SOLO, PROJO.or.id — Mantan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo terlihat menemui Presiden ke-7 Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, sebelum bertolak ke Jakarta untuk menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Singapura.
Nikolaus mengaku senang dapat kembali bertemu dengan Jokowi. Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan berbagai hal, termasuk pembangunan Papua selama Jokowi menjabat sebagai presiden.
“Senang, bangga. Memang beliau selalu perhatian,” ujar Nikolaus.
Menurut Nikolaus, perhatian Jokowi terhadap Papua bukan sekadar dalam bentuk kebijakan, tetapi diwujudkan melalui pembangunan yang dampaknya dirasakan masyarakat.
“Beliau banyak membangun di Papua. Orang Papua senang,” katanya.
Ketika ditanya mengenai hal yang paling berkesan dari pembangunan era Jokowi di Papua Pegunungan, Nikolaus menyebut persoalan harga barang.
“Salah satunya adalah harga barang yang merata,” ujar Nikolaus.
Ia menilai perubahan tersebut memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Berdampak sekali pada masyarakat,” katanya.
Menembus Batas Papua
Pernyataan Nikolaus tersebut berkaitan dengan salah satu tantangan terbesar pembangunan Papua, yakni kondisi geografis dan biaya logistik yang tinggi.
Pegunungan, jarak antarkawasan yang jauh, serta keterbatasan akses transportasi membuat distribusi barang dan pelayanan dasar menjadi tantangan tersendiri.
Selama pemerintahannya, Jokowi menjadikan pembangunan konektivitas sebagai salah satu agenda penting di Papua. Jalan, jembatan, bandara, pelabuhan dan berbagai infrastruktur transportasi dibangun untuk membuka akses antardaerah.
Dalam catatan PROJO.or.id berjudul “Menembus Batas, Merajut Hati: Kisah Jokowi dan Tanah Papua”, Jokowi disebut telah melakukan 17 kali kunjungan ke Papua selama masa kepemimpinannya.
Kunjungan tersebut tidak hanya menyasar pusat-pusat kota, tetapi juga wilayah dengan medan geografis yang sulit.
Kehadiran langsung presiden di berbagai daerah Papua menjadi bagian dari pendekatan pembangunan yang menempatkan akses masyarakat sebagai salah satu perhatian utama.
Dari Konektivitas hingga BBM Satu Harga
Pembangunan infrastruktur memiliki kaitan erat dengan persoalan harga barang. Semakin baik konektivitas, semakin terbuka pula jalur distribusi kebutuhan masyarakat.
Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian adalah program BBM Satu Harga, yang ditujukan untuk mengurangi disparitas harga bahan bakar di wilayah terpencil dan terluar.
Di Papua, persoalan harga energi sangat berkaitan dengan kondisi geografis dan biaya distribusi. Karena itu, pemerataan harga menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan layanan negara secara lebih merata.
Selain infrastruktur dan energi, pembangunan Papua pada era Jokowi juga mencakup sektor pendidikan, kesehatan serta penguatan ekonomi masyarakat.
Pembangunan fasilitas pelayanan dasar diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan, sementara peningkatan konektivitas membuka peluang lebih besar bagi aktivitas ekonomi lokal.
Ukuran Pembangunan Ada di Kehidupan Warga
Bagi masyarakat Papua Pegunungan, keberhasilan pembangunan tidak selalu diukur melalui besarnya proyek atau panjangnya jalan yang dibangun.
Ukuran yang lebih sederhana justru dapat terlihat dari kehidupan sehari-hari: apakah transportasi semakin mudah, apakah barang kebutuhan lebih mudah diperoleh, dan apakah harga menjadi lebih terjangkau.
Karena itu, kesaksian Nikolaus mengenai harga barang menjadi menarik.
Ia pernah memimpin Papua Pegunungan sebagai Pj Gubernur sehingga memahami secara langsung tantangan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.
“Beliau banyak membangun di Papua. Orang Papua senang,” kata Nikolaus.
Pertemuan di Solo itu pun mempertemukan kembali Jokowi dengan salah satu tokoh yang pernah berada di pemerintahan Papua Pegunungan.
Dari kediamannya di Solo, Jokowi kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk menyaksikan Timnas Indonesia melawan Singapura, sebelum meneruskan agenda perjalanan ke Bandung dan Bekasi.
Di tengah mobilitas tersebut, percakapan dengan Nikolaus kembali membawa satu cerita tentang Papua: pembangunan yang dibicarakan melalui jalan, konektivitas dan distribusi pada akhirnya bermuara pada sesuatu yang paling dekat dengan rakyat—harga kebutuhan hidup yang semakin merata. ***









![[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-24-at-20.27.09-120x86.jpeg)


![[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-24-at-20.27.09-350x250.jpeg)