penegak hukum harus serius menyelesaikan masalah di Riau, terutama masalah narkoba yang saat ini membuat masyarakat geram. Jangan sampai ketidakpastian ini terus memicu tindakan main hakim sendiri,” tegas Sonny Silaban.
Respons Polda Riau: Evaluasi dan Penegakan Hukum
Menanggapi situasi yang memanas, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan telah mengambil langkah disipliner tegas dengan mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim sebagai bentuk evaluasi kinerja pasca-kericuhan.
Selain itu, kepolisian melakukan penyegelan terhadap delapan rumah yang terindikasi kuat terlibat dalam jaringan narkotika.
Berdasarkan data internal, sepanjang empat bulan pertama tahun 2026, Polda Riau telah menunjukkan kinerja signifikan dengan:
- 1.066 Kasus narkoba berhasil diungkap.
- 1.471 Tersangka diamankan.
- 213 Kg Sabu berhasil disita sebagai barang bukti.
Sinergi dan Kepercayaan Publik
Meski angka pengungkapan kasus cukup tinggi, Projo Riau menilai perlunya langkah-langkah yang lebih berkelanjutan untuk memulihkan kepercayaan publik. Sonny menekankan bahwa pemberantasan narkoba bukan sekadar soal angka penangkapan, melainkan soal menciptakan rasa aman di tengah pemukiman warga.
Kondisi KAMTIBMAS yang stabil memerlukan kolaborasi erat antara masyarakat yang proaktif dan aparat yang responsif. DPD Projo Riau berkomitmen untuk terus mengawal isu ini demi memastikan Bumi Lancang Kuning bersih dari narkoba dan kembali menjadi daerah yang aman serta kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.***











