• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Menyoal “Obsesi Politik” Elite Parpol dan Hak Konstitusional Pak Jokowi yang Tak Boleh Diamputasi

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
29 Juni 2026
in Opini
Waktu Baca: 3 menit
A A
0

Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di lapangan Etanol Unit 2, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung disambut ribuan warga lampung

KEPUTUSAN  Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), untuk kembali turun ke tengah masyarakat dalam rangkaian safari nasionalnya di Provinsi Lampung rupanya masih menjadi “hantu” yang menakutkan bagi sebagian elite politik.

Alih-alih melihatnya sebagai hak demokratis seorang warga negara yang sah, sejumlah elite justru meresponsnya dengan sinisme akut, serangan verbal yang tidak elok, hingga tuduhan-tuduhan prematur mengenai Pemilu 2029.

Pernyataan keras Ketua DPP PDIP Guntur Romli yang menyerang aktivitas politik Pak Jokowi di Lampung—bahkan hingga menggunakan diksi yang merendahkan—menunjukkan sebuah anomali dalam kedewasaan berpolitik kita. Fenomena ini memicu pertanyaan mendasar: Mengapa gerak-gerik seorang purnatugas kepala negara begitu dicemaskan, hingga hak-hak sipilnya seolah ingin diamputasi?

KabarLainnya

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

Hak Konstitusional yang Tidak Boleh Hilang Setelah Purnatugas

Sebagaimana yang ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal DPP PROJO, Fredy Alex Damanik, apa yang dilakukan Pak Jokowi hari ini dilindungi sepenuhnya oleh konstitusi. Statusnya sebagai mantan presiden tidak seketika mencabut hak asasinya untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Mendampingi Kaesang Pangarep, mengenakan atribut Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan memberikan suntikan motivasi kepada kader-kader daerah adalah aktivitas politik yang terbuka, legal, dan sangat wajar. Di berbagai negara demokrasi maju, mantan kepala negara lazim menjadi political patron atau penasihat bagi partai politik tertentu. Menjadi aneh ketika di Indonesia, ruang aktualisasi diri ini justru dikooptasi oleh narasi kebencian.

“Kalau Pak Jokowi diam, dipersoalkan. Turun ke masyarakat, dipersoalkan. Bertemu rakyat, dipersoalkan. Memberikan semangat kepada kader partai, juga dipersoalkan. Pertanyaannya sederhana, apakah setelah tidak lagi menjadi Presiden, Pak Jokowi kehilangan hak konstitusionalnya sebagai warga negara?” — Fredy Alex Damanik, Sekjen DPP PROJO

Menolak Politik Prasangka dan Upaya Adu Domba

Tudingan bahwa safari nasional Pak Jokowi di pertengahan tahun 2026 ini adalah “kampanye dini” demi mempersiapkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk Pemilu 2029 terasa sangat dipaksakan. Ini adalah bentuk politik prasangka, bukan politik berbasis fakta. Tahapan pemilu berikutnya bahkan belum dimulai, namun skenario-skenario fiktif sudah dibangun untuk memelihara sentimen negatif.

Lebih jauh lagi, ada bahaya laten yang tersirat dari narasi-narasi menyerang ini, yaitu upaya sistematis untuk mengadu domba antara Presiden Prabowo Subianto dengan Pak Jokowi maupun Mas Wapres Gibran.

Publik hari ini sudah cerdas. Rakyat melihat dengan jelas bagaimana transisi dan kesinambungan pemerintahan berjalan dengan sangat harmonis. Upaya-upaya kecil untuk menciptakan keretakan di dalam koalisi pemerintahan demi syahwat politik kelompok tertentu, jelas tidak akan mendapat tempat di hati rakyat.

Saatnya Introspeksi, Bukan Mencari Kambing Hitam

Ada baiknya sebagian elite parpol yang hari ini sibuk menyerang Pak Jokowi mulai mengubah paradigma komunikasinya. Dinamika naik-turunnya kepercayaan publik terhadap sebuah partai politik tidak ditentukan oleh ke mana arah kaki seorang purnatugas melangkah, melainkan ditentukan oleh seberapa besar kerja nyata parpol tersebut untuk rakyat.

Menjadikan Pak Jokowi sebagai “kambing hitam” atas segala kebuntuan politik internal adalah strategi yang usang. Jika sebuah partai politik yakin dengan akar rumput dan ideologinya, mereka harus berani menghadapi kontestasi secara elegan, tanpa harus merasa terancam oleh aktivitas tokoh atau partai lain.

