• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Mengapa Rumah Jokowi Tak Pernah Sepi? Membaca Magnet Sosial Presiden ke-7 Setelah Tak Lagi Berkuasa

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
30 September 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 3 menit
A A
0

SOLO, PROJO.or.id — Rumah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo di kawasan Sumber, Solo, kembali menjadi tempat bertemunya warga dari berbagai daerah. Bahkan setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara, kediaman Jokowi tetap ramai didatangi masyarakat yang ingin bersilaturahmi, bersalaman, hingga mengabadikan momen bersama.

Pemandangan tersebut terlihat pada Rabu (30/9/2026) pagi. Sekitar 100 warga tampak mengantre di depan kediaman Jokowi. Mereka datang dari berbagai daerah dan menunggu giliran untuk dapat masuk ke rumah mantan presiden tersebut.

Suasana antrean relatif teduh. Pepohonan yang tumbuh di sekitar kediaman membuat area depan rumah terasa asri sehingga warga yang menunggu tidak terlalu merasa jenuh.

Pengamanan juga terlihat mengatur antrean agar tetap tertib. Begitu akses untuk menerima tamu dibuka, warga secara bergantian masuk ke kediaman Jokowi.

Pemandangan semacam ini disebut bukan sesuatu yang baru. Antrean warga kerap terjadi ketika Jokowi berada di Solo dan tidak sedang melakukan perjalanan ke luar kota.

Salah satu yang menyaksikan langsung suasana tersebut adalah pengurus DPP PROJO Zulhamedy Syamsi. Saat sedang bertugas di wilayah Solo, Zulhamedy bersama Sekjen Prabowo Mania 08, Agustine Lumban Gaol, menyempatkan diri mampir ke kediaman Jokowi di Sumber.

Zulhamedy mengatakan, apa yang dilihatnya memberikan gambaran mengenai hubungan sosial Jokowi dengan masyarakat setelah tidak lagi berada di Istana.

“Suasananya teduh. Di depan rumah banyak pepohonan, jadi warga yang antre tidak terlalu bosan menunggu,” ujar Zulhamedy.

Menurut dia, yang menarik bukan hanya jumlah warga yang datang, tetapi keberagaman mereka.

Warga datang dengan tujuan sederhana: ingin bertemu, bersalaman, dan berfoto bersama Jokowi.

“Ini bukan hanya warga dari sekitar Solo. Ada yang datang dari berbagai daerah. Bahkan sesekali ada juga tamu dari luar negeri,” katanya.

Pengurus DPP PROJO Zulhamedy Syamsi bersama Sekjen Prabowo Mania 08, Agustine Lumban Gaol

Magnet Jokowi Setelah Tak Lagi Berkuasa

Keramaian di rumah Jokowi menghadirkan pertanyaan sederhana: mengapa setelah tidak lagi menjadi presiden, rumahnya tetap ramai dikunjungi?

Jawabannya tidak selalu harus dikaitkan dengan politik.

Selama dua periode menjadi presiden, Jokowi merupakan salah satu figur publik yang paling dikenal masyarakat Indonesia. Selama satu dekade, masyarakat melihat Jokowi bukan hanya melalui acara kenegaraan, tetapi juga melalui berbagai kunjungan kerja, dialog dengan warga, hingga aktivitas yang memperlihatkan interaksi langsung dengan masyarakat.

Ketika masa jabatan berakhir, ruang perjumpaan itu berubah.

Jika sebelumnya masyarakat bertemu Jokowi dalam kapasitasnya sebagai presiden, kini sebagian warga datang langsung ke kediamannya sebagai tempat silaturahmi.

Bagi sebagian pengunjung, pengalaman tersebut memiliki nilai personal tersendiri.

Mereka rela menunggu sejak pagi untuk mendapatkan kesempatan sederhana: bersalaman, berbicara singkat, atau berfoto bersama.

Fenomena ini juga dapat dilihat sebagai efek dari kedekatan figur publik dengan masyarakat. Ketika seseorang mengetahui bahwa orang lain bisa datang dan mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan Jokowi, pengalaman tersebut dapat mendorong orang lain melakukan hal serupa.

Dari sinilah kemudian muncul fenomena yang oleh sebagian pengamat disebut sebagai semacam “wisata rumah Jokowi”.

KabarLainnya

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

Relasi semacam itu juga pernah dibahas dalam perspektif relasi parasosial, yakni rasa kedekatan yang dirasakan masyarakat terhadap figur publik meskipun hubungan tersebut tidak berlangsung seperti hubungan pribadi biasa.

