JAKARTA, PROJO.or.id – Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan safari politik ke berbagai daerah mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat di ruang digital.
Berdasarkan riset terbaru yang dirilis oleh Sintesa Strategi Indonesia (SSI) bersama Datalinker, narasi mengenai sosok Jokowi yang kembali aktif bersentuhan langsung dengan rakyat mendominasi perbincangan publik dengan sentimen positif yang signifikan.
Hasil pemantauan digital yang dilakukan pada periode 23 Mei hingga 21 Juni 2026 menunjukkan bahwa sentimen positif terhadap aksi “turun gunung” Jokowi mencapai 43,5 persen. Angka ini jauh melampaui sentimen negatif yang hanya berada di angka 18 persen, sementara sisanya bersifat netral.
Dominasi Media Sosial
Direktur SSI, Ikrama Masloman, mengungkapkan bahwa isu ini menjadi perbincangan hangat dengan total 158.761 percakapan yang terekam. Media sosial menjadi kanal utama diskusi dengan porsi mencapai 90,6 persen, sementara media online berkontribusi sebesar 9,4 persen.
”Di media sosial, sentimen positif bahkan mencapai 44,1 persen. Ini menunjukkan bahwa antusiasme publik untuk melihat kembali gaya kepemimpinan khas Jokowi yang merakyat sangat tinggi,” ujar Ikrama, Senin (22/6).
Sentimen Positif Terus Menguat
Riset tersebut juga mencatat adanya tren kenaikan sentimen positif pasca 8 Juni 2026. Momentum ini dipicu oleh kemunculan Jokowi di berbagai kegiatan publik, termasuk saat menonton pertandingan sepak bola AFF U-19 yang sempat viral dengan tagar #PriaSoloItu.
Data menunjukkan bahwa kata kunci seperti “blusukan”, “keliling daerah”, dan “kepemimpinan” menjadi kata kunci paling dominan yang dikaitkan dengan sentimen positif dengan persentase di atas 70 persen. Hal ini mencerminkan bahwa publik masih sangat merindukan kehadiran figur pemimpin yang rajin turun ke bawah untuk mendengar aspirasi masyarakat secara langsung.
Bukan Survei Elektoral
Perlu ditegaskan bahwa riset yang dilakukan SSI dan Datalinker ini merupakan upaya untuk memotret dinamika opini publik di ruang digital secara objektif. Metodologi yang digunakan meliputi keyword-based crawling pada berbagai platform utama seperti X, Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok, dengan total data yang dianalisis mencakup jutaan paparan percakapan.
Riset ini menegaskan bahwa meskipun sempat ada fluktuasi sentimen di awal Juni, publik secara luas tetap menempatkan Jokowi sebagai sosok yang memiliki pengaruh kuat dan positif dalam kancah nasional, terutama ketika beliau kembali ke tengah-tengah rakyat melalui agenda blusukan dan safari daerah.***













