• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Menyeberangi Laut dari Simeulue ke Solo, Warga Aceh Datang demi Bertemu Jokowi: Ada Harapan yang Ingin Disampaikan

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
13 Oktober 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 4 menit
A A
0
Menyeberangi Laut dari Simeulue ke Solo, Warga Aceh Datang demi Bertemu Jokowi: Ada Harapan yang Ingin Disampaikan

SOLO, PROJO.or.id — Perjalanan panjang dari Pulau Simeulue, Aceh, menuju Kota Solo, Jawa Tengah, tak menyurutkan langkah rombongan warga yang ingin bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Mereka menempuh perjalanan laut belasan jam, melanjutkan perjalanan darat berjam-jam, hingga akhirnya tiba di kediaman Jokowi di Sumber, Solo.

Bukan sekadar ingin bersalaman atau berfoto. Di balik perjalanan lintas pulau itu, tersimpan kenangan tentang bantuan pemerintah pada masa Jokowi menjabat presiden sekaligus harapan agar kampung halaman mereka yang terpencil mendapat perhatian lebih besar.

Kisah itu terungkap dalam sebuah perbincangan yang direkam pada 22 September. Rombongan yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak tersebut memperkenalkan diri sebagai warga Simeulue, sebuah kabupaten kepulauan di Provinsi Aceh.

Ketika ditanya berapa lama perjalanan dari Simeulue menuju pusat pemerintahan Provinsi Aceh, salah seorang warga menjelaskan bahwa perjalanan dengan kapal memerlukan waktu sekitar 18 jam. Setelah tiba di Labuhan Haji, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju Banda Aceh selama kurang lebih 10 jam.

“Kalau naik kapal sekitar 18 jam. Sampai di Labuhan Haji nanti kita naik mobil ke Kota Banda Aceh. Itu sekitaran 10 jam,” tuturnya di Video Tiktok Singa Al Surat.

Perjalanan menuju Solo tentu masih jauh dari titik tersebut. Namun, jarak bukan alasan bagi mereka untuk mengurungkan niat bertemu Jokowi.

Ada Kenangan tentang Bantuan yang Dirasakan

Bagi rombongan warga Simeulue itu, Jokowi bukan sekadar mantan presiden yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode. Mereka mengingatnya sebagai sosok pemimpin yang pernah mendapat dukungan kuat dari keluarga dan lingkungan mereka.

Saat ditanya mengapa rela datang dari pulau yang jauh untuk bertemu Jokowi, seorang warga mengungkapkan bahwa keluarga besarnya dahulu termasuk pendukung Jokowi.

“Dari keluarga besar pun memang Bapak Jokowi yang menjadi panutan, presiden yang awal,” ujarnya.

Kenangan itu bukan hanya soal pilihan politik. Warga tersebut juga menyebut bantuan sosial sebagai salah satu hal yang mereka rasakan secara langsung selama pemerintahan Jokowi.

“Kalau kami seperti masyarakat biasa, dapat bansos. Bantuan-bantuan, seperti PKH,” katanya.

Bagi keluarga yang hidup di wilayah kepulauan dan menghadapi keterbatasan akses, bantuan sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) ditujukan untuk membantu keluarga penerima manfaat, terutama dalam mendukung kesejahteraan dan akses terhadap layanan dasar.

Pengalaman warga Simeulue itu memperlihatkan bagaimana kebijakan pemerintah dapat dikenang melalui sesuatu yang dekat dengan kehidupan masyarakat: bantuan yang diterima, kebutuhan keluarga yang terbantu, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Dari Jalan Berbatu hingga Menyeberang dengan Rakit

Namun, cerita warga Simeulue tidak berhenti pada kenangan masa lalu. Di balik perjalanan mereka ke Solo, ada persoalan yang masih ingin disampaikan kepada Jokowi.

Mereka berharap mantan presiden itu bersedia berkunjung ke Simeulue, melihat secara langsung kondisi masyarakat di daerah kepulauan tersebut.

