• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Hari Kesaktian Pancasila Diuji di Era Algoritma, PROJO: Persatuan Bangsa Harus Tetap Dijaga

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
1 Oktober 2026
in Kabar Nasional
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Hari Kesaktian Pancasila Diuji di Era Algoritma, PROJO: Persatuan Bangsa Harus Tetap Dijaga

Ilustrasi Pancasila di Era AI dan Media Sosial (Sumber Gambar: Chat GPT/Kumparan.com)

JAKARTA, PROJO.or.id  — Keluarga besar PROJO mengucapkan selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pemersatu bangsa di tengah perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat.

Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) membawa peluang sekaligus tantangan bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, kemajuan teknologi perlu tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan manusia, bangsa, dan negara.

Saat menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie menekankan bahwa pemanfaatan AI harus memperhatikan aspek safety, ethics, dan trustworthy. Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan dimensi kemanusiaan dalam penggunaan teknologi.

“Pemanfaatan AI yang spesifik dan memperhatikan etika AI serta human dimension,” kata Budi Arie dalam keterangan Kementerian Kominfo pada April 2024.

Menurut Budi Arie, perkembangan teknologi tidak boleh berjalan tanpa memperhatikan nilai dan kepentingan masyarakat. Dalam konteks yang lebih luas, ia juga pernah menekankan pentingnya Sovereign AI agar pengembangan kecerdasan artifisial dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional dan memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

“Kita harus memastikan bahwa AI yang kita kembangkan mampu melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional kita,” ujar Budi Arie pada Agustus 2024 lalu.

Pancasila dan Tantangan Algoritma

Di era algoritma, ruang publik mengalami perubahan besar. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, sementara teknologi dapat menentukan jenis informasi yang muncul di hadapan seseorang berdasarkan pola perilaku digitalnya.

Kondisi tersebut membuat nilai-nilai Pancasila semakin penting untuk menjadi pedoman dalam menggunakan teknologi.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh menghilangkan penghormatan terhadap martabat manusia.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan di ruang digital tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan dan perpecahan.

Sementara sila keempat menegaskan pentingnya musyawarah dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Demokrasi tidak cukup hanya dibangun berdasarkan apa yang paling viral, tetapi membutuhkan pertimbangan, dialog, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Sedangkan sila kelima mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat.

Budi Arie sendiri pernah mengajak masyarakat menanamkan nilai luhur bangsa untuk menghadapi penyebaran hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian. Menurutnya, penyalahgunaan media sosial dapat merendahkan martabat sesama anak bangsa dan berpotensi mencederai demokrasi.

Dalam deklarasi Pemilu Damai 2024 di Makassar, Budi Arie juga menyerukan pentingnya mengedepankan informasi berdasarkan fakta, menolak politik identitas dan SARA, serta menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa di tengah perbedaan.

Teknologi Harus Tetap Berpihak pada Manusia

Keluarga besar PROJO memandang tantangan Pancasila di era digital bukan semata-mata persoalan teknologi, melainkan bagaimana manusia menggunakan teknologi tersebut.

Algoritma dapat membantu manusia memperoleh informasi, AI dapat meningkatkan produktivitas, dan teknologi digital dapat membuka berbagai peluang baru. Namun, teknologi tetap membutuhkan manusia sebagai pihak yang menentukan arah penggunaannya.

Karena itu, perkembangan teknologi perlu disertai kemampuan masyarakat untuk berpikir kritis, memeriksa informasi, menghormati perbedaan dan mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan di ruang digital.

Pancasila dapat menjadi kompas agar kemajuan teknologi tidak menjauhkan bangsa Indonesia dari nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial.

Budi Arie juga pernah mendorong pengembangan ekosistem AI Indonesia agar mampu menjadi inovator sekaligus inventor serta memperkuat kemandirian bangsa.

Dalam konteks Hari Kesaktian Pancasila, semangat tersebut dapat ditempatkan dalam satu pesan besar: kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter kebangsaan.

Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya momentum untuk mengingat sejarah, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan kembali bagaimana lima sila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat dituntut tidak mudah terprovokasi. Di tengah perbedaan pilihan dan pendapat, persatuan harus tetap dijaga. Di tengah perkembangan AI dan teknologi digital, martabat manusia harus tetap menjadi pertimbangan utama.

Lima sila tidak cukup hanya dibaca. Lima sila tidak cukup hanya dihafalkan. Pancasila harus dihidupkan dalam cara berpikir, cara berkomunikasi, dan cara mengambil keputusan.

KabarLainnya

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

Pancasila sebagai pemersatu bangsa menjadi fondasi untuk membangun Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026.

Pancasila Pemersatu Bangsa.
Indonesia Berdaulat. Indonesia Adil. Indonesia Makmur.
***

Add as Preferred Source
Share8Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

HUT Gibran, PROJO Tegaskan Semangat Generasi Baru: Terus Bergerak, Terus Mengabdi

Kabar Selanjutnya

Putusan MK dan Bayang-Bayang Krisis Kepercayaan, Sekjen PROJO Freddy Damanik: Hasil Pemilu Harus Dihormati

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum
Kabar Nasional

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

2 November 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui
Kabar Nasional

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

1 November 2026
PROJO Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026, Kenang Peran Jokowi Menetapkan 22 Oktober
Kabar Nasional

PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

1 November 2026
Kabar Selanjutnya
Putusan MK dan Bayang-Bayang Krisis Kepercayaan, Sekjen PROJO Freddy Damanik: Hasil Pemilu Harus Dihormati

Putusan MK dan Bayang-Bayang Krisis Kepercayaan, Sekjen PROJO Freddy Damanik: Hasil Pemilu Harus Dihormati

Gugatan Syarat Ijazah Gibran, Sekjen PROJO Freddy Damanik Ingatkan Bahaya Manipulasi Konstitusi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jangan Terpancing! Belajar dari Filsuf Yunani Kuno tentang Bahaya Framing Politik

Jangan Terpancing! Belajar dari Filsuf Yunani Kuno tentang Bahaya Framing Politik

4 November 2026
Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

3 November 2026
Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

3 November 2026
Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

3 November 2026
Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

3 November 2026

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

3 November 2026

TRENDING

  • Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

    Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Jangan Terpancing! Belajar dari Filsuf Yunani Kuno tentang Bahaya Framing Politik

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • “Aku Juga Nggak Punya Ijazah SMA,” Monic Christian dan Anthony Norman Lianto Buka Fakta Jalur Pendidikan Luar Negeri

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.