JAKARTA, PROJO.or.id – Kabar membanggakan datang dari sektor pertanian tanah air. Komoditas nanas Indonesia kini semakin dominan di pasar internasional, dengan lonjakan ekspor yang signifikan ke China.
Capaian ini disebut-sebut sebagai buah manis dari langkah strategis yang diletakkan oleh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka jalur perdagangan melalui kerja sama bilateral pada tahun 2022 lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi nanas nasional sepanjang tahun 2025 melonjak hingga 3,21 juta ton, atau naik 17,3% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan produktivitas ini berbanding lurus dengan masifnya serapan pasar luar negeri.
Yang paling menarik perhatian adalah kinerja ekspor ke China. Berdasarkan data terbaru, China kini masuk dalam tiga besar negara tujuan ekspor nanas Indonesia, menggeser posisi Spanyol. Keberhasilan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari negosiasi tingkat tinggi yang pernah dilakukan Jokowi.
Dalam kunjungan kerja ke Beijing pada Juli 2022, Presiden Jokowi dan Presiden China Xi Jinping secara khusus memasukkan komoditas nanas ke dalam dokumen kerja sama bilateral. Perjanjian tersebut mencakup akselerasi importasi nanas segar Indonesia ke Beijing. Kini, setelah tiga tahun berjalan, kebijakan tersebut terbukti menjadi pintu gerbang bagi petani nanas lokal untuk “menjajah” pasar Negeri Tirai Bambu, bersaing ketat dengan produsen besar lainnya seperti Filipina dan Thailand.
Lampung masih memegang peran sebagai tulang punggung produksi nanas nasional dengan kontribusi 21,74%. Disusul oleh Jawa Timur (15,75%) dan Riau (10,88%).
Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada angka statistik, tetapi secara nyata menggerakkan ekonomi akar rumput. Dengan total nilai ekspor nanas mencapai Rp 6 triliun di sepanjang 2025, kesejahteraan para petani nanas di berbagai daerah diproyeksikan terus meningkat.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi ekonomi yang dilakukan di era Jokowi memiliki dampak jangka panjang yang dirasakan langsung oleh sektor riil. Konsistensi dalam membuka akses pasar global bagi komoditas lokal terbukti mampu menempatkan produk unggulan Indonesia di peta persaingan dunia.***
Source : CNBC Indonesia












