JAKARTA, PROJO.or.id — Jagat maya Indonesia dalam beberapa pekan terakhir dihebohkan oleh gelombang tren unik di mana para pengguna mengubah foto profil mereka menjadi ala Instagram Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Ciri khas dari tren ini adalah penggunaan kemeja putih polos, pose tegap, serta latar belakang pepohonan hijau yang asri.
Fenomena yang mendominasi platform TikTok, Instagram, dan X (Twitter) ini mulai viral dan ramai diperhatikan media sejak awal hingga pertengahan Juli 2026.
Tercatat, salah satu kata kunci terkait tren ini bahkan telah digunakan pada lebih dari 1,2 juta unggahan di TikTok, menunjukkan masifnya antusiasme warganet, khususnya dari kalangan Generasi Z.
Di balik viralnya tren ini, tersimpan kecanggihan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Alih-alih melakukan sesi pemotretan manual, para anak muda meraciknya menggunakan aplikasi berbasis image-to-image editing seperti ChatGPT, Gemini, Canva AI, Bing Image Creator, Midjourney, hingga aplikasi edit foto Hypic.
Cukup dengan mengunggah foto wajah sendiri dan menyertakan prompt spesifik—seperti kemeja putih, latar hutan, serta pencahayaan pagi hari—wajah asli pengguna dapat disulap dengan tetap mempertahankan identitas aslinya.
Meski menuai pro-kontra di sebagian kalangan dan memicu berbagai pemberitaan media arus utama hingga televisi nasional, fenomena ini banyak disorot sebagai bentuk parodi visual yang kreatif.
Berbagai pihak juga mengingatkan para pengguna agar tetap bijak dengan tidak menyematkan nama, bio, atau atribut resmi yang mengecoh seolah-olah akun tersebut milik resmi Presiden ke-7 RI.
Menanggapi gelombang kreativitas digital ini, Andi Muhammad Akram memberikan pandangan bahwa Tren foto profil ala Jokowi ini menunjukkan kedekatan emosional Gen Z terhadap sosok Presiden ke-7 RI meski beliau sudah purnatugas. Ini bukan sekadar euforia sesaat, tapi bentuk apresiasi anak muda terhadap sosok pemimpin yang tetap dekat di hati masyarakat.
“Kami mengapresiasi ini sebagai ekspresi kreativitas digital Gen Z yang cerdas memanfaatkan teknologi AI, sekaligus mengajak anak muda untuk terus menyalurkan kreativitas serupa ke hal-hal yang lebih produktif.”, ungkap Andi Muhammad Akram.***












