ENDE/SIKKA, PROJO.or.id — Gelombang Laut Flores dan sengatan terik matahari Nusa Tenggara Timur tak sedikit pun menyurutkan ikatan emosional antara Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, dengan masyarakat pelosok negeri.
Pada Rabu (16/9/2026), kehangatan dan misi kemanusiaan itu kembali terpancar saat Jokowi menempuh perjalanan menuju Pulau Palue, Kabupaten Sikka—sebuah pulau yang tengah berjuang bangkit usai diguncang bencana gempa bumi.
Rangkaian perjalanan diawali dari penerbangan darat yang menempuh rute dari Bandara Frans Seda, Maumere, membelah perbukitan menuju Pelabuhan Ropa di Kabupaten Ende.
Di sepanjang jalan yang dilintasi, barisan warga berdiri setia menanti berjam-jam demi bisa melambaikan tangan dan menyapa mantan kepala negara yang dikenal sangat merakyat tersebut.
Suasana semakin bergelora saat rombongan tiba di Pelabuhan Ropa. Ratusan warga yang telah berkumpul sejak pagi tak sanggup membendung antusiasme mereka hingga sempat ‘menghadang’ lautan kendaraan.
Tanpa ragu, Jokowi turun dari mobil, mengumbar senyum khasnya, serta menyapa dan menjabat tangan warga yang menyambutnya penuh kerinduan.
Usai momen hangat di pelabuhan, Jokowi melangkah menuju dermaga untuk melanjutkan perjalanan laut menyeberangi perairan NTT. Namun, perjalanan menuju Pulau Palue kali ini tidak menggunakan kapal mewah, melainkan sebuah kapal kayu sederhana bernama Kondision.
Deru Mesin Diesel dan Kesederhanaan di Atas Geladak Kayu
Kapal kayu Kondision adalah perahu tradisional yang sehari-hari menjadi urat nadi transportasi warga lokal. Kayu-kayu lambung kapal yang berderit terhantam gelombang, aroma khas minyak diesel, serta kepulan asap mesin menjadi saksi bisu bagaimana seorang tokoh bangsa memilih menyatu dengan alam dan kerakyatan.
Selama hampir satu jam mengarungi perairan terbuka menuju Palue, Jokowi memilih duduk bersandar di bagian belakang kapal. Duduk di bangku kayu sederhana tanpa sekat, ia merasakan langsung ayunan gelombang laut dan cipratan air asin yang sesekali terlempar ke geladak.
Ditemani embusan angin laut yang kencang, suasana cair dan penuh kesederhanaan itu terasa saat Jokowi terlibat perbincangan hangat bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, serta jajaran rombongan lainnya.
Demi memastikan keamanan dan kelancaran pelayaran di laut lepas, dua kapal patroli Polairud Polres Sikka sigap memberikan pengawalan ketat di sisi kiri dan kanan kapal kayu Kondision hingga tiba di tujuan.
Membawa Harapan dan Penguatan Mental Penyintas
Pilihan menggunakan kapal kayu bukan sekadar soal moda transportasi, melainkan sebuah pesan simbolis yang amat kuat.
Perjalanan melintasi laut lepas dengan cara yang sama seperti yang dialami warga sehari-hari merupakan wujud empati mendalam bagi para korban gempa bumi di Pulau Palue.
Bagi para penyintas gempa yang sedang berjuang menata kembali kehidupan di tengah rasa trauma dan keterbatasan akses, kehadiran sosok Jokowi yang rela menyeberangi laut dengan perahu kayu membawa suntikan energi moral yang sangat besar. Kehadirannya menegaskan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menghadapi duka pascabencana.
Ketika kapal kayu Kondision akhirnya perlahan merapat di dermaga Pulau Palue, lambaian tangan warga dari kejauhan menyambut kedatangan sang pemimpin.
Di atas papan-papan kayu bersahaja itu, sebuah tali silaturahmi, kehangatan, dan keteguhan jiwa telah terikat kuat antara Jokowi dan rakyat Nusa Tenggara Timur.***










![[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-24-at-20.27.09-120x86.jpeg)


![[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-24-at-20.27.09-350x250.jpeg)