• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Dari Pasar Terapung ke Ekonomi Kreatif: Saatnya Banua Menjual Cerita, Bukan Sekadar Produk

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
5 Juni 2026
in Opini
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Dari Pasar Terapung ke Ekonomi Kreatif: Saatnya Banua Menjual Cerita, Bukan Sekadar Produk

Aulia Abdi, Ketua DPD PROJO Kalimantan Selatan

DI TENGAH derasnya arus digitalisasi dan perubahan pola ekonomi dunia, daerah tidak lagi cukup hanya mengandalkan sumber daya alam. Batu bara, perkebunan, dan berbagai komoditas memang masih menjadi penopang ekonomi daerah.

Namun pengalaman banyak negara menunjukkan bahwa masa depan pertumbuhan justru ditentukan oleh kreativitas manusia, kemampuan berinovasi, dan kekuatan identitas budaya.

Kalimantan Selatan memiliki modal besar untuk itu selama ini, Banua dikenal dengan pasar terapung, sasirangan, kuliner khas, budaya sungai, serta masyarakat yang religius dan ramah. Semua itu sebenarnya bukan sekadar warisan budaya, melainkan aset ekonomi yang nilainya terus meningkat apabila dikelola dengan baik.

Pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar menjual kekuatan tersebut kepada dunia?

KabarLainnya

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

Di era media sosial, wisatawan tidak lagi hanya mencari tempat yang indah. Mereka mencari pengalaman yang unik dan cerita yang berkesan. Orang datang ke suatu daerah bukan hanya untuk membeli barang, tetapi untuk merasakan identitas daerah tersebut.

Karena itu, saya meyakini bahwa masa depan ekonomi Kalimantan Selatan tidak hanya berada di sektor ekstraktif, tetapi juga pada ekonomi kreatif yang berakar pada budaya lokal.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor. Bahkan tema “Kalsel Goes to The World” yang diusung dalam agenda pembangunan ekonomi kreatif menunjukkan optimisme bahwa potensi Banua dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Optimisme tersebut tentu bukan tanpa alasan.

Lihatlah bagaimana sasirangan berkembang dari sekadar kain tradisional menjadi produk fesyen yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Banyak pelaku UMKM muda yang kini mampu memasarkan produknya ke berbagai daerah melalui platform digital.

Produk-produk lokal yang dahulu hanya dikenal di pasar tradisional, kini dapat ditemukan di marketplace nasional bahkan internasional.

Begitu pula dengan kuliner khas Banjar.

Soto Banjar, ketupat kandangan, wadai tradisional, hingga berbagai produk olahan ikan sebenarnya memiliki peluang besar untuk menjadi duta budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Namun ada satu hal yang sering terlupakan.

Keunggulan sebuah daerah tidak hanya terletak pada produknya, tetapi pada cerita di balik produk tersebut.

Orang membeli kopi bukan sekadar karena rasanya.

Mereka membeli cerita tentang petaninya.

Orang membeli kain bukan hanya karena motifnya. Mereka membeli sejarah dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Hal yang sama berlaku bagi Kalimantan Selatan.

Pasar terapung misalnya. Selama ini pasar terapung sering dipromosikan sebagai objek wisata. Padahal lebih dari itu, pasar terapung adalah simbol peradaban sungai yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Ia menggambarkan kemampuan masyarakat Banjar beradaptasi dengan alam sekaligus membangun sistem ekonomi berbasis sungai jauh sebelum hadirnya pusat-pusat perbelanjaan modern.

Tidak mengherankan apabila Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya memperkenalkan budaya pasar terapung kepada masyarakat nasional, termasuk melalui pembangunan dan pengembangan Dermaga Pasar Terapung di TMII sebagai etalase budaya Banua.

Langkah tersebut patut diapresiasi karena memperlihatkan bahwa budaya bukan hanya sesuatu yang harus dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, generasi muda juga memiliki peran yang sangat penting.

Hari ini banyak anak muda Banua yang sukses menjadi konten kreator, desainer, fotografer, pelaku UMKM digital, hingga pengembang berbagai produk kreatif.