“Pesannya cuma satu, maunya Bapak jalan-jalanlah ke pulau kami. Biar bisa melihat,” kata seorang warga.

Ia menjelaskan, sebagian jalan di daerah mereka sudah beraspal. Namun, masih ada ruas yang belum tersentuh aspal dan hanya berupa jalan berbatu.

Keterbatasan akses bahkan terasa ketika warga hendak berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Di sejumlah titik penyeberangan yang menghubungkan kecamatan dan desa, masyarakat masih mengandalkan rakit atau perahu kecil bermesin.

Perahu tersebut, menurut penuturannya, dapat digunakan untuk membawa sepeda motor. Akan tetapi, ukurannya kecil dan menjadi bagian dari tantangan mobilitas masyarakat setempat.

Gambaran itu memperlihatkan persoalan yang dihadapi sebagian warga di wilayah kepulauan: jarak yang jauh, infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya memadai, serta kebutuhan transportasi penyeberangan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah seperti ini, pembangunan bukan hanya soal angka pertumbuhan atau panjang jalan yang telah dibangun. Pembangunan juga berarti kemudahan anak-anak pergi ke sekolah, warga mengakses layanan kesehatan, serta keluarga menjalankan kegiatan ekonomi tanpa terhambat sulitnya transportasi.

Karena itu, permintaan mereka agar Jokowi datang ke Simeulue mengandung harapan yang lebih luas daripada sekadar kunjungan seorang tokoh.

Mereka ingin kondisi daerahnya diketahui dan kebutuhan masyarakatnya mendapat perhatian.

Berharap Pesan Sampai kepada Pemerintah

Warga tersebut menyadari bahwa Jokowi kini tidak lagi menjabat sebagai presiden. Namun, mereka berharap perhatian terhadap daerah terpencil tidak berhenti seiring berakhirnya masa jabatan.

Ia bahkan berharap persoalan infrastruktur di Simeulue dapat disampaikan kepada Wakil Presiden yang sedang menjabat, agar kondisi jalan dan akses penyeberangan di wilayah mereka turut menjadi perhatian pemerintah.

“Walaupun Bapak sudah tidak menjabat lagi sebagai presiden, maunya jalan-jalanlah ke pulau kami,” ungkapnya.

Harapan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kebutuhan pembangunan di daerah tidak selalu selesai dalam satu periode pemerintahan. Infrastruktur yang belum memadai tetap membutuhkan perhatian, perencanaan, anggaran, dan koordinasi pemerintah agar masyarakat memperoleh akses pelayanan yang lebih baik.

Simeulue memiliki karakter geografis sebagai wilayah kepulauan. Karena itu, pembangunan jalan, fasilitas penyeberangan, dan konektivitas antardesa menjadi bagian penting untuk mengurangi keterisolasian masyarakat.

Kunjungan langsung pemimpin maupun pejabat pemerintah dapat menjadi salah satu cara untuk mendengar aspirasi warga. Namun, yang lebih menentukan adalah tindak lanjut konkret melalui kebijakan dan program pembangunan sesuai kewenangan pemerintah.

Doa dari Ujung Aceh untuk Jokowi

Menjelang akhir perbincangan, suasana berubah hangat. Warga Simeulue itu menyampaikan doa untuk Jokowi, sosok yang mereka datangi setelah perjalanan panjang dari kampung halaman.

Mereka berharap Jokowi senantiasa sehat, memperoleh rezeki yang baik, dan tetap dapat memberikan perhatian kepada masyarakat di berbagai daerah.

KabarLainnya

Air Mata Haru di Rumah Jokowi, Warga Ungkap Perasaan yang Selama Ini Terpendam

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

“Semoga Bapak sehat selalu. Setelah pulang dari sini semakin sehat, semakin muda, semakin banyak rezeki,” ucapnya, disambut amin.

Mereka juga berharap Simeulue dapat semakin maju dan tidak tertinggal dari daerah-daerah lain di Indonesia.

