JAKARTA, PROJO.or.id — Masyarakat diminta waspada terhadap beredarnya pesan berantai yang mencatut nama PROJO dan Budi Arie Setiadi terkait isu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut akan mengundurkan diri dari jabatannya.
Pesan tersebut beredar dalam bentuk tangkapan layar dan mencantumkan klaim bahwa Gibran akan mengundurkan diri setelah salat Jumat, 9 Oktober 2026. Pesan itu juga mengaitkan pertemuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan Presiden Prabowo Subianto dengan isu pembagian tiga kursi menteri kepada PSI.
Dalam pesan yang beredar, nama “Muni Projo” atau Ketua Umum PROJO Budi Arie disebut bertemu Jokowi dan menyampaikan sejumlah informasi terkait situasi politik setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Namun, pesan tersebut tidak disertai sumber resmi maupun keterangan yang dapat diverifikasi. Pencatutan nama PROJO dan tokoh-tokoh publik dalam pesan berantai patut diwaspadai karena dapat digunakan untuk memberikan kesan seolah-olah informasi tersebut benar.
Klaim mengenai Gibran akan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden maupun isu PSI memperoleh tiga kursi menteri juga tidak boleh langsung dipercaya hanya berdasarkan tangkapan layar atau pesan WhatsApp yang sumbernya tidak jelas.
Masyarakat diimbau tidak ikut menyebarkan pesan tersebut sebelum melakukan verifikasi melalui kanal resmi pemerintah, lembaga negara, maupun pernyataan resmi pihak-pihak yang namanya dicatut.

Jangan Terprovokasi
Beredarnya informasi politik yang tidak jelas sumbernya berpotensi menimbulkan kegaduhan dan membentuk opini publik secara tidak bertanggung jawab.
Karena itu, masyarakat, khususnya jaringan pendukung PROJO, diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang sengaja dirancang untuk memicu keresahan maupun konflik politik.
Setiap informasi mengenai pergantian pejabat negara, pengunduran diri Wakil Presiden, maupun perubahan susunan kabinet memiliki mekanisme dan prosedur ketatanegaraan yang jelas. Informasi penting semacam itu semestinya diumumkan melalui sumber resmi, bukan melalui pesan berantai anonim.
Publik juga diminta tidak meneruskan pesan hanya karena mencantumkan nama tokoh terkenal atau organisasi politik. Nama PROJO, Jokowi, Budi Arie, Prabowo maupun Gibran tidak boleh dijadikan legitimasi untuk membenarkan informasi yang belum terverifikasi.
Tetap Tenang, Cek Sebelum Sebar
Di tengah situasi politik yang dinamis, masyarakat perlu semakin kritis terhadap konten yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan.
Jika menemukan pesan serupa, langkah paling aman adalah berhenti sejenak, cek sumbernya, bandingkan dengan informasi resmi, dan jangan ikut menyebarkannya.
Hoaks politik bukan sekadar informasi keliru. Jika sengaja dibuat untuk memprovokasi, informasi palsu dapat memperkeruh suasana dan memecah masyarakat.
PROJO mengajak publik tetap menjaga ketenangan, menghormati proses konstitusional, serta tidak memberikan ruang bagi informasi palsu untuk memecah persatuan.
Setia di Garis Rakyat, cerdas menangkal hoaks dan tidak mudah terprovokasi.***
![[Tangkal Hoaxs] Beredar Pesan Berantai Nama PROJO dan Budi Arie Dicatut dalam Isu Gibran Mundur](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261008_125627-750x536.jpg)
![[Tangkal Hoax] Flyer Undangan Bahas Pemberhentian Wapres Gibran Catut Nama Yusril](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261027_161812-350x250.jpg)
![[Tangkal Hoaks] Beredar Konten Manipulasi Narji Sebut Jokowi Lebih Hebat dari Nabi Ibrahim](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/07/6a55cf5686ebf-350x250.png)
![[TANGKAL HOAX] Fitnah Keji Targetkan Jokowi Terkait Program MBG, Total Rekayasa!](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/HOAKS-DADANG-1-350x250.webp)







