• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Main Hakim Sendiri: Saat Negara Kehilangan Wibawa, Massa Mengambil Alih

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
29 Juli 2026
in Opini
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
Main Hakim Sendiri: Saat Negara Kehilangan Wibawa, Massa Mengambil Alih

AKSI main hakim sendiri yang belakangan semakin marak bukan sekadar persoalan kriminalitas. Ia adalah alarm keras bahwa kepercayaan publik terhadap penegakan hukum sedang mengalami erosi yang serius.

Tidak ada masyarakat yang sejak awal memilih menjadi hakim, jaksa, sekaligus algojo. Pilihan itu lahir ketika mereka berulang kali menyaksikan hukum berjalan lambat, tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas, atau lebih ironis lagi ketika aparat penegak hukum justru menjadi pelanggar hukum. Di titik itulah negara mulai kehilangan kewibawaannya.

Namun, memahami penyebab bukan berarti membenarkan tindakan. Main hakim sendiri tetap merupakan pelanggaran hukum dan ancaman nyata bagi peradaban. Ketika massa merasa memiliki hak menentukan siapa yang bersalah dan siapa yang layak dihukum, maka hukum tidak lagi berdiri di atas konstitusi, melainkan di bawah tekanan emosi.

Dari perspektif sosial dan budaya, keadaan ini sangat berbahaya. Indonesia dibangun di atas nilai gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Ketika budaya dialog bergeser menjadi budaya kekerasan, sesungguhnya kita sedang menyaksikan kemunduran nilai-nilai kebangsaan.

KabarLainnya

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

Sejarah telah mengingatkan kita. Ambon, Poso, dan Sampit bukan meledak dalam semalam. Konflik-konflik besar itu diawali oleh akumulasi ketidakpercayaan, provokasi, dan kegagalan negara menghadirkan rasa keadilan.

Ketika hukum kehilangan legitimasi, identitas kelompok menjadi alat mobilisasi, dan kekerasan dengan cepat berubah menjadi konflik komunal yang menghancurkan persaudaraan.

Di era media sosial, ancaman tersebut bahkan lebih besar. Sebuah video berdurasi beberapa detik mampu memancing kemarahan ribuan orang sebelum fakta terungkap. Opini publik sering kali bergerak lebih cepat daripada proses hukum.

Akibatnya, seseorang bisa dihakimi, dipermalukan, bahkan kehilangan nyawa hanya berdasarkan persepsi yang belum tentu benar.

Karena itu, negara tidak cukup hanya mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri. Negara harus mengembalikan kepercayaan rakyat melalui penegakan hukum yang cepat, profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Aparat yang menyalahgunakan kewenangannya harus dihukum lebih berat karena setiap pelanggaran yang dilakukan aparat tidak hanya merusak institusi, tetapi juga mendorong masyarakat kehilangan keyakinan terhadap hukum itu sendiri.

Pada saat yang sama, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemimpin lokal harus menjadi penjaga nalar publik. Jangan membiarkan kemarahan sesaat mengalahkan akal sehat. Masyarakat harus diingatkan bahwa keadilan yang lahir dari amarah hampir selalu berubah menjadi ketidakadilan baru.

Negara yang kuat bukanlah negara yang membiarkan massa menghukum. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memastikan setiap warga percaya bahwa keadilan akan ditegakkan melalui hukum, bukan melalui tangan manusia yang dikuasai emosi.

Jika kepercayaan terhadap hukum terus runtuh, maka yang kita hadapi bukan lagi sekadar aksi main hakim sendiri. Kita sedang membuka pintu bagi lahirnya konflik-konflik sosial yang lebih besar, yang pada akhirnya mengancam persatuan Indonesia.***

Karl Sibarani, Ketua Bidang Sosial dan Budaya DPP PROJO

Share20Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Tren Foto Profil Ala Jokowi Viral di Kalangan Anak Muda, Projo Gen Z: Cerminan Kedekatan Gen Z dengan Sosok Presiden ke-7

Kabar Selanjutnya

JPU Perbaiki Dakwaan, Sidang Perkara Tudingan Ijazah Palsu Dokter Tifa Digelar Kembali 6 Agustus

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris
Opini

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

21 Agustus 2026
Jokowi dan Ketum PROJO Budi Arie Setiadi Sampaikan Pesan Kebangsaan di HUT ke-81 RI: Terus Mengabdi dan Setia di Garis Rakyat
Opini

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

20 Agustus 2026
Opini

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

17 Agustus 2026
Kabar Selanjutnya
JPU Perbaiki Dakwaan, Sidang Perkara Tudingan Ijazah Palsu Dokter Tifa Digelar Kembali 6 Agustus

JPU Perbaiki Dakwaan, Sidang Perkara Tudingan Ijazah Palsu Dokter Tifa Digelar Kembali 6 Agustus

Gerak Cepat! Satgas P2MI PROJO dan KP2MI Selamatkan PMI Kritis di Bandara Soetta

Gerak Cepat! Satgas P2MI PROJO dan KP2MI Selamatkan PMI Kritis di Bandara Soetta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

24 Agustus 2026
Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

24 Agustus 2026
HUT ke-12 PROJO, Budi Arie Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Perang terhadap Korupsi

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026

TRENDING

  • Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • HUT ke-12 PROJO, Budi Arie Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Perang terhadap Korupsi

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

    16 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.