• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Budi Arie Pertanyakan Tuduhan terhadap Gibran: Apa yang Dimaksud Cacat Moral?

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
10 Oktober 2026
in Kabar Nasional
Waktu Baca: 4 menit
A A
0
Inilah Hebatnya Gibran. Saat Ada Badai, Dia Tidak Lawan Badainya, tapi Berselancar di Atas Badai Tersebut

Gibran Rakabuming Raka akan menjadi wakil presiden termuda Indonesia. Foto : Getty Images

JAKARTA, PROJO.or.id – Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi mempertanyakan dasar penilaian yang mempersoalkan integritas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam polemik mengenai latar belakang pendidikan dan persyaratan pencalonannya.

Budi Arie mengingatkan pentingnya membedakan persoalan administrasi dan dokumentasi dengan tuduhan yang menyangkut moralitas seseorang. Menurut dia, setiap tuduhan harus dijelaskan secara terang, dengan dasar dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut disampaikan Budi Arie dalam wawancara bersama kanal YouTube Total Politik saat membahas polemik pendidikan Gibran dan gugatan yang berkaitan dengan pencalonannya sebagai wakil presiden.

Dalam pernyataannya, Budi Arie mempertanyakan apa yang sebenarnya dipersoalkan dari perjalanan pendidikan Gibran dan dasar untuk mengaitkannya dengan penilaian moral.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu memahami konteks jalur pendidikan yang ditempuh Gibran, termasuk perbedaan sistem pendidikan di luar negeri dengan sistem pendidikan Indonesia.

KabarLainnya

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

Bagi Budi Arie, persoalan administrasi seharusnya diperiksa berdasarkan dokumen dan ketentuan yang berlaku, bukan langsung ditarik menjadi kesimpulan mengenai karakter atau moral seseorang.

 

View this post on Instagram

 

Persoalan Dokumen Harus Diperiksa Secara Jelas

Budi Arie berpandangan bahwa polemik mengenai pendidikan Gibran perlu dilihat secara proporsional. Ia menyoroti aspek dokumentasi dan administrasi yang menurutnya menjadi bagian penting dari persoalan tersebut.

“Ini menurut saya soal kearsipan aja. Ini politik kearsipan atau dokumen, atau administrasi,” ujar Budi Arie.

Menurut dia, apabila terdapat dokumen yang perlu dilengkapi atau diperjelas, penyelesaiannya harus dilakukan melalui mekanisme yang berlaku.

Pendekatan tersebut, menurut Budi Arie, penting agar perdebatan tidak berkembang menjadi penilaian yang melampaui persoalan yang sebenarnya sedang dipersoalkan.

Namun, persoalan administrasi dan pemenuhan persyaratan pencalonan tetap harus dinilai berdasarkan bukti serta ketentuan hukum yang relevan. Kelengkapan dokumen tidak dapat diasumsikan terpenuhi ataupun tidak terpenuhi tanpa pemeriksaan yang memadai.

Dengan demikian, perdebatan mengenai pendidikan Gibran perlu menempatkan fakta, dokumen, dan aturan sebagai dasar penilaian.

Kritik Harus Berdasarkan Fakta, Bukan Sekadar Label

Pernyataan Budi Arie juga menyoroti pentingnya penggunaan argumentasi yang jelas dalam perdebatan politik. Penilaian seperti persoalan integritas atau moralitas, menurut garis pemikirannya, tidak semestinya dilepaskan dari fakta yang mendasarinya.

Dalam demokrasi, kritik terhadap pejabat publik merupakan bagian yang sah dari pengawasan masyarakat. Wakil presiden maupun pejabat negara lainnya tetap terbuka terhadap kritik, termasuk mengenai latar belakang pendidikan dan pemenuhan persyaratan jabatan.

Namun, kritik yang kuat perlu disertai penjelasan mengenai persoalan yang dipermasalahkan, bukti yang mendukungnya, serta aturan yang dijadikan rujukan.

Sebaliknya, pihak yang membela pejabat publik juga perlu menjawab pertanyaan substantif dengan dokumen dan argumentasi yang dapat diperiksa secara terbuka.

