JAKARTA, PROJO.or.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menunjukkan sikap responsif dan terbuka dalam menghadapi aspirasi masyarakat. Wapres Gibran secara langsung menemui 15 perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Para mahasiswa yang berasal dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka tersebut diundang langsung untuk berdialog di Istana Wakil Presiden, yang terletak tidak jauh dari lokasi aksi.
PROJO Apresiasi Langkah Cepat Wapres Gibran
Menanggapi langkah taktis tersebut, Sekretaris Jenderal DPP PROJO, Freddy Alex Damanik, memberikan apresiasi tinggi atas sikap yang ditunjukkan oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, tindakan mengundang langsung para mahasiswa ke dalam Istana mencerminkan gaya kepemimpinan yang inklusif dan tidak berjarak dengan rakyat.
“Apa yang dilakukan oleh Mas Wapres Gibran hari ini adalah teladan komunikasi politik yang baik. Pemerintah tidak antikritik, justru membuka pintu Istana lebar-lebar untuk mendengar langsung apa yang menjadi gelisah anak-anak muda kita. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran sangat menghargai nilai-nilai demokrasi dan menempatkan aspirasi rakyat sebagai prioritas,” ujar Freddy Alex Damanik kepada PROJO.or.id.
Freddy juga menambahkan bahwa komitmen Wapres yang mencatat sendiri tuntutan mahasiswa untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal setiap kebijakan agar tetap berpihak pada kepentingan publik.
Dialog Terbuka Lebih dari Satu Jam
Pertemuan hangat tersebut berlangsung selama lebih dari satu jam, dimulai sekitar pukul 18.30 WIB setelah para perwakilan mahasiswa melewati prosedur pemeriksaan keamanan ketat dan pemindaian sinar-X (X-ray).
Usai pertemuan, Wapres Gibran mengantarkan langsung 15 perwakilan mahasiswa tersebut hingga ke teras Istana. Sebelum berpamitan dan melakukan foto bersama, Wapres tampak menyalami para mahasiswa satu per satu sebagai bentuk penghormatan terhadap hak berpendapat generasi muda.
Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M. Abdi Maludin, yang ikut dalam pertemuan tersebut mengapresiasi keterbukaan Wapres. Ia mengungkapkan bahwa Gibran mendengarkan secara saksama dan mencatat langsung poin-poin tuntutan mereka menggunakan buku catatan.
“Bapak Wapres mencatat dengan tangan dan buku catatan, dan akan menyampaikan kepada pimpinan, Presiden Prabowo,” ujar Abdi usai pertemuan di Istana Wapres.
Komitmen Mengawal Kebijakan dan Stabilitas Nasional
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa membawa enam poin tuntutan yang disebut sebagai hasil kajian internal mereka mengenai situasi nasional. Enam tuntutan yang disampaikan kepada Wapres Gibran antara lain:
-
Mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.
-
Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang (UU) Kepolisian RI.
-
Menghentikan militerisme dan menegakkan supremasi sipil.
-
Mendesak langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
-
Menjamin hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
-
Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UBK, Kurnia Arya Satya, mengakui bahwa respons yang diberikan oleh Wapres sangat positif.
“Untuk sejauh ini Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka menyambut kami dengan baik,” kata Kurnia.
Massa Membubarkan Diri dengan Tertib
Setelah hasil dialog disampaikan kembali kepada massa aksi, ratusan mahasiswa mulai membubarkan diri secara bertahap sekitar pukul 19.15 WIB menuju arah Jalan Kebon Sirih.
Seiring dengan membubarkannya massa, aparat kepolisian langsung bergerak cepat membuka barikade jalan di depan BSI Tower, sehingga arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan kembali normal. Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) juga sigap membersihkan sisa-sisa sampah di lokasi agar kenyamanan fasilitas umum tetap terjaga.
Sikap akomodatif yang ditunjukkan Wapres Gibran serta dukungan penuh dari keluarga besar PROJO menegaskan komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran untuk tetap berdiri di atas pilar demokrasi yang mendengarkan kritik, sekaligus bergerak cepat mengonsolidasikan masukan masyarakat demi kemajuan bangsa.***