Namun, antrean warga di rumah Jokowi tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai ukuran dukungan politik. Motif setiap orang yang datang tentu berbeda dan hanya dapat dipastikan berdasarkan keterangan masing-masing pengunjung.

Bukan Hanya Pejabat

Hal lain yang menarik adalah beragamnya latar belakang tamu.

Rumah Jokowi tidak hanya menjadi tempat pejabat atau tokoh politik melakukan silaturahmi. Warga biasa juga datang dengan tujuan yang sederhana.

Bagi mereka, bertemu mantan presiden secara langsung merupakan pengalaman yang mungkin tidak setiap orang dapatkan.

Menurut Zulhamedy, keterbukaan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat kediaman Jokowi tetap ramai.

Siapa pun yang datang, sepanjang diterima dan mendapatkan kesempatan bertemu, dapat merasakan pengalaman yang berbeda dari pertemuan dengan seorang pejabat dalam forum resmi.

“Siapa pun yang datang diterima. Ada pejabat, ada rakyat biasa. Bahkan orang yang sebelumnya punya pandangan kurang baik terhadap Jokowi, setelah bertemu langsung bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda,” kata Zulhamedy.

Pengalaman pertemuan langsung, menurut dia, membuat seseorang dapat melihat sosok Jokowi dari jarak yang berbeda.

Di ruang publik, seorang tokoh politik kerap dikenal melalui pemberitaan, pernyataan politik, potongan video, atau perdebatan di media sosial. Namun, ketika seseorang bertemu langsung, pengalaman yang diperoleh bisa saja berbeda dengan gambaran yang sebelumnya terbentuk.

Dari Istana ke Rumah Rakyat

Ada perubahan menarik dalam posisi Jokowi setelah meninggalkan jabatan presiden.

Dulu, masyarakat mendatangi presiden dalam acara kenegaraan. Kini, sebagian masyarakat justru datang ke rumahnya.

Di titik inilah magnet sosial Jokowi terlihat.

Magnet tersebut bukan semata-mata karena jabatan yang pernah disandangnya. Ia merupakan kombinasi dari popularitas nasional, pengalaman selama 10 tahun sebagai presiden, kedekatan yang dirasakan sebagian masyarakat, akses pertemuan yang relatif terbuka, serta kesempatan mendapatkan pengalaman personal berupa salaman dan foto bersama.

Dan selama Jokowi berada di Solo, rumah di Sumber seolah tetap menjadi ruang perjumpaan.

Antrean sekitar 100 orang pada Rabu pagi itu hanyalah salah satu gambaran.

Di bawah teduh pepohonan di depan rumah, warga menunggu giliran. Tidak ada panggung besar. Tidak ada acara kenegaraan. Tidak ada protokol Istana.

Hanya antrean warga yang ingin bertemu seorang tokoh yang pernah memimpin Indonesia selama satu dekade.

Barangkali, di situlah salah satu penjelasan mengapa rumah Jokowi tetap ramai: ketika jabatan berakhir, hubungan sosial dengan sebagian masyarakat ternyata tidak otomatis ikut berakhir.***

Add as Preferred Source
Share10Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Pengusaha Wedding Jakarta Sowan ke Jokowi, Ucapkan Terima Kasih atas Kebijakan Saat Pandemi

Kabar Selanjutnya

Sekjen PROJO Freddy Damanik: Dalil Pemohon Tak Terbukti, MK Harus Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo
Kabar Rakyat

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

30 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Sekjen PROJO Freddy Damanik: Dalil Pemohon Tak Terbukti, MK Harus Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran

Sekjen PROJO Freddy Damanik: Dalil Pemohon Tak Terbukti, MK Harus Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran

3 Titik yang Bisa Menghentikan Gugatan Gibran di MK, Menurut Sekjen PROJO Freddy Damanik

3 Titik yang Bisa Menghentikan Gugatan Gibran di MK, Menurut Sekjen PROJO Freddy Damanik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

30 Oktober 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

30 Oktober 2026
Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

30 Oktober 2026
[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

PROJO: Putusan MA Tak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran, Freddy Alex Damanik Ingatkan Mekanisme Konstitusi

30 Oktober 2026

[ Siaran Pers ] PROJO: Putusan MA soal Suket Penyetaraan Pendidikan Tidak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden

30 Oktober 2026
Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

30 Oktober 2026

TRENDING

  • [SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa

    PROJO: Putusan MA Tak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran, Freddy Alex Damanik Ingatkan Mekanisme Konstitusi

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • [ Siaran Pers ] PROJO: Putusan MA soal Suket Penyetaraan Pendidikan Tidak Otomatis Batalkan Jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

    14 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.