• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Jangan Terjebak Potongan Video, Zulfan Jelaskan Maksud Pernyataan Budi Arie

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
29 Agustus 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 4 menit
A A
0
Jangan Terjebak Potongan Video, Zulfan Jelaskan Maksud Pernyataan Budi Arie

Senior Politikus Zulfan Lindan. (Foto: Dok. Total Politik

JAKARTA, PROJO.or.id – Politisi senior Zulfan Lindan meluruskan konteks pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang sebelumnya beredar dalam bentuk potongan video dan memunculkan tafsir mengenai isu kudeta terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Zulfan, pernyataan Budi Arie dalam pertemuan yang dimaksud tidak berbicara mengenai rencana kudeta ataupun kepastian bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran akan berakhir sebelum 2029.

Zulfan menjelaskan konteks tersebut saat berbicara dalam podcast Cokro TV, Jumat (28/8/2026).

Ia menilai anggapan bahwa kedekatan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Prabowo Subianto berkaitan dengan upaya kudeta merupakan tafsir yang tidak masuk akal.

“Yang menganggap bahwa ini adalah kudeta itu kurang waras,” ujar Zulfan.

Menurut Zulfan, munculnya tafsir tersebut tidak terlepas dari sikap politik sebagian pihak yang tidak menginginkan Jokowi dan Prabowo tetap dekat serta saling mendukung.

“Dasarnya adalah kebencian, dasarnya adalah mereka tidak senang kalau Jokowi dengan Prabowo itu bersatu, dekat, saling mendukung,” katanya.

 

View this post on Instagram

 

Zulfan kemudian mengungkapkan konteks saat Budi Arie menyampaikan pernyataannya dalam pertemuan tersebut.

Menurut Zulfan, dirinya merupakan pembicara terakhir dalam forum. Sebelum Zulfan berbicara, Budi Arie meminta waktu sekitar satu menit untuk menyampaikan pandangannya.

Dalam penjelasan Zulfan, yang disampaikan Budi Arie saat itu adalah kekhawatiran mengenai dinamika politik menjelang 2029.

“Ketika saya mau bicara, Budi Arie minta waktu, mau ngomong satu menit, nggak sampai 2029 nih kita khawatir,” tutur Zulfan.

Namun, Zulfan menegaskan kalimat tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pernyataan bahwa Budi Arie memastikan pemerintahan akan berakhir atau terjadi pergantian kekuasaan sebelum Pemilu 2029.

“Jadi intinya Budi Arie juga tidak menyatakan bahwa terjadi sesuatu 2029, dikhawatirkan,” katanya.

Zulfan menjelaskan bahwa kekhawatiran tersebut muncul dalam konteks adanya wacana politik yang berkembang di sebagian kalangan pengamat dan aktivis.

Ia menyebut terdapat pembicaraan mengenai kemungkinan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak berlangsung hingga 2029.

“Wacana tidak sampai 2029 berkembang di sebagian pengamat, aktivis. Ada itu seolah-olah Prabowo-Gibran ini hanya sampai 2027,” ujar Zulfan.

Menurutnya, Budi Arie menangkap adanya wacana tersebut dan kemudian mempertanyakan bagaimana kemungkinan tersebut harus diantisipasi apabila benar-benar terjadi.

“Budi Arie menangkap itu, bagaimana ini kan ada wacana mengatakan bahwa ini tidak sampai 2029. Kalau seandainya ini terjadi bagaimana? Mengantisipasinya siap nggak?” katanya.

Zulfan mengatakan sebagian peserta pertemuan kemudian menyatakan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan politik.

Namun, menurut dia, pernyataan yang disampaikan dalam konteks tersebut kemudian mengalami framing yang berbeda ketika potongannya beredar di ruang publik.

“Sebagian kawan-kawan bilang, siap. Di framing-nya macam-macam,” ujar Zulfan.

