JAKARTA, PROJO.or.id – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat fondasi persatuan. Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa modal utama bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian adalah kerukunan dan kolaborasi.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Presiden ke-7 Jokowi menegaskan bahwa ketangguhan Indonesia di masa depan sangat bergantung pada seberapa kuat seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan.
“Kekuatan terbesar kita sebagai bangsa terletak pada persatuan dan kerukunan untuk berdiri tegak di tengah tantangan zaman,” tulis Jokowi yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina PROJO.
Lebih lanjut, Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak bersama demi melanjutkan warisan perjuangan para pahlawan.
“Mari kita satukan langkah, berkolaborasi untuk meneruskan estafet perjuangan para pendahulu kita. Dengan semangat tersebut kita pasti bisa bangkit, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera. Selamat Hari Kebangkitan Nasional,” lanjutnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Gagasan Kebangkitan di Tengah Tantangan Modern
Dewan Pimpinan Pusat PROJO turut menyampaikan refleksi mendalam mengenai arti penting Harkitnas di era modern.
Sekretaris Jenderal PROJO, Freddy Alex Damanik menyampaikan bahwa sejarah Kebangkitan Nasional yang diinisiasi oleh berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 adalah simbol lahirnya kesadaran nasional modern.
Pada masa itu, tantangannya adalah merebut kemerdekaan dan mendobrak sekat-sekat kedaerahan.
Namun hari ini, tantangan yang dihadapi jauh lebih kompleks. “Secara sejarah, Kebangkitan Nasional adalah titik awal kita menyadari pentingnya menjadi satu bangsa. Hari ini, gagasan kebangkitan itu harus diterjemahkan dalam konteks menghadapi tantangan zaman yang penuh ketidakpastian, mulai dari geopolitik global, disrupsi teknologi, hingga pemulihan ekonomi,” ujar Sekjen PROJO.
Menurutnya, esensi “bangkit” di masa kini bukan lagi melawan penjajah fisik, melainkan bagaimana bangsa Indonesia mampu bersaing di kancah global dan keluar dari berbagai krisis.
Oleh karena itu, PROJO menilai kolaborasi dan keberlanjutan pembangunan adalah kunci utama.
PROJO juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan menyebarkan semangat persatuan ini di tengah masyarakat, memastikan bahwa estafet perjuangan bangsa tetap berjalan di jalur yang benar menuju Indonesia Emas.***











