SURAKARTA, PROJO.or.id – Tabir gelap polemik ijazah palsu yang selama ini menyasar Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akhirnya tersingkap sepenuhnya oleh pengakuan para pengkritiknya sendiri. Kali ini, ahli forensik digital Dr. Eng. Rismon Hasiholan Sianipar, S.T., M.T., secara ksatria mendatangi kediaman Jokowi di Sumber, Solo, pada Kamis (12/3/2026) untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Kunjungan ini menandai titik balik penting bagi Rismon yang sebelumnya merupakan salah satu sosok paling vokal meragukan keaslian dokumen pendidikan sang mantan presiden.
“Truth Hurts”: Pengakuan Jujur Sang Ahli
Rismon Sianipar, yang juga merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM), mengakui bahwa setelah melakukan kajian ulang yang mendalam, ia harus menerima fakta bahwa ijazah Jokowi adalah asli.
Pernyataan ini kembali ia tegaskan usai bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Di hadapan media, Rismon mengungkapkan pergolakan batinnya dalam mengungkap kebenaran.
“Wartawan memang butuh kalimat sederhana, iya (ijazah Jokowi) asli. Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, ya, ‘Truth hurts’, kebenaran itu benar menyakitkan,” ujar Rismon. “Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya enggak mau mengungkapkannya dan lebih jujur.”
Rangkaian Rekonsiliasi di Solo
Rismon bukanlah orang pertama yang memilih jalan damai dan mengakui kekeliruan. Dalam catatan hukum, terdapat delapan orang yang sempat berstatus tersangka terkait polemik ijazah ini. Hingga kini, lima di antaranya telah menunjukkan iktikad baik dengan mengunjungi langsung kediaman Jokowi di Solo untuk mengklarifikasi masalah dan meminta maaf.
Berikut adalah daftar tokoh yang telah menempuh langkah rekonsiliasi tersebut:
-
Eggi Sudjana: Advokat senior dan aktivis yang telah dilepaskan dari status tersangka pada awal Januari 2026.
-
Damai Hari Lubis: Aktivis hukum dan advokat yang turut mengikuti langkah Eggi Sudjana untuk mengakhiri polemik.
-
Rizal Fadillah: Tokoh pendidikan dan kader Muhammadiyah Jawa Barat yang berkunjung pada April 2026.
-
Kurnia Tri Royani: Advokat dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).
-
Rismon Sianipar: Ahli forensik digital yang sebelumnya paling getol menyebut foto wisuda Jokowi sebagai hasil rekayasa.
Pelajaran Bagi Demokrasi
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi publik mengenai pentingnya verifikasi data berbasis sains sebelum melemparkan tuduhan ke ruang publik. Rismon, yang dikenal sebagai penulis produktif di Amazon dan programmer, sebelumnya bahkan sempat berkeliling ke Solo, Yogyakarta, hingga lokasi KKN Jokowi di Boyolali untuk mencari celah kesalahan.
Namun, hasil akhir penelitiannya justru memperkuat fakta yang selama ini telah ditegaskan oleh pihak UGM maupun negara. Langkah Jokowi yang menerima para pengkritiknya di rumah pribadinya menunjukkan kedewasaan kepemimpinan dalam merespons fitnah dengan keterbukaan.
Dengan adanya pengakuan dari para ahli dan tokoh pengkritik ini, diharapkan polemik ijazah Jokowi berakhir secara tuntas, memberikan ruang bagi bangsa untuk fokus pada isu-isu pembangunan yang lebih produktif.***