Mereka membawa semangat baru bahwa berkarya dari daerah bukan lagi sebuah keterbatasan.

Teknologi telah menghapus banyak batas geografis.

Seseorang yang tinggal di Banjarmasin, Banjarbaru, Hulu Sungai, atau Tanah Bumbu kini memiliki kesempatan yang sama untuk menjangkau pasar nasional bahkan global.

Yang dibutuhkan adalah kreativitas, keberanian mencoba, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Karena itulah pembangunan sumber daya manusia menjadi sangat penting.

Investasi terbesar sebuah daerah bukan hanya pembangunan jalan, jembatan, atau gedung. Investasi terbesar adalah membangun generasi muda yang kreatif, produktif, dan percaya diri terhadap identitas daerahnya sendiri.

Ketika anak muda bangga memakai sasirangan, mempromosikan kuliner Banjar, mengangkat budaya sungai melalui konten digital, atau membangun usaha berbasis kearifan lokal, sesungguhnya mereka sedang menjadi duta pembangunan daerah.

Kabar baiknya, berbagai program penguatan ekonomi kreatif dan UMKM terus berkembang di Kalimantan Selatan. Dukungan terhadap pelaku usaha kreatif, promosi produk daerah, hingga perluasan akses pembiayaan bagi UMKM menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi rakyat sedang tumbuh ke arah yang positif.

Tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mulai dari peningkatan kualitas SDM, akses pasar, literasi digital, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan generasi muda.

Namun saya percaya, Banua memiliki modal sosial yang kuat untuk menghadapi tantangan tersebut.

Masyarakat Kalimantan Selatan sejak dahulu dikenal memiliki semangat gotong royong, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi masa depan.

Sudah saatnya kita melihat budaya bukan sebagai kenangan masa lalu, melainkan sebagai peluang masa depan.

Sudah saatnya kita memahami bahwa kekayaan daerah bukan hanya yang tersimpan di dalam tanah, tetapi juga yang hidup di tengah masyarakat.

Dan sudah saatnya Kalimantan Selatan tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjual cerita, identitas, dan kebanggaan sebagai Banua yang kaya akan budaya.

Karena pada akhirnya, daerah yang mampu memenangkan masa depan bukanlah daerah yang memiliki sumber daya alam paling banyak, melainkan daerah yang mampu mengubah warisan budayanya menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.***

Aulia Abdi, Ketua DPD PROJO Kalimantan Selatan 

Tags: Aulia AbdiKetua DPD PROJO Kalimantan Selatan
Share11Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Belajar Javanese Stoicism dari Jokowi: Cara Elegan Menghadapi Pembenci

Kabar Selanjutnya

Pasca Konferda, Ketua Terpilih DPD PROJO Jabar Djoni Suherman Fokus Susun Kepengurusan Baru dan Konsolidasi Daerah

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris
Opini

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

21 Agustus 2026
Jokowi dan Ketum PROJO Budi Arie Setiadi Sampaikan Pesan Kebangsaan di HUT ke-81 RI: Terus Mengabdi dan Setia di Garis Rakyat
Opini

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

20 Agustus 2026
Opini

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

17 Agustus 2026
Kabar Selanjutnya
Pasca Konferda, Ketua Terpilih DPD PROJO Jabar Djoni Suherman Fokus Susun Kepengurusan Baru dan Konsolidasi Daerah

Pasca Konferda, Ketua Terpilih DPD PROJO Jabar Djoni Suherman Fokus Susun Kepengurusan Baru dan Konsolidasi Daerah

Dari Solo ke Medan, Jokowi Siap Penuhi Tribun Dukung Timnas di Piala AFF U-19

Dari Solo ke Medan, Jokowi Siap Penuhi Tribun Dukung Timnas di Piala AFF U-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

24 Agustus 2026
Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

24 Agustus 2026
HUT ke-12 PROJO, Budi Arie Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Perang terhadap Korupsi

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026

TRENDING

  • Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • HUT ke-12 PROJO, Budi Arie Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Perang terhadap Korupsi

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Presiden Rizky Irmansyah

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

    15 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.