JAKARTA, PROJO.or.id – Tantowi Yahya memberikan klarifikasi terkait beredarnya video yang menarasikan dirinya menyangkal bahwa Joko Widodo (Jokowi) pernah menunaikan ibadah haji. Tantowi menegaskan, narasi tersebut tidak benar. Ia justru menjadi saksi bahwa Jokowi menunaikan ibadah haji bersama dirinya pada 2003.
Dalam pernyataan klarifikasinya, Tantowi menceritakan bahwa saat menunaikan ibadah haji bersama Jokowi, mantan Presiden RI itu belum menjadi pejabat negara dan masih berprofesi sebagai pedagang.
“Saya naik haji bersama beliau pada tahun 2003. Saya memberikan kesaksian bahwa beliau benar adalah seorang haji,” ujar Tantowi.
Ia mengungkapkan, saat itu Jokowi berangkat bersama sejumlah anggota keluarganya, termasuk ayah, ibu, dan kakak-kakaknya. Mereka bahkan tinggal di bawah satu tenda yang sama di Padang Arafah.
Pengalaman berhaji bersama tersebut menjadi awal persahabatan Tantowi dan Jokowi. Keduanya kemudian terus menjalin komunikasi hingga bertahun-tahun setelahnya.
Tantowi menegaskan, video yang beredar dengan narasi seolah-olah Jokowi tidak pernah menunaikan ibadah haji bertentangan dengan pengalaman yang ia saksikan sendiri.
“Video-video yang beredar yang narasinya seolah Pak Jokowi itu tidak pernah naik haji, dengan ini saya bantah,” tegasnya.
View this post on Instagram
Tegaskan Klarifikasi atas Informasi yang Merugikan
Tantowi menyampaikan klarifikasi tersebut untuk meluruskan informasi yang beredar sekaligus menanggapi narasi yang dinilainya merugikan dirinya. Ia merasa seolah-olah dituduh menyangkal atau meniadakan status haji seseorang.
Menurut Tantowi, hal terpenting yang perlu diketahui masyarakat adalah fakta bahwa dirinya menunaikan ibadah haji bersama Jokowi pada 2003.
Ia juga menyebut pernah beberapa kali melaksanakan ibadah umrah setelah itu. Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut bukan pokok persoalan yang perlu diperdebatkan.
Tantowi berharap klarifikasi yang disampaikannya dapat memberikan penjelasan sejelas-jelasnya kepada masyarakat mengenai peristiwa yang sebenarnya terjadi, sekaligus meluruskan narasi video yang telah beredar.***











