• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Matematika di Balik Blusukan: Mengapa Jokowi Sulit Dihapus dari Sejarah

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
16 Juli 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
Matematika di Balik Blusukan: Mengapa Jokowi Sulit Dihapus dari Sejarah

JAKARTA, PROJO.or.id – ​Selama sepuluh tahun terakhir, Pak Jokowi sering kali diterpa badai kritik dan hinaan. Mulai dari sebutan “planga-plongo” hingga tuduhan bahwa dirinya hanya sibuk dengan pencitraan tanpa hasil nyata.

Namun, bagi mereka yang memilih untuk menggunakan akal sehat, menjawab semua itu tidak perlu dengan kemarahan. Cukup dengan menyalakan kalkulator.

​Jika kita menilik kembali rentang waktu jabatan Presiden Jokowi dari 20 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2024, kita berbicara tentang 3.653 hari kalender yang penuh dengan ritme kerja yang konsisten.

Data menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tersebut, terdapat lebih dari 2.048 titik kunjungan kerja yang dilakukan Presiden ke berbagai pelosok negeri. Jika angka ini dibagi dalam 522 minggu masa jabatan, maka rata-rata Presiden Jokowi melakukan hampir 4 titik kunjungan setiap minggunya.

Ini adalah ritme yang menuntut mobilitas luar biasa, dan itu baru mencakup kunjungan lapangan, belum termasuk rapat kabinet, sidang terbatas, hingga urusan diplomatik dan politik yang menyita waktu serta energi.

KabarLainnya

Mengenang Ketegasan Presiden Ke-7 Jokowi Tinjau Karhutla Riau 2019: Bukti Nyata Kepemimpinan Lapangan

Pulang ke Solo Usai HUT ke-81 RI, Pak Jokowi Tanpa Lelah Sambut Warga dan Lempar Senyum Hangat Soal Keakraban dengan Presiden Prabowo

12 Tahun PROJO, Menelusuri Akar Gerakan Politik dan Dedikasi untuk Negeri

​Namun, angka kunjungan hanyalah pembuka dari narasi pembangunan yang lebih besar. Dalam pidato kenegaraan 16 Agustus 2024, terungkap capaian infrastruktur yang masif: 366.000 kilometer jalan desa, 1.900 kilometer jembatan desa, 2.700 kilometer jalan tol baru, serta pembangunan 50 pelabuhan dan bandara baru.

Jika kita membagi angka-angka ini ke dalam skala waktu sepuluh tahun, kita akan melihat produktivitas yang jarang dibayangkan sebelumnya. Bagi para elit di Jakarta, mungkin ini hanya angka di atas kertas.

Namun bagi warga di pelosok, jalan desa berarti lumpur yang berganti aspal, irigasi berarti harapan bagi petani untuk panen, dan konektivitas berarti akses yang lebih mudah menuju ekonomi yang lebih baik.

​Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada aspek sosial melalui berbagai program unggulan, seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, hingga Program Prakerja yang menghabiskan anggaran ratusan triliun rupiah. Bukan hanya didukung oleh data di dalam negeri, pengakuan atas cara kerja Jokowi bahkan datang dari dunia internasional.

Diplomat senior Singapura, Kishore Mahbubani, dalam esainya The Genius of Jokowi, menyebut sang presiden telah membangun standar baru dalam tata kelola pemerintahan yang mampu menjembatani perpecahan dengan tetap memosisikan rakyat kecil sebagai fokus utama.

​Tentu, tidak ada presiden yang sempurna dan setiap kebijakan pemerintah tetap terbuka untuk dievaluasi secara kritis.

Kritik yang sehat adalah kritik yang mempertanyakan efektivitas, prioritas, dan dampak kebijakan. Namun, ketika kritik tersebut hanya dibungkus dalam kalimat kasar bahwa “Jokowi tidak kerja,” maka itu bukan lagi kritik, melainkan bentuk malas berpikir yang menolak data.

​Pada akhirnya, sejarah sepuluh tahun pemerintahan ini tidak bisa dihapuskan begitu saja oleh kebencian atau hinaan. Matematika pembangunan tidak memilih partai atau golongan; ia hanya bicara tentang angka dan realitas.

Ketika kalkulator sudah dinyalakan dan data telah dibuka, satu hal menjadi jelas: narasi tentang ketidakerjaan hanyalah sebuah kebisingan, sementara hasil pembangunan telah menjadi saksi bisu di sepanjang jalan, jembatan, dan bendungan yang berdiri di tanah air.***

Share9Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Ekspor Nanas RI ke China Melesat, Warisan Kebijakan Strategis Jokowi Terbukti Ampuh

Kabar Selanjutnya

Duta Besar Qatar Kunjungi Kediaman Jokowi di Solo, Bahas Dinamika Timur Tengah

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Mengenang Ketegasan Presiden Ke-7 Jokowi Tinjau Karhutla Riau 2019: Bukti Nyata Kepemimpinan Lapangan
Kabar Rakyat

Mengenang Ketegasan Presiden Ke-7 Jokowi Tinjau Karhutla Riau 2019: Bukti Nyata Kepemimpinan Lapangan

21 Agustus 2026
Pulang ke Solo Usai HUT ke-81 RI, Pak Jokowi Tanpa Lelah Sambut Warga dan Lempar Senyum Hangat Soal Keakraban dengan Presiden Prabowo
Kabar Rakyat

Pulang ke Solo Usai HUT ke-81 RI, Pak Jokowi Tanpa Lelah Sambut Warga dan Lempar Senyum Hangat Soal Keakraban dengan Presiden Prabowo

19 Agustus 2026
PROJO Siap Gelar Harlah ke-12 di Jakarta, Usung Tema “Setia pada Perjuangan, Teguh dalam Prinsip, Mengawal Indonesia Maju”
Kabar Rakyat

12 Tahun PROJO, Menelusuri Akar Gerakan Politik dan Dedikasi untuk Negeri

19 Agustus 2026
Kabar Selanjutnya
Duta Besar Qatar Kunjungi Kediaman Jokowi di Solo, Bahas Dinamika Timur Tengah

Duta Besar Qatar Kunjungi Kediaman Jokowi di Solo, Bahas Dinamika Timur Tengah

[Tangkal Hoaks] Beredar Konten Manipulasi Narji Sebut Jokowi Lebih Hebat dari Nabi Ibrahim

[Tangkal Hoaks] Beredar Konten Manipulasi Narji Sebut Jokowi Lebih Hebat dari Nabi Ibrahim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

24 Agustus 2026
Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

24 Agustus 2026
HUT ke-12 PROJO, Budi Arie Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Perang terhadap Korupsi

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026

TRENDING

  • Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • HUT ke-12 PROJO, Budi Arie Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Perang terhadap Korupsi

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Presiden Rizky Irmansyah

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

    15 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.