• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Ini Semua Salah Jokowi?

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
10 Juni 2026
in Opini
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
Ini Semua Salah Jokowi?

“Pokoknya di Indonesia itu, apapun masalahnya, yang salah tetap Jokowi.”

KALIMAT sinis yang belakangan tersebar di media sosial ini terdengar begitu akrab di telinga kita. Ia mencerminkan sebuah fenomena psikologi sosial yang unik di lanskap politik tanah air.

Bagi para pembenci garis keras, mantan presiden kita yang satu ini tampaknya memiliki kekuatan supranatural untuk bertanggung jawab atas segala kemalangan bangsa. Mulai dari harga beras yang melonjak, bocornya anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mungkin—jika ada kucing warga yang hilang besok pagi.

Namun, mari kita duduk tenang, menyeduh secangkir kopi, dan melihat drama penangkapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dengan kepala dingin tanpa kepulan asap kebencian.

Apakah Dadan benar-benar “orangnya” Jokowi? Ataukah kita sedang menyaksikan fenomena salah alamat dalam mengirim surat caci maki?

Kronologi di Balik Sebatang Pohon Cemara Hambalang

Mari kita bedah garis waktunya secara objektif untuk memahami mengapa narasi “Ini Semua Salah Jokowi” menjadi sangat rapuh dalam kasus megakorupsi BGN ini:

Agustus 2024 (Pelantikan Administratif): Benar, Dadan Hindayana resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo. Secara administratif, tanda tangan di SK pelantikan adalah milik Jokowi. Namun, benarkah itu murni pilihan beliau?

Mundur ke April 2024 (Masa Transisi): Pasangan Prabowo-Gibran sudah dinyatakan menang Pemilu. Di sinilah transisi pemerintahan yang krusial itu terjadi. BGN dibentuk justru sebagai “wadah instan” agar program unggulan presiden terpilih bisa langsung tancap gas begitu dilantik.

Lalu, bagaimana nama seorang akademisi seperti Dadan bisa masuk ke radar sirkel tertinggi kekuasaan? Jawabannya romantis, tapi berujung tragis: sebatang pohon cemara udang.

Hubungan emosional antara Prabowo Subianto dan Dadan Hindayana kabarnya terikat lewat keahlian ilmu pertanian Dadan. Di Hambalang, Dadan adalah sosok yang berhasil “menyembuhkan” tanaman cemara udang kesayangan Prabowo yang berdiri tepat di depan kamarnya.

Dari urusan kesuburan daun, obrolan mengalir ke urusan ketahanan pangan, hingga akhirnya bermuara pada penunjukan pos basah sebagai kepala badan baru.

Kesimpulannya, ketika Jokowi menandatangani pelantikan Dadan di bulan Agustus 2024, itu bukan karena Dadan adalah “orang dalam” Istana Solo. Itu adalah bentuk akomodasi politik dan karpet merah yang digelar Jokowi untuk memuluskan transisi kabinet bagi sahabatnya, Prabowo.

Memutus Rantai “Pokoknya Salah Jokowi”

Sangat mudah untuk terjebak dalam narasi haters bahwa setiap korupsi yang terjadi di lembaga yang lahir di akhir tahun 2024 adalah dosa warisan orde sebelumnya. Fenomena menyalahkan satu orang secara terus-menerus ini sebenarnya melelahkan dan menghentikan kita dari mencari akar masalah yang sesungguhnya.

Ketika Kejaksaan Agung membongkar borok di BGN—mulai dari mark-up puluhan ribu motor listrik hingga pengadaan TV 75 inci—kita dihadapkan pada realita keserakahan yang telanjang.

KabarLainnya

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

Menyederhanakan kasus sistemik ini hanya dengan kalimat, “Ah, ini kan kelakuan orangnya Jokowi,” adalah sebuah kemunduran berpikir. Korupsi adalah penyakit mental yang menular lewat kesempatan dan keserakahan individu. Ia tidak peduli siapa yang merekomendasikannya lewat jalur pengobatan pohon di Hambalang, atau siapa yang melegalisasinya lewat tanda tangan di Jakarta.

Membela Akal Sehat

Pada akhirnya, video-video netizen yang mulai berani meluruskan kronologi ini adalah oase di tengah gurun hoaks media sosial. Kita tidak sedang membela personal seorang mantan presiden, melainkan sedang membela akal sehat kolektif kita sendiri.

Menyalahkan Jokowi atas tindakan korup Dadan Hindayana sama saja dengan menyalahkan seorang kepala sekolah yang menandatangani ijazah seorang murid, ketika sepuluh tahun kemudian murid tersebut tertangkap basah merampok bank.

Melawan kebodohan narasi kebencian memang melelahkan, namun meluruskan fakta sejarah agar kita tidak menjadi bangsa yang emosional adalah tugas kita bersama. Sudah saatnya kita mengkritik berbasis data, bukan sekadar pelampiasan trauma politik masa lalu.***

Team Redaksi

Add as Preferred Source
Share9Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

PROJO Lampung Apresiasi PSI: Seluruh Relawan Harus Sukseskan Kunjungan Jokowi!

Kabar Selanjutnya

Mengapa Cuma Jokowi yang “Dilarang” Berpolitik?

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Ketika Lapas Menjadi Resort, Hukuman Menjadi Liburan
Opini

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

28 Oktober 2026
Dolar Tembus Rp17.500: Mengapa Rupiah Terus Tertekan Meski Angka Ekonomi Masih Terlihat Bagus?
Opini

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

19 Oktober 2026
Semua Orang Bicara Jokowi: Antara Benci, Cinta, dan Cari Panggung
Opini

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

19 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Mengapa Cuma Jokowi yang “Dilarang” Berpolitik?

Mengapa Cuma Jokowi yang "Dilarang" Berpolitik?

Membaca Romantisme Unik “Jokowi Date” ala Gen Z

Membaca Romantisme Unik "Jokowi Date" ala Gen Z

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

30 Oktober 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

30 Oktober 2026
Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

30 Oktober 2026
[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

PROJO: Putusan MA Tak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran, Freddy Alex Damanik Ingatkan Mekanisme Konstitusi

30 Oktober 2026

[ Siaran Pers ] PROJO: Putusan MA soal Suket Penyetaraan Pendidikan Tidak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden

30 Oktober 2026
Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

30 Oktober 2026

TRENDING

  • [SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

    PROJO: Putusan MA Tak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran, Freddy Alex Damanik Ingatkan Mekanisme Konstitusi

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • [ Siaran Pers ] PROJO: Putusan MA soal Suket Penyetaraan Pendidikan Tidak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

    16 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.