CIREBON, PROJO.or.id — Gemuruh suara penonton di GOR Ewangga, Kuningan, seketika senyap saat seorang gadis cilik melangkah mantap ke tengah matras.
Wajahnya polos khas anak-anak usia sepuluh tahun, namun begitu sepasang kakinya menapak kokoh dan kedua tangannya memasang kuda-kuda, tatapan matanya berubah tajam menjadi seorang petarung.
Dialah Destriyani Safitri Sathia. Di balik seragam silatnya, tersimpan mental baja yang hari ini berbuah manis.
Siswi kelas 4 SD Negeri Dukuh Semar I Kota Cirebon tersebut sukses menundukkan lawan-lawannya dan keluar sebagai Juara Pertama dalam ajang Ciremai Fest Series 1, sebuah Kejuaraan Pencak Silat Nasional bergengsi yang memperebutkan Piala Kemenpora RI, dengan total hadiah senilai Rp70.000.000 serta hadiah utama sepeda motor.
Keberhasilan Destriyani di turnamen nasional yang berlangsung pada 16–18 Juni 2026 ini bukan sekadar kebanggaan bagi sekolah dan klub tempatnya bernaung.
Lebih dari itu, kebahagiaan mendalam turut dirasakan oleh keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PROJO Kota Cirebon. Destriyani merupakan putri tercinta dari Sri Hayati, salah satu kader militan perempuan PROJO di Kota Udang tersebut.
Komitmen PROJO Mengawal Potensi Anak Kader
Sejak awal melangkah ke medan laga di Kuningan, langkah kaki Destriyani tidaklah sendirian. Doa dan dukungan penuh (full support) mengalir deras dari struktur organisasi.
Bagi PROJO, prestasi Destriyani adalah bukti nyata bahwa anak-anak dari keluarga kader memiliki potensi luar biasa yang wajib dikawal hingga ke puncak tertinggi.
Pengurus DPC PROJO Kota Cirebon, Peter Nobel Bastian, menyampaikan rasa haru sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian fenomenal ini.
“Prestasi yang diraih oleh ananda Destriyani adalah sebuah kebanggaan yang sangat luar biasa bagi kami semua di DPC PROJO Kota Cirebon. Ini adalah bukti nyata bahwa anak dari keluarga kader kita memiliki mental petarung, disiplin, dan potensi yang sangat besar jika diberikan ruang dan dukungan yang tepat,” ujar Peter Nobel Bastian.
Peter juga menegaskan bahwa PROJO Kota Cirebon berkomitmen untuk tidak sekadar bangga di atas kertas, melainkan siap mengawal masa depan sang atlet cilik secara berkelanjutan.
“Kami dari jajaran pengurus akan terus memberikan dukungan penuh, baik moril maupun materil, agar bakat dan prestasi Destriyani tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin memastikan pendekar cilik ini bisa terus berkembang ke kejuaraan-kejuaraan berikutnya, dan menjadi inspirasi besar bagi generasi muda lainnya,” pungkas Peter tegas.
Bagi sang ibu, Sri Hayati, melihat putrinya berdiri di podium tertinggi sembari menggenggam Piala Kemenpora RI adalah bayaran tunai atas segala peluh dan air mata selama latihan.
Di tengah kesibukannya sebagai kader organisasi, Sri selalu memastikan putri kecilnya tetap disiplin membagi waktu antara kewajiban akademis dan kecintaannya pada dunia olahraga.
Pendekar Cilik Multitalenta dengan Mental Juara
Meski baru menginjak usia 10 tahun, lemari piala di rumah Destriyani sudah penuh sesak. Pencak Silat bukanlah satu-satunya panggung tempat ia bersinar.
Pendekar cilik yang dikenal ramah ini adalah seorang atlet multitalenta. Sebelum menyabet Juara 1 di Ciremai Fest 2026, jejak prestasinya di berbagai cabang olahraga sudah sangat mengagumkan:
-
Juara 1 Ciremai Fest Series 1 (Piala Kemenpora RI)
-
Juara 1 Pencak Silat Cirebon Competition
-
Juara 1 Seleksi Kejuaraan Daerah
-
Juara 1 Cirebon Open Usia Dini 1 & 2
-
Juara 1 Liga Atletik
-
Juara 2 Pop Kota Cirebon (Cabang Muaythai)
Ketekunan berlatih di bawah bimbingan pelatih di klub KASPORT membentuk Destriyani menjadi pribadi yang tangguh secara fisik dan matang secara mental.
Di saat anak-anak seusianya menghabiskan waktu luang dengan gawai, ia memilih menempa diri di atas matras, melatih pukulan, tendangan, dan sapuan.
Inspirasi dari Rumah Perjuangan
Kisah sukses Destriyani Safitri Sathia adalah refleksi indah tentang bagaimana kolaborasi antara bakat alami, kedisiplinan anak, didikan keras orang tua, serta kedekatan emosional lingkungan sekitar—seperti yang ditunjukkan oleh DPC PROJO Kota Cirebon—mampu melahirkan seorang juara nasional.
Dari sudut ruang kelas di SD Negeri Dukuh Semar I hingga gemuruh GOR Ewangga Kuningan, Destriyani telah mengirimkan pesan kuat kepada generasi sebayanya: bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mengguncang panggung nasional.
Keluarga besar PROJO di seluruh Indonesia turut mengucapkan selamat atas prestasi gemilang ini.
Semoga medali emas dari Ciremai Fest 2026 ini menjadi batu loncatan bagi Destriyani untuk terus mengharumkan nama keluarga, organisasi, dan bangsa di masa depan.***













