• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Joget, Cuan, dan Gizi, Drama Persepsi di Balik Program MBG

Bar Bernade Oleh Bar Bernade
24 Maret 2026
in Opini
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
Joget, Cuan, dan Gizi, Drama Persepsi di Balik Program MBG

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai jawaban atas problem gizi nasional kini justru berdiri di atas panggung penuh paradoks. Ia seperti janji besar yang belum sepenuhnya menemukan nadanya.

Kasus Hendrik Irawan menjadi percikan yang menyulut perhatian publik. Video jogetnya yang viral, diduga sebagai ekspresi syukur atas penghasilan Rp6 juta per hari, bukan sekadar konten ringan.

Ia berubah menjadi simbol. Simbol tentang bagaimana sebuah kebijakan publik bisa dipersepsi sangat berbeda, tergantung dari mana publik memandangnya.

Sisi Mitra: Transparansi yang Tergelincir Waktu

Dari sudut pandang Hendrik, tidak ada yang sepenuhnya keliru. Angka Rp6 juta perhari itu merujuk pada skema dalam Petunjuk Teknis (Juknis), yang memang membuka ruang bagi mitra untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam logika bisnis yang sehat, ini wajar. Bahkan bisa dibaca sebagai indikator bahwa program ini menggerakkan ekonomi lokal.

Ada kebanggaan yang terselip di sana. Bahwa ia bukan sekadar pelaku usaha, tetapi bagian dari ekosistem kebijakan strategis negara.

Namun di titik ini, persoalannya bukan lagi soal benar atau salah secara administratif, melainkan soal rasa. Transparansi yang kehilangan momentum bisa berubah menjadi bumerang persepsi.

Sisi Publik: Ketika Simbol Lebih Keras dari Angka

Di ruang publik, terutama media sosial, logika bekerja dengan cara yang berbeda. Ia tidak hanya mengolah data, tetapi juga emosi.

Video joget itu, dalam konteks program yang masih menghadapi banyak kritik, terasa seperti nada yang sumbang di tengah orkestra yang belum selesai disetel.

Bagi banyak orang tua, terutama mereka yang setiap hari memeriksa isi kotak makan anaknya, video tersebut bukan hiburan.

Ia menjelma ironi. Ada jarak yang terasa ganjil antara klaim keberhasilan di satu sisi dan pengalaman sehari-hari di sisi lain.

Kualitas Menu vs Nafsu Margin

Gelombang kritik yang muncul bukan tanpa dasar. Di berbagai platform, testimoni bermunculan, membentuk semacam audit sosial yang spontan:

  • Kualitas bahan yang dipertanyakan, dari sayuran yang tampak tidak segar hingga tekstur nasi yang kurang layak konsumsi.
  • Porsi protein yang dianggap belum mencerminkan standar gizi ideal.
  • Kekhawatiran bahwa orientasi keuntungan mulai menggeser prioritas utama program.
  • Dan yang paling mengkhawatirkan, munculnya kasus keracunan makanan di beberapa daerah yang menjadi alarm keras bagi tata kelola program.

Di titik ini, MBG tidak lagi sekadar program distribusi makanan. Ia menjadi cermin tentang bagaimana negara mengelola kepercayaan publik.

Secara konsep, MBG adalah kebijakan yang tidak terbantahkan urgensinya. Ia menyentuh fondasi masa depan: kesehatan dan kualitas generasi berikutnya.

Namun justru karena itu, standar etik dan sensitivitas publik yang melekat padanya jauh lebih tinggi dibanding program biasa.

Ketika seorang mitra yang diduga terlihat merayakan keuntungan di ruang publik, sementara kualitas layanan masih dipertanyakan, yang muncul bukan apresiasi, melainkan retakan kepercayaan.

Bukan karena publik anti terhadap keuntungan, tetapi karena ada ekspektasi moral yang menyertai program ini.

Pemerintah dan para mitra perlu menyadari satu hal mendasar: ini bukan sekadar bisnis katering dalam skala besar. Ini adalah mandat sosial.

Di meja makan anak-anak, yang dipertaruhkan bukan hanya angka dalam juknis, tetapi masa depan yang sedang dibentuk perlahan.

Maka empati tidak bisa menjadi pelengkap. Ia harus hadir sejajar dengan efisiensi, akuntabilitas, dan keuntungan.