Sikap PROJO Jelas, kami memilih untuk tidak larut dalam riuh rendah politik permusuhan yang sengaja dipelihara ini. Fokus energi PROJO saat ini adalah tegak lurus mengawal keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran agar program-program kerakyatan dapat terealisasi secara maksimal.

Demokrasi yang matang adalah demokrasi yang menawarkan gagasan, bukan demokrasi yang setiap hari sibuk mengejar bayang-bayang masa lalu. Sudah saatnya kita menyuguhkan politik yang mendidik bagi rakyat Indonesia.

Mengapa PDIP Begitu Reaktif terhadap Gerak-Gerik Pak Jokowi?

Jika dibedah secara mendalam dari kacamata komunikasi politik dan geopolitik nasional, sikap reaktif nan agresif yang ditunjukkan oleh sebagian elite PDIP terhadap gerak-gerik Pak Jokowi bukanlah dinamika biasa. Setidaknya ada tiga faktor utama yang melatarbelakangi mengapa bayang-bayang Pak Jokowi masih memicu kecemasan mendalam bagi mereka:

  • Kecemasan terhadap Jokowi Effect dan Migrasi Basis Massa: PDIP sangat menyadari bahwa sebagian besar pemilih mereka dalam satu dekade terakhir melekat pada kekuatan personal brand Pak Jokowi, khususnya di wilayah rural dan daerah transmigrasi seperti Lampung. Ketika Pak Jokowi secara terbuka mengonsolidasikan massanya di bawah bendera baru, muncul kepanikan laten bahwa basis massa banteng di akar rumput akan bermigrasi secara masif ke PSI menjelang Pemilu 2029.

  • Trauma Politik dan Luka Ideologis yang Belum Pulih: Secara historis, pemecatan formal Pak Jokowi oleh DPP PDIP pada akhir 2024 merupakan puncak keretakan hubungan. Serangan verbal yang menggunakan diksi sinis—seperti mengubah label “petugas partai” menjadi “jongos”—mencerminkan kemarahan ideologis yang belum tuntas atas apa yang mereka persepsikan sebagai pembangkangan politik trah Solo.

  • Ketakutan terhadap Pelembagaan “Jokowisme 2.0”: Langkah awal Pak Jokowi menyisir daerah dibaca oleh PDIP sebagai ancaman eksistensial jangka panjang. Mereka khawatir safari nasional ini akan sukses membangun kemandirian politik penuh bagi trah Jokowi—melalui Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep di PSI—tanpa bergantung pada parpol tradisional besar. Hal inilah yang ditakutkan akan mengunci ruang gerak politik PDIP, baik sebagai kekuatan penyeimbang maupun dalam peta persaingan elektoral masa depan.***

Add as Preferred Source
Share9Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Di Bawah Temaram Lampu Braga: Mengupas Ilusi Kebenaran dan Bisingnya Realita Politik

Kabar Selanjutnya

Tetap Membumi, Jokowi Tepis Jarak di Hadapan Masyarakat Lampung

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Ketika Lapas Menjadi Resort, Hukuman Menjadi Liburan
Opini

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

28 Oktober 2026
Dolar Tembus Rp17.500: Mengapa Rupiah Terus Tertekan Meski Angka Ekonomi Masih Terlihat Bagus?
Opini

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

19 Oktober 2026
Semua Orang Bicara Jokowi: Antara Benci, Cinta, dan Cari Panggung
Opini

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

19 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Tetap Membumi, Jokowi Tepis Jarak di Hadapan Masyarakat Lampung

Tetap Membumi, Jokowi Tepis Jarak di Hadapan Masyarakat Lampung

Bukan Politik, Tokoh Adat Lampung Tegaskan Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau Murni Warisan Budaya

Bukan Politik, Tokoh Adat Lampung Tegaskan Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau Murni Warisan Budaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

30 Oktober 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

30 Oktober 2026
Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

30 Oktober 2026
[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

PROJO: Putusan MA Tak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran, Freddy Alex Damanik Ingatkan Mekanisme Konstitusi

30 Oktober 2026

[ Siaran Pers ] PROJO: Putusan MA soal Suket Penyetaraan Pendidikan Tidak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden

30 Oktober 2026
Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

30 Oktober 2026

TRENDING

  • [SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

    PROJO: Putusan MA Tak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran, Freddy Alex Damanik Ingatkan Mekanisme Konstitusi

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • [ Siaran Pers ] PROJO: Putusan MA soal Suket Penyetaraan Pendidikan Tidak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    16 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.