• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Filosofi “Mentalitet Korea” Bambang Pacul: Mengapa Jokowi Adalah Petarung Sejati yang Sulit Ditaklukkan?

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
24 Juni 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Filosofi “Mentalitet Korea” Bambang Pacul: Mengapa Jokowi Adalah Petarung Sejati yang Sulit Ditaklukkan?

DALAM diskursus politik tanah air, istilah “Korea” yang kerap dilontarkan oleh politikus senior PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, bukan lagi sekadar seloroh jenaka.

Istilah ini telah bermutasi menjadi sebuah tesis sosiologis dan psikologis yang mendalam mengenai genetika kepemimpinan di Indonesia.

Melalui perbincangan hangatnya di program PutCast YouTube Mojok bersama Puthut EA, Bambang Pacul kembali membedah klasifikasi unik ini.

KabarLainnya

PASBATA Prabowo: Pernyataan Budi Arie soal Dinamika Politik Harus Dibaca Secara Utuh

Mengenang Ketegasan Presiden Ke-7 Jokowi Tinjau Karhutla Riau 2019: Bukti Nyata Kepemimpinan Lapangan

Pulang ke Solo Usai HUT ke-81 RI, Pak Jokowi Tanpa Lelah Sambut Warga dan Lempar Senyum Hangat Soal Keakraban dengan Presiden Prabowo

Menariknya, dari sekian banyak elite dan tokoh bangsa yang bertarung di panggung nasional, Bambang Pacul dengan tegas mendaulat satu nama sebagai representasi otentik dari golongan ini: Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Lantas, apa sebenarnya “Mentalitet Korea” ini, dan mengapa karakter tersebut membuat Jokowi menjelma menjadi sosok petarung kelas wahid yang sulit ditebak oleh kawan maupun lawan?

Syarat Mutlak “Korea”: Kemiskinan yang Mengubah Watak

Bagi Bambang Pacul, masuk ke dalam golongan “Korea” tidak bisa didapatkan melalui jalur instan, pencitraan, apalagi warisan dinasti. Syarat utamanya sangat rigid dan sarat penderitaan: harus pernah miskin ekstrem.

Namun, bukan sembarang miskin yang sekadar menjadi bumbu narasi biografi tokoh politik. Bambang Pacul memberikan tatanan filosofis yang sangat menyentuh.

“Ada ukuran tersendiri seseorang disebut miskin dan masuk golongan Korea. Seseorang yang berpuasa biasa, mereka tahu bahwa saat magrib tiba, mereka akan berbuka. Namun, seorang ‘Korea’ sejati pernah berada di titik kelam hidupnya di mana ia tidak pernah tahu kapan ia bisa makan, dan kapan ia harus berhenti menahan lapar.”

Kemiskinan yang berada di batas antara hidup dan mati inilah yang secara psikologis membentuk mentalitet baru: sebuah mental bertarung (fighting spirit) tanpa batas. Ketika seseorang sudah pernah kehilangan segalanya dalam hidup, ia tidak lagi memiliki rasa takut untuk kehilangan apa pun di medan laga.

Jokowi: “Korea” Asli dengan Nyali Kelas Tinggi

“Bukan! Kalau Pak Jokowi itu Korea. Asli, karakternya susah ditebak. Woooh, itu petarung kelas, Pak. Sangat bernyali!” Ungkap Bambang Pacul dengan nada kagum.

Pernyataan ini adalah sebuah pengakuan jujur dari seorang panglima tempur politik yang kenyang pengalaman di lapangan. Jokowi adalah “Korea” otentik yang lahir dari bantaran sungai, digusur berulang kali, dan merangkak dari bawah tanpa modal sokongan elite gurita.

Siapa yang percaya 12 atau 15 tahun lalu bahwa seorang pengusaha mebel dari Solo bisa meruntuhkan dominasi oligarki lama dan memimpin republik ini selama dua periode? Tidak ada yang percaya. Namun, itulah letak keajaiban golongan “Korea”.

Mereka bergerak di bawah radar, tidak terbaca oleh kalkulasi pengamat di menara gading, namun memiliki modal terbesar dalam alam demokrasi: nyali baja dan kecintaan yang tulus dari rakyat.

Kombinasi antara intuisi bertahan hidup dari masa lalu yang getir dan kedekatan alami dengan sesama rakyat kecil membuat langkah politik Jokowi selalu presisi sekaligus mengejutkan.

Pelajaran Hidup: Politik Adalah Arena Tempur Watak

Pemaparan Bambang Pacul mengenai filosofi Jawa dan taktik pertempuran politik ini memberikan refleksi mendalam bagi kita semua, terutama kader PROJO di seluruh nusantara. Politik, pada tingkat tertingginya, bukan lagi soal perdebatan teori-teori kering di atas kertas, melainkan benturan watak dan ketahanan mental.