Dengan pendekatan tersebut, perdebatan tidak berhenti pada pertukaran tuduhan, tetapi dapat membantu masyarakat memahami persoalan secara lebih jernih.

Gugatan Hukum dan Penilaian Moral Harus Dibedakan

Polemik mengenai Gibran juga berkaitan dengan gugatan yang mempersoalkan aspek pencalonannya. Dalam konteks ini, penting untuk membedakan proses pengujian hukum dari penilaian politik yang berkembang di ruang publik.

Gugatan merupakan mekanisme yang dapat digunakan untuk menguji suatu persoalan melalui jalur yang tersedia. Pengajuan gugatan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa tuduhan yang diajukan benar. Sebaliknya, keberatan terhadap gugatan juga tidak otomatis menggugurkan substansi persoalan yang perlu diperiksa.

Penilaian akhir harus mengikuti proses yang berlaku dan mempertimbangkan bukti serta ketentuan hukum yang relevan.

Budi Arie sendiri melihat polemik tersebut dalam konteks politik yang lebih luas. Ia menyatakan bahwa Gibran dapat menjadi pintu masuk bagi pertarungan politik yang dampaknya berpotensi meluas hingga menyentuh pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran.

Pandangan tersebut merupakan interpretasi politik Budi Arie. Adapun motif para pihak yang mengajukan gugatan perlu dinilai berdasarkan fakta, bukan semata-mata dugaan.

Menjaga Ruang Demokrasi Tetap Rasional

Bagi PROJO, polemik yang menyangkut pejabat publik perlu disikapi dengan mengedepankan fakta, kepastian hukum, dan penghormatan terhadap proses demokrasi.

Kritik terhadap pejabat negara harus tetap terbuka. Pada saat yang sama, setiap tuduhan perlu memiliki dasar yang jelas agar perdebatan publik tidak terjebak dalam prasangka atau pelabelan.

Persoalan pendidikan Gibran pada akhirnya perlu dijawab melalui pemeriksaan terhadap dokumen, ketentuan yang berlaku, dan proses hukum yang relevan. Penilaian mengenai moralitas seseorang merupakan persoalan berbeda yang tidak semestinya ditetapkan hanya berdasarkan asumsi.

Di tengah dinamika politik nasional, kejelasan argumentasi menjadi penting agar masyarakat dapat membedakan fakta, tuduhan, pembelaan, dan interpretasi politik.

Sebab, dalam demokrasi yang sehat, perdebatan bukan sekadar soal siapa yang paling keras menyampaikan tuduhan atau pembelaan, melainkan siapa yang mampu menjelaskan argumentasinya dengan dasar yang dapat diuji.***

Add as Preferred Source
Share8Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Budi Arie Bongkar Perspektif Politik di Balik Gugatan Gibran: Hanya Pintu Masuk, Targetnya Prabowo-Gibran?

Kabar Selanjutnya

Tribun MotoGP Mandalika Dipadati Warga, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias Penonton

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum
Kabar Nasional

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

2 November 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui
Kabar Nasional

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

1 November 2026
PROJO Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026, Kenang Peran Jokowi Menetapkan 22 Oktober
Kabar Nasional

PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

1 November 2026
Kabar Selanjutnya
Tribun MotoGP Mandalika Dipadati Warga, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias Penonton

Tribun MotoGP Mandalika Dipadati Warga, Jokowi dan Kaesang Disambut Antusias Penonton

Sekjen PROJO: Partai Pengusung Prabowo-Gibran Tetap Solid, Polemik Ijazah Gibran Bukan Soal Pilpres 2029

Sekjen PROJO: Partai Pengusung Prabowo-Gibran Tetap Solid, Polemik Ijazah Gibran Bukan Soal Pilpres 2029

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

3 November 2026
Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

3 November 2026
Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

3 November 2026
Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

3 November 2026

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

3 November 2026
Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Tak Kuat : Ini Bagian dari Dinamika Demokrasi

Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

2 November 2026

TRENDING

  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    576 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

    15 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.