JAKARTA, PROJO.or.id — Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi mengingatkan pentingnya memahami kekuatan generasi muda dalam politik. Menurutnya, anak muda memiliki energi besar, kesempatan panjang, dan ruang untuk terus berkembang menjadi pemimpin masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Budi Arie dalam wawancara di kanal YouTube @sinkosindonesia. Ia menegaskan bahwa proses politik yang keras justru dapat membentuk karakter dan ketangguhan seorang pemimpin.
“Saya selalu bilang, hati-hati ke teman saya. Lu jangan lawan anak muda. Dia punya energi. Jangan sekali-kali lu lawan anak muda,” ujar Budi Arie.
Ia menjelaskan, generasi muda memiliki keunggulan dari sisi waktu dan kesempatan untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinannya.
“Kita makin menua, dia makin bersinar. Dia masih paling muda, belum 40 tahun. Energi politiknya, waktu politiknya masih panjang,” katanya.
Pemimpin Harus Ditempa oleh Proses
Budi Arie menilai seorang pemimpin tidak lahir begitu saja. Kepemimpinan harus melalui proses, ujian, dan pertarungan yang menempa mental serta keteguhan sikap.
“Kalau pemimpin enggak digodok, bukan pemimpin. Biar saja. Semua yang prosesnya keras pasti jadi petarung sejati,” ujarnya.
Menurut Budi Arie, perjalanan politik yang penuh tantangan tidak semestinya membuat seseorang menyerah. Sebaliknya, pengalaman menghadapi kekalahan dan kembali berjuang dapat menjadi bekal penting untuk mematangkan kepemimpinan.
Ia kemudian mencontohkan perjalanan politik Presiden Prabowo Subianto yang berkali-kali mengikuti kontestasi politik sebelum akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.
Budi Arie Kagumi Prabowo sebagai Petarung
Budi Arie mengaku kagum terhadap keteguhan Prabowo yang terus maju meski pernah mengalami kekalahan dalam kontestasi politik.
“Kenapa saya kagum sama Pak Prabowo? Berapa kali dia maju? Lima kali. Dan dia enggak mau nyerah,” kata Budi Arie.
Ia mengingat kembali sikapnya pada Pemilihan Presiden 2024 ketika menyatakan dukungan kepada Prabowo.
“Pada waktu 2024 saya bilang, ‘Saya dukung Bapak, Pak. Bapak ini petarung,’” tuturnya.
Bagi Budi Arie, pengalaman Prabowo memperlihatkan bahwa perjalanan menuju kepemimpinan membutuhkan ketahanan, kesabaran, dan keberanian untuk terus melangkah meski menghadapi kekalahan.
“Semua kan waktu mendewasakan kita. Proses, proses tidak pernah mengkhianati hasilnya,” ujarnya.
Pernyataan Budi Arie menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh usia atau seberapa cepat seseorang mencapai posisi tertentu. Keteguhan menghadapi ujian, kesediaan belajar dari pengalaman, dan kemampuan bertahan dalam proses panjang menjadi bagian penting dalam membentuk seorang pemimpin.
Bagi generasi muda, pesan tersebut menjadi pengingat agar tidak takut menghadapi tantangan. Sementara bagi para pemimpin, generasi muda perlu dipahami sebagai kekuatan yang memiliki energi, kesempatan, dan potensi besar untuk ikut menentukan arah masa depan bangsa.***
Setia di Garis Rakyat.











