JAKARTA, PROJO.or.id – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar artikel berita yang mencatut nama komedian sekaligus politisi, Narji. Dalam unggahan tersebut, Narji dinarasikan melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih hebat daripada Nabi Ibrahim AS.
Namun, setelah dilakukan penelusuran fakta mendalam, informasi tersebut dipastikan TIDAK BENAR alias HOAKS.
Hasil Penelusuran Fakta
Tim Tangkal Hoax telah memverifikasi bahwa tangkapan layar yang beredar luas di berbagai akun Facebook tersebut merupakan hasil manipulasi (editan) dari artikel asli.
Berdasarkan pelacakan digital, artikel yang asli dimuat oleh portal Tangselpos.id dengan judul yang sebenarnya adalah: “PSI Tangsel Sambut Positif Bergabungnya Narji Cagur”.
Dalam konten asli tersebut, isi berita sepenuhnya memuat pernyataan Ketua DPD PSI Kota Tangerang Selatan, Steven Jansen, yang menyambut baik bergabungnya Narji ke partai tersebut. Sama sekali tidak ditemukan pernyataan maupun kutipan Narji yang membanding-bandingkan Jokowi dengan sosok Nabi Ibrahim seperti yang dinarasikan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Konteks Bergabungnya Narji ke PSI
Narji resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada awal Juli 2026. Diketahui bahwa sebelumnya, pria yang juga dikenal sebagai komedian ini merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak Desember 2021 dan sempat mencalonkan diri sebagai legislatif pada Pemilu 2024 lalu.
Perpindahan partai politik adalah hal yang lumrah dalam dinamika demokrasi di Indonesia. Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, menegaskan bahwa bergabungnya Narji diharapkan dapat memperkuat barisan PSI, khususnya di wilayah Banten, dalam menjaring aspirasi masyarakat.
Imbauan kepada Masyarakat
Penyebaran hoaks yang memanipulasi tokoh publik dan membawa isu sensitif seperti ini ditengarai bertujuan untuk memecah belah dan menyebarkan kebencian. PROJO.or.id mengimbau seluruh masyarakat untuk:
- Selalu bersikap kritis terhadap tangkapan layar atau berita yang beredar di media sosial.
- Melakukan verifikasi dengan membaca sumber berita utama atau portal media arus utama yang terpercaya.
- Tidak mudah membagikan (share) konten yang belum jelas kebenarannya guna mencegah meluasnya disinformasi.
Mari kita jaga ruang digital Indonesia agar tetap sehat, edukatif, dan bebas dari fitnah yang merugikan persatuan bangsa.***
![[Tangkal Hoaks] Beredar Konten Manipulasi Narji Sebut Jokowi Lebih Hebat dari Nabi Ibrahim](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/07/6a55cf5686ebf.png)
![[TANGKAL HOAX] Fitnah Keji Targetkan Jokowi Terkait Program MBG, Total Rekayasa!](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/HOAKS-DADANG-1-350x250.webp)