Seorang pemimpin yang lahir dari rahim perjuangan “Korea” akan selalu memiliki daya tahan (resilience) yang jauh lebih tinggi ketika dihantam badai krisis. Mereka tahu cara menakar denyut nadi rakyat bawah karena mereka pernah menjadi bagian dari denyut tersebut.

Jokowi telah membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah kutukan, melainkan bahan bakar terbaik untuk melahirkan kepemimpinan yang berani melakukan terobosan besar—mulai dari pembangunan Indonesia Sentris hingga hilirisasi yang mengguncang tatanan global. Di sinilah esensi “Korea” itu tegak berdiri: ia tidak bisa dibeli, ia hanya bisa dilahirkan oleh kerasnya tempaan kehidupan.***

Share8Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Membaca ‘Hukum Alam’ Politik Bambang Pacul dan Mentalitet Akar Rumput

Kabar Selanjutnya

[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

PASBATA Prabowo: Pernyataan Budi Arie soal Dinamika Politik Harus Dibaca Secara Utuh
Kabar Rakyat

PASBATA Prabowo: Pernyataan Budi Arie soal Dinamika Politik Harus Dibaca Secara Utuh

25 Agustus 2026
Mengenang Ketegasan Presiden Ke-7 Jokowi Tinjau Karhutla Riau 2019: Bukti Nyata Kepemimpinan Lapangan
Kabar Rakyat

Mengenang Ketegasan Presiden Ke-7 Jokowi Tinjau Karhutla Riau 2019: Bukti Nyata Kepemimpinan Lapangan

21 Agustus 2026
Pulang ke Solo Usai HUT ke-81 RI, Pak Jokowi Tanpa Lelah Sambut Warga dan Lempar Senyum Hangat Soal Keakraban dengan Presiden Prabowo
Kabar Rakyat

Pulang ke Solo Usai HUT ke-81 RI, Pak Jokowi Tanpa Lelah Sambut Warga dan Lempar Senyum Hangat Soal Keakraban dengan Presiden Prabowo

19 Agustus 2026
Kabar Selanjutnya
[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

PROJO Sampaikan Pesan Jokowi Terkait Kasus Roy Suryo-Tifauzia Tyassuma

PROJO Sampaikan Pesan Jokowi Terkait Kasus Roy Suryo-Tifauzia Tyassuma

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Soal Budi Arie dan PSI, PROJO: Jangan Pertentangkan Sesama Pendukung Jokowi

26 Agustus 2026

[Siaran Pers] Tanggapan Sekjen DPP PROJO Atas Pernyataan DPP PSI

26 Agustus 2026
Klarifikasi Isu Video Bocor: PROJO Tegaskan Solid Pertahankan Pemerintahan dan Bantah Keretakan Jokowi-Prabowo

Klarifikasi Isu Video Bocor: PROJO Tegaskan Solid Pertahankan Pemerintahan dan Bantah Keretakan Jokowi-Prabowo

26 Agustus 2026
PASBATA Prabowo: Pernyataan Budi Arie soal Dinamika Politik Harus Dibaca Secara Utuh

PASBATA Prabowo: Pernyataan Budi Arie soal Dinamika Politik Harus Dibaca Secara Utuh

25 Agustus 2026
Satgas P2MI PROJO: Potongan Video Diskusi Relawan Tak Boleh Jadi Alat Pecah Prabowo-Jokowi

Satgas P2MI PROJO: Potongan Video Diskusi Relawan Tak Boleh Jadi Alat Pecah Prabowo-Jokowi

25 Agustus 2026
Potongan Video Budi Arie Dinilai Tak Gambarkan Konteks Utuh Diskusi Relawan, PROJO Muda: Waspada Narasi yang Memecah Prabowo-Jokowi

Potongan Video Budi Arie Dinilai Tak Gambarkan Konteks Utuh Diskusi Relawan, PROJO Muda: Waspada Narasi yang Memecah Prabowo-Jokowi

25 Agustus 2026

TRENDING

  • [Siaran Pers] Tanggapan Sekjen DPP PROJO Atas Pernyataan DPP PSI

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Satgas P2MI PROJO: Potongan Video Diskusi Relawan Tak Boleh Jadi Alat Pecah Prabowo-Jokowi

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    186 shares
    Share 74 Tweet 47
  • [ Siaran Pers ] PROJO Ajak Publik Sikapi Video Budi Arie Secara Utuh dan Proporsional

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Soal Budi Arie dan PSI, PROJO: Jangan Pertentangkan Sesama Pendukung Jokowi

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Jokowi Tak Pernah Padam: Modal Politik Abadi di Balik Viralnya Kembali Pekik “Saya Akan Lawan!”

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Klarifikasi Isu Video Bocor: PROJO Tegaskan Solid Pertahankan Pemerintahan dan Bantah Keretakan Jokowi-Prabowo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.