• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Bukan Sekadar Gerai Sembako, Kopdes Merah Putih Jadi Senjata Baru Kedaulatan Ekonomi Desa

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
31 Mei 2026
in Kabar Nasional
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
Bukan Sekadar Gerai Sembako, Kopdes Merah Putih Jadi Senjata Baru Kedaulatan Ekonomi Desa

​JAKARTA, PROJO.or.id — Kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bukan sekadar gerai sembako atau minimarket baru di tingkat desa. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk merebut kembali kedaulatan ekonomi rakyat dan memutus dominasi kartel ritel modern dan para tengkulak.

​Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPP PROJO, Jarot Trisunuwarso, mengungkapkan bahwa Kopdes Merah Putih mengusung misi besar untuk memotong rantai pasok panjang yang selama ini dikuasai oleh tengkulak. Lewat skema direct sourcing, koperasi desa akan terhubung langsung dengan pabrikan atau prinsipal utama tanpa perantara berlapis.

​”Kopdes Merah Putih adalah ujung tombak baru kita. Ini adalah langkah konkret untuk mengoreksi kegagalan pasar akibat praktik monopoli dan dominasi usaha predator yang selama ini mencekik ekonomi warga desa,” ujar Jarot dalam keterangannya di Jakarta.

​Penyalur Resmi Barang Subsidi

​Selain memotong jalur tengkulak, Kopdes Merah Putih juga didorong untuk mendapat mandat besar sebagai jalur resmi distribusi barang bersubsidi dan kuota pemerintah. Komoditas penting seperti gas LPG 3 kg, beras SPHP, Minyakita, pupuk, benih, hingga obat-obatan diharapkan bisa disalurkan melalui satu pintu ini.

​Langkah ini diambil sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, sekaligus mengacu pada standar efektivitas subsidi menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. “Prinsipnya harus jelas: tepat sasaran, tepat harga, dan tepat kualitas,” tambah Jarot trisunu.

​Uang Desa Tetap di Desa

​Berbeda dengan ritel kapitalistik yang menarik keuntungan ke pusat atau luar negeri, tata kelola Kopdes Merah Putih berbasis 100% kepemilikan warga setempat. Mengadopsi prinsip Koperasi Rochdale, setiap warga bertindak sebagai pemilik, pengawas, sekaligus konsumen dengan asas one member one vote.

​Keuntungan usaha dipastikan tidak akan keluar dari wilayah tersebut, melainkan dikembalikan dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU), pembangunan infrastruktur, dan program sosial desa. Model kelembagaan inklusif ini terbukti mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal (local multiplier effect) hingga 2-3 kali lipat.

KabarLainnya

HSP ke-98, PROJO Ajak Pemuda Perkuat Persatuan Nasional di Tengah Gejolak Geopolitik Dunia

Sekjen PROJO Jelaskan Alasan Relawan Dihadirkan Lebih Dulu dalam Sidang Ijazah Jokowi

Sekjen PROJO: Kehadiran Saksi di Sidang Ijazah Jokowi untuk Buktikan Dakwaan, Bukan Menguji Keaslian Ijazah

​Belajar dari Singapura dan Dunia

​Optimisme ini berkaca pada kesuksesan internasional. Jarot mencontohkan NTUC FairPrice di Singapura yang memulai langkahnya dari koperasi minimarket pada tahun 1973 untuk meredam inflasi. Saat ini, FairPrice berhasil menguasai lebih dari 55% pangsa pasar ritel modern di Singapura, mengalahkan konglomerasi swasta.

​Berdasarkan data International Cooperative Alliance (ICA), kekuatan ekonomi kolektif sejenis bahkan mampu menembus omzet USD 2,4 triliun untuk 300 koperasi terbesar di dunia.

​Untuk memutus rantai tengkulak, 

​Jarot menyadari bahwa gerakan demokratisasi ekonomi melalui semangat UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian ini pasti akan memicu reaksi negatif dari pihak-pihak yang diuntungkan oleh sistem lama.

​”Wajar jika kehadiran Kopdes Merah Putih mulai mengusik kenyamanan para tengkulak yang selama ini menikmati dominasi pasar desa. Namun, sejarah membuktikan bahwa kepemilikan bersama adalah benteng paling efektif bagi rakyat. Kopdes ini bukan sekadar toko, ini adalah alat bagi desa untuk menentukan nasib ekonominya sendiri,” pungkas Ketua Bidang Ekonomi dan UMKM DPP PROJO tersebut.***

Add as Preferred Source
Share28Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Tamu Anak Muda Tak Pernah Putus, Isyarat Generasi Muda Satu Barisan dengan Jokowi

Kabar Selanjutnya

Mengapa Jawa Barat Selalu Jadi “Kunci” Nasib Indonesia?

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

HSP ke-98, PROJO Ajak Pemuda Perkuat Persatuan Nasional di Tengah Gejolak Geopolitik Dunia
Kabar Nasional

HSP ke-98, PROJO Ajak Pemuda Perkuat Persatuan Nasional di Tengah Gejolak Geopolitik Dunia

28 Oktober 2026
Kabar Nasional

Sekjen PROJO Jelaskan Alasan Relawan Dihadirkan Lebih Dulu dalam Sidang Ijazah Jokowi

25 Oktober 2026
Sekjen PROJO: Kehadiran Saksi di Sidang Ijazah Jokowi untuk Buktikan Dakwaan, Bukan Menguji Keaslian Ijazah
Kabar Nasional

Sekjen PROJO: Kehadiran Saksi di Sidang Ijazah Jokowi untuk Buktikan Dakwaan, Bukan Menguji Keaslian Ijazah

24 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Mengapa Jawa Barat Selalu Jadi “Kunci” Nasib Indonesia?

Mengapa Jawa Barat Selalu Jadi "Kunci" Nasib Indonesia?

Hendra Gunawan, Wakil Ketua PROJO Kota Depok dan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi

Ciliwung: Cermin Peradaban Kota

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

28 Oktober 2026
Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

28 Oktober 2026

TRENDING

  • Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

    Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    536 shares
    Share 214 Tweet 134
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • [Tangkal Hoax] Flyer Undangan Bahas Pemberhentian Wapres Gibran Catut Nama Yusril

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pertimbangan Tanpa Amar: Putusan MK Nomor 01/2026 Sesat Yuridis (Legal Fallacy)

    24 shares
    Share 10 Tweet 6

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.