• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

​”Saya Orang Kampung”: Cara Elegan Jokowi Menurunkan Nada di Tengah Riuh Klaim Politik

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
15 Juni 2026
in Opini
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
​”Saya Orang Kampung”: Cara Elegan Jokowi Menurunkan Nada di Tengah Riuh Klaim Politik

​​DI PANGGUNG politik kita, ada sebuah hukum tidak tertulis yang sering berlaku: jika posisi Anda digugat, tinggikan suara Anda. Tunjukkan angka, ingatkan jasa, dan tegaskan peran agar dunia tahu siapa kita sebenarnya.

​Namun, mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), justru memilih jalan yang sama sekali berbeda ketika menanggapi pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) yang mengatakan : “Kasih Tahu Itu Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!”

​Jokowi merespons santai sentilan JK yang mengungkit peran masa lalu dalam perjalanan politiknya, bahkan tudingan bahwa negara hancur karena kepemimpinannya.

Alih-alih membalas dengan argumen panjang atau pembelaan diri yang berapi-api, Jokowi justru memilih untuk merendah.

​”Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” kata Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026) lalu dikutip dari beberapa media.

​Dan ketika didesak lebih jauh soal tudingan kepemimpinannya, ia hanya berucap pendek, “Yang menilai bukan saya.”

​Di tengah riuh orang yang saling mengklaim jasa dan pengaruh, Jokowi memilih melakukan hal yang tidak populer di kalangan elite: ia mengecilkan dirinya sendiri di depan publik.

​Yang Lain Naikkan Suara, Ia Turunkan Nada

​Melihat sikap tenang ini, kita mungkin jadi paham mengapa sosoknya pernah terasa begitu dekat dengan masyarakat.

​Sebagai rakyat, kita mungkin tidak akan selalu ingat setiap detail kebijakan. Tidak semua keputusan politik yang diambil terasa sempurna di mata semua orang.

KabarLainnya

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

Namun, ada satu hal yang sulit dihapus dari ingatan kolektif bangsa: perasaan bahwa dulu, ada seorang pemimpin yang tidak berbicara dari atas menara gading.

​Saat hari ini ia menyebut dirinya “orang kampung”, itu bukan sekadar kalimat basa-basi politik. Itu terdengar seperti sebuah penutup pelan—sebuah pengingat bahwa dari awal melangkah hingga akhir masa jabatan, ia tidak pernah benar-benar pindah tempat secara mental.

Lewat respons singkat tersebut, Jokowi tampaknya ingin segera menutup polemik yang tidak perlu. Terlebih di saat seperti ini, ketika pemerintah sedang mati-matian berupaya meredam gejolak ekonomi domestik akibat hantaman situasi geopolitik dunia yang kian memanas.

​Sikap diamnya seakan mengirimkan pesan tersirat kepada publik: Sudahlah, terserah apa penilaian orang, yang terpenting saat ini kita sebagai warga negara harus tetap solid mendukung upaya pemerintah menghadapi ketidakpastian global.

​Padahal, Ia Dua Periode di Puncak Kekuasaan

​Ironisnya, pria yang menyebut dirinya “bukan siapa-siapa” ini adalah orang yang dipilih langsung oleh puluhan juta rakyat Indonesia dalam dua kali Pilpres (2014 dan 2019).

Di bawah kendalinya selama 10 tahun, wajah Indonesia berubah lewat visi pembangunan yang tidak lagi Jawa-sentris, melainkan merata dari Aceh hingga Papua.

​Jika ingin berbicara tentang “jasa dan angka”, rekam jejaknya selama satu dekade sebenarnya berbicara sangat keras.

​Rapor Kerja 10 Tahun Jokowi

​Infrastruktur Masif: Membangun 2.700 km jalan tol baru, 6.000 km jalan nasional, 366 ribu km jalan desa, hingga 1,9 juta meter jembatan desa yang menyambung pelosok sunyi.