Zulfan: Jangan Terjebak Potongan Video

Zulfan mengingatkan publik agar berhati-hati dalam memahami pernyataan politik yang beredar dalam bentuk potongan video.

Menurutnya, sebuah pernyataan dapat memiliki makna berbeda apabila dilepaskan dari konteks pembicaraan secara keseluruhan.

Ia menduga framing terhadap pernyataan tersebut juga tidak terlepas dari posisi politik pihak-pihak yang tidak menyukai Jokowi maupun Prabowo.

“Dasarnya apa? Yang framing ini pasti orang yang nggak suka sama Prabowo, nggak suka sama Jokowi,” katanya.

Namun, Zulfan mengakui kemungkinan lain juga dapat terjadi, termasuk pihak yang menyukai Prabowo tetapi tidak menyukai Jokowi.

“Atau suka sama Prabowo, tapi tidak suka kepada Jokowi itu bisa jadi,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan pernyataan.

“Kita harus hati-hati juga, otak-otak kotor ini masih banyak di kalangan politisi kita,” kata Zulfan.

Kedekatan Jokowi-Prabowo Dinilai Tak Tepat Dikaitkan dengan Kudeta

Dalam konteks tersebut, Zulfan menilai hubungan dan komunikasi antara Jokowi dan Prabowo tidak semestinya langsung ditarik menjadi narasi mengenai upaya kudeta.

KabarLainnya

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

Menurut dia, pembicaraan mengenai berbagai kemungkinan politik hingga 2029 merupakan bagian dari dinamika dan antisipasi politik, bukan bukti adanya rencana pengambilalihan kekuasaan.

Penjelasan Zulfan sekaligus memberikan konteks terhadap potongan video Budi Arie yang sebelumnya memunculkan berbagai tafsir di ruang publik.

Dengan melihat pembicaraan secara utuh, kata Zulfan, kekhawatiran yang disampaikan Budi Arie lebih berkaitan dengan bagaimana menghadapi berbagai kemungkinan dinamika politik menuju 2029.

Karena itu, publik dinilai perlu membedakan antara membaca kemungkinan politik, melakukan antisipasi, dan merencanakan kudeta. Ketiganya merupakan hal yang berbeda dan tidak dapat disamakan hanya berdasarkan potongan pernyataan.

Bagi Projo, pelurusan konteks tersebut penting agar diskursus politik tidak berkembang berdasarkan potongan video yang berpotensi menghilangkan makna asli sebuah pernyataan.***

Add as Preferred Source
Share10Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Fenomena Rumah Viral Majalengka, Ketua PROJO Jabar: Jokowi Effect Masih Sangat Kuat

Kabar Selanjutnya

Ricky Tamba Sebut Statement Budi Arie Analisis Politik Biasa: Jangan Terlalu Baper

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo
Kabar Rakyat

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

30 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Ricky Tamba Sebut Statement Budi Arie Analisis Politik Biasa: Jangan Terlalu Baper

Ricky Tamba Sebut Statement Budi Arie Analisis Politik Biasa: Jangan Terlalu Baper

Arief Poyuono: Pernyataan Budi Arie Bukan Ancaman Tetapi Bentuk Kasih Sayang Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Arief Poyuono: Pernyataan Budi Arie Bukan Ancaman Tetapi Bentuk Kasih Sayang Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

30 Oktober 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

30 Oktober 2026
Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

30 Oktober 2026
[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

PROJO: Putusan MA Tak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran, Freddy Alex Damanik Ingatkan Mekanisme Konstitusi

30 Oktober 2026

[ Siaran Pers ] PROJO: Putusan MA soal Suket Penyetaraan Pendidikan Tidak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden

30 Oktober 2026
Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

30 Oktober 2026

TRENDING

  • [SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

    PROJO: Putusan MA Tak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran, Freddy Alex Damanik Ingatkan Mekanisme Konstitusi

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • [ Siaran Pers ] PROJO: Putusan MA soal Suket Penyetaraan Pendidikan Tidak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

    14 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.