Sebab dalam kebijakan publik, persepsi bukan sekadar bayangan. Ia adalah realitas yang menentukan apakah sebuah program akan dipercaya, atau perlahan ditinggalkan.***

Tags: Joget MBGJoget SPPGMakan Bergizi Gratis
ShareSend
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Seri 7 – Tarif, Kuota, dan Realitas Baru Perdagangan Indonesia–Amerika

Kabar Selanjutnya

Sowan ke Solo, Budi Arie Bawa Pesan Jokowi: Kawal Program Prabowo-Gibran Melalui Projo

Bar Bernade

Bar Bernade

Penulis : Sekretaris Projo Jawa Barat, Peneliti di Lingkar Studi Informasi & Demokrasi [eLSID]

KabarTerkait

Narasi Ketakutan, Ajakan Persatuan, dan Ujian Kedewasaan Bangsa
Opini

Narasi Ketakutan, Ajakan Persatuan, dan Ujian Kedewasaan Bangsa

8 April 2026
Amsal Sitepu: Ketika Kreativitas Diadili, dan Akal Sehat Ikut Dipenjara
Opini

Amsal Sitepu: Ketika Kreativitas Diadili, dan Akal Sehat Ikut Dipenjara

2 April 2026
Dunia Gelap, Indonesia Tetap Menyala: Mengapa Kita Harus Optimis di Tengah Badai Energi?
Opini

Dunia Gelap, Indonesia Tetap Menyala: Mengapa Kita Harus Optimis di Tengah Badai Energi?

31 Maret 2026
Kabar Selanjutnya
Sowan ke Solo, Budi Arie Bawa Pesan Jokowi: Kawal Program Prabowo-Gibran Melalui Projo

Sowan ke Solo, Budi Arie Bawa Pesan Jokowi: Kawal Program Prabowo-Gibran Melalui Projo

Sambangi Kediaman Jokowi di Solo, Budi Arie Laporkan Agenda Konsolidasi Nasional PROJO

Sambangi Kediaman Jokowi di Solo, Budi Arie Laporkan Agenda Konsolidasi Nasional PROJO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Social Media PROJO

TRENDING

  • Projo Tolak Restorative Justice Rismon Sianipar, Freddy Damanik: Ini Kejahatan Serius, Bukan Sekadar Konflik Pribadi!

    PROJO Soroti Praktik ‘Forum Shopping’ Penggugat Ijazah: Strategi Gagal Tanpa Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia dan Menhan ke AS, PROJO: Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jawab Kegelisahan Jusuf Kalla, Sekjen PROJO Desak Kasus Ijazah Segera Disidangkan: “Buktikan di Pengadilan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program MBG Harus Tepat Kalori dan Jujur Secara Biaya, Kenyang Saja Tidak Cukup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Krisis Energi Asia: Ketua Projo Garut  Sebut Resiliensi Indonesia Luar Biasa, Ajak Gerakan Hemat Energi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie Lantik H. Muhamad Sholeh Jadi Ketua DPD PROJO Jatim 2026-2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie: Projo Harus Transformasi Menjadi Gerakan Rakyat!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia dan Menhan ke AS, PROJO: Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar
Kabar Nasional

Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia dan Menhan ke AS, PROJO: Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar

Oleh Tim Redaksi
15 April 2026
0

​JAKARTA, PROJO.or.id – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang memaksa dunia mengkalkulasi ulang kekuatan militer,...

Selengkapnya
Projo Tolak Restorative Justice Rismon Sianipar, Freddy Damanik: Ini Kejahatan Serius, Bukan Sekadar Konflik Pribadi!

PROJO Soroti Praktik ‘Forum Shopping’ Penggugat Ijazah: Strategi Gagal Tanpa Bukti

15 April 2026
Tancap Gas! PROJO Jatim Targetkan Struktur Hingga Desa Rampung dalam 100 Hari

Tancap Gas! PROJO Jatim Targetkan Struktur Hingga Desa Rampung dalam 100 Hari

13 April 2026
Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie Lantik H. Muhamad Sholeh Jadi Ketua DPD PROJO Jatim 2026-2031

Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie Lantik H. Muhamad Sholeh Jadi Ketua DPD PROJO Jatim 2026-2031

12 April 2026

Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie: Projo Harus Transformasi Menjadi Gerakan Rakyat!

12 April 2026

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.