BANDUNG, PROJO.or.id – Estafet kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PROJO Jawa Barat kembali dipercayakan kepada Djoni Suherman. Melalui gelaran Konferensi Daerah (Konferda) PROJO Jawa Barat 2026 yang berlangsung khidmat di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung, Djoni Suherman secara resmi terpilih kembali secara aklamasi untuk menakhodai PROJO Jabar masa bakti 2026–2031.
Acara krusial ini dihadiri oleh seluruh perwakilan dari 27 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PROJO Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat. Agenda utama dimulai dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban dari pengurus DPD PROJO Jawa Barat periode 2021–2026.
Secara bulat, seluruh pengurus dari 27 DPC menerima tanpa catatan laporan pertanggungjawaban tersebut. Keberhasilan kepemimpinan pada periode sebelumnya inilah yang memicu seluruh ketua DPC sepakat untuk mufakat memilih kembali Djoni Suherman.
Sidang Pleno Berjalan Tertib
Jalannya sidang pleno pemilihan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PROJO, Freddy Alex Damanik. Ia didampingi oleh dua orang perwakilan dari unsur DPC PROJO di Jawa Barat, yaitu Suhaemi (DPC PROJO Kota Bekasi) dan Peter (DPC PROJO Kota Cirebon).
”Dengan terpilihnya kembali Bapak Djoni Suherman, amanat besar dari seluruh DPC PROJO Kabupaten/Kota di Jawa Barat kini resmi berada di pundaknya. Beliau berkewajiban penuh untuk menjalankan AD/ART PROJO serta menegakkan peraturan organisasi dari tingkat pusat hingga ke daerah,” ujar pimpinan sidang.
Konsolidasi hingga Tingkat Ranting demi Kawal Program Strategis Nasional
Dalam pidato politiknya setelah resmi terpilih, Djoni Suherman menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh ketua DPC yang telah memberikan kembali kepercayaan besar ini kepada dirinya.
Djoni langsung memetakan arah gerak organisasi ke depan. Ia menegaskan beberapa agenda penting yang harus segera dieksekusi oleh seluruh pengurus daerah, antara lain:
Penyegaran Organisasi: Seluruh DPC PROJO Kabupaten/Kota diwajibkan untuk segera melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) sesuai dengan koridor AD/ART PROJO.
Perluasan Struktur: Kepengurusan PROJO kedepan tidak boleh hanya berhenti di tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan saja, melainkan wajib dibentuk hingga tingkat Ranting (Desa/Kelurahan) bahkan Anak Ranting (RW/RT).
Di akhir pidatonya, Djoni menekankan pentingnya penguatan struktur ini demi menjaga marwah perjuangan organisasi.
”Sesuai dengan jargon kita, PROJO Setia di Garis Rakyat. Jika kepengurusan kita solid dan mengakar kuat sampai ke tingkat ranting dan anak ranting, maka pengawalan terhadap berbagai Program Strategis Nasional (PSN) dapat kita lakukan bersama-sama secara maksimal,” pungkas Djoni disambut gemuruh tepuk tangan peserta Konferda***











