BANDUNG, PROJO.or.id – Organisasi relawan Pro Jokowi (PROJO) Jawa Barat resmi menggelar Konferensi Daerah (Konferda) 2026 di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung, pada Sabtu (30/6/2026). Agenda utama dari kegiatan ini adalah untuk memilih pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PROJO Jawa Barat untuk periode masa bakti 2026-2031.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PROJO, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa semangat utama yang menggerakkan roda organisasi PROJO adalah komitmen untuk selalu berada di garis terdepan perjuangan rakyat.
Menurut Budi Arie, komitmen tersebut bukan sekadar jargon, melainkan harus diwujudkan secara utuh melalui pikiran, perasaan, hingga tindakan nyata di tengah-tengah masyarakat.
“Percayalah, PROJO ini memperjuangkan rakyat tidak hanya di mulut. Sekarang ini banyak pihak yang hanya berjanji saat pemilu, begitu pemilu selesai mereka lupa. PROJO konsisten setia di garis rakyat,” ujar Budi Arie di hadapan ratusan peserta Konferda.
Ia menekankan bahwa konsistensi dalam membela kepentingan masyarakat inilah yang membedakan PROJO dengan organisasi lain, yang kerap kali hanya muncul dan aktif saat musim politik atau menjelang pemilu saja.

Konsolidasi Berkelanjutan Menuju 2027 yang Militan
Lebih lanjut, Budi Arie menjelaskan bahwa Konferda PROJO Jawa Barat ini merupakan bagian penting dari langkah taktis konsolidasi organisasi, sebagaimana yang telah dimandatkan dalam Kongres Ketiga PROJO pada tahun 2025 lalu. Ia percaya, marwah dan kekuatan sebuah organisasi dinilai dari kemampuannya melakukan konsolidasi yang berkelanjutan.
“Di tengah segala keterbatasan, PROJO masih menjadi bagian penting dalam dinamika politik nasional. PROJO selalu mewarnai politik nasional, dari dunia maya hingga dunia nyata,” katanya disambut riuh tepuk tangan peserta.

Dalam kesempatan yang sama, Budi Arie juga mempertegas arah politik organisasi. Ia menyatakan dengan lantang bahwa posisi PROJO saat ini berdiri kokoh sebagai pendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Posisi ini (mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran) tidak boleh kita tinggalkan,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Budi Arie mengingatkan seluruh kader bahwa keberadaan PROJO hadir secara etis karena berpijak langsung pada keringat, suara, dan harapan-harapan rakyat Indonesia.
“PROJO bukan sekadar organisasi, struktur, atau orang-orang, tetapi hadir karena rakyat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Konferda Jawa Barat ini merupakan gelaran yang ketiga kalinya diselenggarakan. Melalui momentum regenerasi kepengurusan di Tanah Pasundan ini, PROJO menargetkan pada tahun 2027 mendatang, organisasi akan melangkah dengan jauh lebih solid, terstruktur, dan militan dalam mengawal program-program kerakyatan.***











