INDRAMAYU, PROJO.or.id – Langkah konkret mendukung target swasembada pangan pemerintahan Prabowo-Gibran terus dipercepat. DPD Projo Jawa Barat resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Sang Hyang Seri (SHS) melalui program penangkaran benih padi yang melibatkan kelompok tani binaan di Jawa Barat.
Sebagai langkah awal, pilot project pertama diluncurkan di wilayah Indramayu, Sabtu (28/3/2026). Kerja sama ini tidak sekadar menanam, tetapi fokus pada kemandirian ketersediaan benih berkualitas tinggi.
Benih Sebagai Hulu Swasembada Pangan
Ketua Projo Jawa Barat, Djoni Suherman, menegaskan bahwa kerja sama dengan PT SHS ini berfokus pada sektor penangkaran karena benih merupakan kunci utama dari seluruh rantai produksi pertanian.
“Kerja sama petani dengan SHS ini adalah penangkaran benih padi. Kita harus sadar bahwa benih padi adalah hulu dari swasembada pangan,” tegas Djoni di sela-sela kegiatannya di Indramayu.
Menurut Djoni, keberhasilan Indonesia mencapai kemandirian pangan sangat ditentukan sejak tahap paling awal, yakni kualitas dan ketersediaan benih padi unggul yang dikuasai secara mandiri oleh bangsa sendiri. Ia menjabarkan tiga alasan mengapa benih menjadi krusial:
- Teknologi tidak akan maksimal jika kualitas benih rendah.
- Penggunaan pupuk tidak akan optimal tanpa daya serap benih yang baik.
- Lahan luas pun tidak akan cukup untuk mengejar target produksi jika benihnya tidak unggul.
Strategi Inpago 13 Fortiz di Lahan Kering
Didampingi pengurus Projo Indramayu, kelompok tani di Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, telah menerima bantuan bibit padi ladang varietas Inpago 13 Fortiz.
Varietas ini dipilih karena ketahanannya terhadap kekeringan (toleran fase vegetatif) dan potensi hasilnya yang mencapai 8,2 ton per hektare. Strategi ini bertujuan meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) di luar lahan sawah irigasi teknis.
Ekspansi ke Lumbung Padi Jawa Barat
Program kedaulatan pangan ini tidak akan berhenti di Indramayu. Djoni memastikan gerakan ini akan menyebar ke titik-titik strategis lainnya di Jawa Barat.
“Ini adalah pilot project yang nantinya akan merambah ke Subang, Karawang, Purwakarta, Majalengka, dan daerah lainnya. Kami ingin petani Jawa Barat meningkat pendapatannya seiring dengan meningkatnya produksi nasional,” tambahnya.
Perwakilan Projo Indramayu, Budi Sumarwan, mengapresiasi sinergi ini. Ia yakin bibit dari PT Sang Hyang Seri akan menjadi solusi bagi produktivitas petani lokal yang selama ini menghadapi tantangan perubahan iklim.***











