• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Ini 3 Alasan Projo Jabar Inginkan Gubernur Dipilih DPRD

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
12 Maret 2026
in Kabar Daerah
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
Ini 3 Alasan Projo Jabar Inginkan Gubernur Dipilih DPRD

JAKARTA, PROJO – Wacana perubahan format Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kembali mengemuka di tingkat nasional. Organisasi kemasyarakatan Projo mengusulkan format yang mereka sebut sebagai “jalan tengah”, yakni pemilihan gubernur melalui DPRD, sementara bupati dan wali kota tetap dipilih langsung oleh rakyat.

Usulan tersebut diklaim bukan semata-mata soal efisiensi anggaran, melainkan berangkat dari pertimbangan ideologis dan struktur ketatanegaraan.

Tiga Alasan Struktural Projo

Perwakilan Projo Jawa Barat, Djoni Suherman, memaparkan setidaknya tiga alasan utama mengapa pemilihan gubernur dinilai lebih tepat dilakukan oleh DPRD.

Pertama, status ganda gubernur. Menurut Djoni, gubernur tidak hanya berperan sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Posisi ini dinilai berbeda secara mendasar dengan bupati dan wali kota yang sepenuhnya merupakan kepala daerah otonom.

Kedua, titik berat otonomi daerah. Ia menegaskan bahwa berdasarkan undang-undang, otonomi daerah sejatinya berada di tingkat kabupaten dan kota, bukan di provinsi. Karena itu, legitimasi langsung dari rakyat dianggap lebih relevan untuk kepala daerah di level tersebut.

Ketiga, menjaga keutuhan NKRI. Djoni menilai penguatan otonomi di tingkat provinsi melalui pemilihan langsung berpotensi menimbulkan tafsir federalistik.

“Kalau otonomi provinsi terlalu kuat, ini bisa mengarah pada federalisme. Itu bisa bertentangan dengan UUD 1945 dan prinsip NKRI yang berlandaskan Pancasila. Wacana ini sebenarnya sudah muncul sejak 2010,” ujar Djoni di Jakarta, Kamis (8/1).

KabarLainnya

Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

PROJO Tangsel Apresiasi Hasil Riset HAVARA Institute, Nilai Kepemimpinan Benyamin-Pilar Berada di Jalur Positif

Tak Main-Main, PROJO Aceh Siap Laporkan Dapur MBG Tak Sesuai Standar ke BGN Pusat

Ia juga menepis anggapan bahwa usulan ini didorong semata oleh mahalnya biaya Pilkada. “Justru yang paling mahal itu Pilkada bupati dan wali kota. Jadi alasannya bukan hanya soal anggaran, tapi tiga poin struktural tadi,” katanya.

Budi Arie: Solusi Moderat

Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, menyebut skema tersebut sebagai kompromi yang realistis di tengah kebutuhan stabilitas nasional dan tuntutan demokrasi.

Dalam konsep yang ditawarkan Projo, wilayah dengan kekhususan seperti DKI Jakarta dan DI Yogyakarta tetap dikecualikan.

“Projo memandang ini sebagai solusi moderat. Pemilihan gubernur lewat DPRD bisa memperkuat sinergi eksekutif dan legislatif, sementara kedaulatan rakyat tetap terjaga melalui Pilkada langsung di kabupaten dan kota,” kata Budi Arie dalam rilis persnya.

Demokrasi Tak Sekadar Hitung Biaya

Meski mendukung efisiensi dan penguatan koordinasi pusat-daerah, Budi Arie mengingatkan agar perubahan mekanisme Pilkada tidak menggerus semangat reformasi. Ia menekankan pentingnya memastikan proses di DPRD bebas dari praktik politik transaksional.

Menurutnya, demokrasi tidak boleh direduksi menjadi sekadar perhitungan anggaran negara.

“Kompromi ini harus memperkuat demokrasi Pancasila. Efisiensi memang penting, tapi kegembiraan rakyat jangan dihilangkan. Rakyat tetap berhak bergembira merayakan pesta demokrasi di tingkat kabupaten dan kota,” ujarnya.

Dukungan Partai Koalisi

Wacana perubahan mekanisme Pilkada ini juga mendapat dukungan dari sejumlah partai besar dalam koalisi pemerintah.

  • Gerindra menyatakan mendukung Pilkada melalui DPRD untuk semua tingkat, dengan alasan efisiensi anggaran dan pengurangan polarisasi politik.
  • Golkar, sebagai pengusung awal gagasan ini, menilai Pilkada lewat DPRD merupakan bentuk kedaulatan rakyat yang konstitusional dan siap membahasnya dalam revisi UU Pemilu/Pilkada melalui Omnibus Law Politik pada 2026.
  • PAN mendukung dengan catatan harus ada kesepakatan seluruh fraksi dan tidak memicu gejolak sosial.
  • PKB melalui Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar, menilai Pilkada langsung selama ini “tidak produktif” dan perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Perdebatan soal format Pilkada pun diperkirakan masih akan panjang, seiring tarik-menarik antara efisiensi, stabilitas politik, dan makna kedaulatan rakyat dalam demokrasi Indonesia.***

Share6Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Projo Jatim Hadir Turun Gunung ke Desa Supit Urang, Bantuan Diberikan, Luka Warga Didata, Harapan Dijaga

Kabar Selanjutnya

Projo Muda Bagikan Bantuan Sembako Untuk Warga Yang Terdampak Banjir

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Kabar Daerah

Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

23 Agustus 2026
PROJO Tangsel Apresiasi Hasil Riset HAVARA Institute, Nilai Kepemimpinan Benyamin-Pilar Berada di Jalur Positif
Kabar Daerah

PROJO Tangsel Apresiasi Hasil Riset HAVARA Institute, Nilai Kepemimpinan Benyamin-Pilar Berada di Jalur Positif

20 Agustus 2026
Tak Main-Main, PROJO Aceh Siap Laporkan Dapur MBG Tak Sesuai Standar ke BGN Pusat
Kabar Daerah

Tak Main-Main, PROJO Aceh Siap Laporkan Dapur MBG Tak Sesuai Standar ke BGN Pusat

20 Agustus 2026
Kabar Selanjutnya
Projo Muda Bagikan Bantuan Sembako Untuk Warga Yang Terdampak Banjir

Projo Muda Bagikan Bantuan Sembako Untuk Warga Yang Terdampak Banjir

Projo Muda Sumut Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak Banjir di kota Binjai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PROJO: Maulid Nabi 1448 H Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Berbangsa

25 Agustus 2026

[ Siaran Pers ] PROJO Ajak Publik Sikapi Video Budi Arie Secara Utuh dan Proporsional

25 Agustus 2026

Sekjen PROJO: Pahami Utuh Video Budi Arie, Jangan Terjebak Tafsir dari Potongan Pernyataan

25 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

24 Agustus 2026
Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026

TRENDING

  • [ Siaran Pers ] PROJO Ajak Publik Sikapi Video Budi Arie Secara Utuh dan Proporsional

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • PROJO: Maulid Nabi 1448 H Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Berbangsa

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Sekjen PROJO: Pahami Utuh Video Budi Arie, Jangan Terjebak Tafsir dari Potongan Pernyataan

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

    30 shares
    Share 12 Tweet 8

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.