Di tengah berbagai perdebatan politik nasional, kisah rombongan warga ini menghadirkan potret hubungan antara seorang tokoh publik dan masyarakat yang pernah merasakan program pemerintahannya. Bagi mereka, kedatangan ke Solo bukan semata-mata perjalanan untuk menemui mantan presiden, melainkan kesempatan menyampaikan cerita tentang kehidupan di kampung halaman.

Mereka datang membawa kenangan tentang bantuan sosial yang pernah diterima, sekaligus mengungkapkan kenyataan tentang jalan yang belum beraspal dan penyeberangan yang masih mengandalkan perahu kecil.

Dari Simeulue, perjalanan menuju Solo melewati laut dan daratan yang panjang. Namun, ada satu hal yang ingin mereka bawa agar tidak berhenti di tengah perjalanan: aspirasi masyarakat pulau yang berharap pembangunan menjangkau tempat tinggal mereka.

Sebab bagi warga di wilayah terpencil, perhatian tidak cukup hanya hadir dalam ingatan atau ucapan. Perhatian itu diharapkan menjelma menjadi jalan yang layak, penyeberangan yang aman, serta akses yang membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah.

Dan dari sebuah pertemuan di Solo, warga Simeulue menitipkan harapan sederhana: semoga kampung halaman mereka suatu hari mendapat kunjungan, didengar, dan semakin diperhatikan.***

Add as Preferred Source
Share6Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Budi Arie: Jangan Lawan Anak Muda, Makin Diuji Makin Matang dan Bersinar

Kabar Selanjutnya

Dari Medan hingga Lamongan, Tamu Padati Rumah Jokowi di Solo: Ada yang Histeris, Emak-emak Menangis Haru

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Air Mata Haru di Rumah Jokowi, Warga Ungkap Perasaan yang Selama Ini Terpendam
Kabar Rakyat

Air Mata Haru di Rumah Jokowi, Warga Ungkap Perasaan yang Selama Ini Terpendam

1 November 2026
Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo
Kabar Rakyat

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

30 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Dari Medan hingga Lamongan, Tamu Padati Rumah Jokowi di Solo: Ada yang Histeris, Emak-emak Menangis Haru

Dari Medan hingga Lamongan, Tamu Padati Rumah Jokowi di Solo: Ada yang Histeris, Emak-emak Menangis Haru

Budi Arie: Desakan Gibran Mundur Abaikan Kedaulatan Rakyat, Jangan Menghakimi dengan Kebencian

Budi Arie: Desakan Gibran Mundur Abaikan Kedaulatan Rakyat, Jangan Menghakimi dengan Kebencian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

1 November 2026
Air Mata Haru di Rumah Jokowi, Warga Ungkap Perasaan yang Selama Ini Terpendam

Air Mata Haru di Rumah Jokowi, Warga Ungkap Perasaan yang Selama Ini Terpendam

1 November 2026
PROJO Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026, Kenang Peran Jokowi Menetapkan 22 Oktober

PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

1 November 2026
Sekjen PROJO: Partai Pengusung Prabowo-Gibran Tetap Solid, Polemik Ijazah Gibran Bukan Soal Pilpres 2029

Sekjen PROJO: Hormati Putusan MA Harus Dibaca Sesuai Objek Perkara

31 Oktober 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

Budi Arie Sebut Jokowi Sulit Disingkirkan dari Panggung Politik: Beliau Simbol Rakyat

31 Oktober 2026
Budi Arie Ingatkan Elite Politik: Indonesia Hanya Punya 20 Tahun Menuju Negara Maju

Budi Arie Ingatkan Elite Politik: Indonesia Hanya Punya 20 Tahun Menuju Negara Maju

31 Oktober 2026

TRENDING

  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    553 shares
    Share 221 Tweet 138
  • PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Air Mata Haru di Rumah Jokowi, Warga Ungkap Perasaan yang Selama Ini Terpendam

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Dinamika Digital: Publik Berikan Respons Positif Terhadap Rencana “Turun Gunung” Jokowi

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

    18 shares
    Share 7 Tweet 5

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.