​Ketahanan Ekonomi: Menjaga pertumbuhan ekonomi stabil di angka \ge 5%, bahkan memacu pertumbuhan di Indonesia Timur (Papua & Maluku \ge 6%, Maluku Utara \ge 20%) dengan inflasi rendah di kisaran 2-3%.

​Kesejahteraan Sosial: Menekan angka kemiskinan ekstrem dari 6,1% menjadi 0,8% di tahun 2024, menurunkan angka stunting dari 37,2% ke 21,5%, serta memangkas pengangguran menjadi 4,8%.

​Krisis & Kedaulatan: Berhasil membawa Indonesia melewati masa-masa sulit pandemi Covid-19 dan berani melawan tekanan global demi kedaulatan sumber daya alam.

​Dan mungkin, satu hal yang paling jarang dibicarakan namun paling nyata: ia berulang kali memilih memaafkan mereka yang memfitnah diri dan keluarganya di ruang publik.

​Ujian Akhir Seorang Pemimpin

​Filsuf besar Yunani Kuno, Aristoteles, pernah menulis sebuah konsep tentang Magnanimity atau kebesaran jiwa. Ia mengatakan:

​”Orang yang berjiwa besar adalah dia yang layak mendapatkan hal-hal besar, namun menganggap remeh hal-hal tersebut.”

​Dalam politik modern yang haus akan pengakuan, sangat mudah bagi seseorang untuk berubah menjadi egois setelah mencicipi kekuasaan. Namun, setelah dua periode berada di puncak tertinggi, setelah semua pelabuhan, bendungan, dan ribuan kilometer jalan selesai dibangun, Jokowi memilih kembali ke rumahnya di Solo sebagai orang yang sama saat ia berangkat dulu.

​Ketika seseorang yang telah mencatatkan namanya dalam sejarah besar bangsa ini ditagih jasanya, lalu ia hanya tersenyum dan berkata, “Saya ini bukan siapa-siapa, saya orang kampung,” ia sebenarnya sedang menunjukkan kelas yang berbeda.

​Sebab pada akhirnya, pemimpin yang kuat tidak perlu berteriak untuk membuktikan dirinya berkuasa. Cukup biarkan hasil kerja yang berbicara, dan biarkan sejarah yang memberikan penilaian paling adil.***

Add as Preferred Source
Tags: Joko WidodoJokowiSaya Ini Orang Kampung
Share10Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Ketika Tersangka Mendadak Menjadi “Whistle Blower”

Kabar Selanjutnya

Lima Isu yang Mendominasi Perbincangan Publik Nasional pada 7-14 Juni 2026

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Ketika Lapas Menjadi Resort, Hukuman Menjadi Liburan
Opini

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

28 Oktober 2026
Dolar Tembus Rp17.500: Mengapa Rupiah Terus Tertekan Meski Angka Ekonomi Masih Terlihat Bagus?
Opini

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

19 Oktober 2026
Semua Orang Bicara Jokowi: Antara Benci, Cinta, dan Cari Panggung
Opini

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

19 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Lima Isu yang Mendominasi Perbincangan Publik Nasional pada 7-14 Juni 2026

Lima Isu yang Mendominasi Perbincangan Publik Nasional pada 7-14 Juni 2026

Respons Cepat! Wapres Gibran Terima 15 Perwakilan Mahasiswa Pendemo di Istana, Catat Langsung Aspirasi untuk Presiden Prabowo

Respons Cepat! Wapres Gibran Terima 15 Perwakilan Mahasiswa Pendemo di Istana, Catat Langsung Aspirasi untuk Presiden Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

28 Oktober 2026
Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

28 Oktober 2026

TRENDING

  • Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

    Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    536 shares
    Share 214 Tweet 134
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • [Tangkal Hoax] Flyer Undangan Bahas Pemberhentian Wapres Gibran Catut Nama Yusril

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pertimbangan Tanpa Amar: Putusan MK Nomor 01/2026 Sesat Yuridis (Legal Fallacy)

    24 shares
    Share 10 Tweet 6

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.