MEDAN, PROJO.or.id – Di sebuah sudut sekretariat di Jalan Karya Cilincing No. 39, Medan Barat, rutinitas setiap hari Jumat berlangsung jauh lebih hangat daripada sekadar rapat organisasi. Sore itu, suasana khidmat menyelimuti ruangan. Puluhan anak yatim piatu duduk bersila dengan tertib, menengadahkan tangan dalam doa bersama yang dipimpin oleh para pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PROJO Muda Sumatera Utara.
Bukan tentang politik atau jargon organisasi, Jumat di sekretariat ini adalah tentang berbagi. Pemandangan dalam video dokumentasi yang dirilis DPD PROJO Muda Sumut memperlihatkan momen-momen penuh haru ketika pengurus organisasi menyambut satu per satu anak dengan senyum ramah, menyalurkan santunan tali asih dan paket sembako.
Lebih dari Sekadar Bantuan
Bagi Ketua DPD PROJO Muda Sumut, Irwansyah Hasibuan, inisiatif santunan rutin ini adalah manifestasi dari filosofi organisasi mereka: “Muda Mengabdi Mendunia”. Ia percaya bahwa kepedulian harus dimulai dari lingkungan terdekat, dari pintu ke pintu di sekitar kantor sekretariat.
”Kegiatan ini adalah komitmen kami untuk terus hadir. Santunan setiap Jumat ini adalah cara kami membangun kepedulian kolektif. Ada ikatan batin yang terbangun antara organisasi dan masyarakat ketika kita turun langsung dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang membutuhkan,” ujar Irwansyah di sela-sela kegiatan.
Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana interaksi antara para relawan dan anak-anak tidak berjarak. Anak-anak yang hadir tidak hanya menerima bantuan materi, tetapi juga mendapatkan dukungan moral melalui tausiyah singkat dan suasana kekeluargaan yang dibangun oleh pengurus PROJO Muda. Ada tatapan syukur dan senyum lugu yang terpancar saat mereka menerima bantuan, sebuah pengingat bahwa kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan dampak besar bagi sesama.

Merawat Empati di Generasi Muda
PROJO Muda Sumut bukan sekadar organisasi politik. Melalui program-program seperti santunan Jumat, mereka ingin mendefinisikan ulang peran anak muda dalam masyarakat. Di saat banyak orang hanya fokus pada kompetisi, Projo Muda justru memilih untuk meluangkan waktu merawat empati.
Aksi ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak di Medan bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu momen besar. Keberlanjutan kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika niat baik dikelola dengan konsisten, ia akan menjadi tradisi yang menguatkan karakter sebuah organisasi.
Harapan Irwansyah sederhana namun mendalam; ia ingin semangat berbagi ini menular. Dengan konsistensi yang mereka tunjukkan, DPD PROJO Muda Sumut telah membuktikan bahwa pemuda tidak hanya bicara tentang visi politik, tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam menebar kasih sayang bagi mereka yang membutuhkan di Sumatera Utara.***











