SOLO, PROJO.or.id – Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Rabu (25/3/2026).
Selain untuk bersilaturahmi, kunjungan tersebut bertujuan untuk melaporkan berbagai agenda strategis organisasi ke depan.
Loyalitas Penuh Terkait Polemik Ijazah
Dalam pertemuan tersebut, Budi Arie sempat menanggapi perubahan sikap Rismon Hasiholan Sianipar yang akhirnya mengakui keaslian ijazah Jokowi dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Sebelumnya, Rismon merupakan salah satu pihak yang gencar melontarkan tuduhan bahwa ijazah tersebut palsu.
Budi Arie menegaskan bahwa PROJO memberikan dukungan penuh terhadap langkah apa pun yang akan diambil oleh Jokowi dalam menyikapi persoalan tersebut, termasuk jika ada keputusan untuk menempuh jalur hukum.
“Kita dukung apa pun keputusan Pak Jokowi (terkait Rismon). Walaupun secara hukum ada hitung-hitungannya, sikap kita selalu ikut arahan Pak Jokowi,” tegas Budi Arie kepada awak media.
Lihat postingan ini di Instagram
Persiapan Konferda dan Konfercab Serentak
Selain membahas isu-isu terkini, kedatangan Budi Arie bertujuan untuk melaporkan progres konsolidasi internal PROJO.
Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, organisasi relawan terbesar di Indonesia ini akan menggelar rangkaian Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercap) di seluruh penjuru tanah air.
“Kita konsolidasi, tadi sudah laporan ke Bapak. Dalam waktu dekat kita akan bikin Konferda dan Konfercap di seluruh Indonesia. Kita lakukan konsolidasi total,” ujarnya.

Tanggapi Isu “Tembok Ratapan Solo”
Budi Arie juga memberikan komentar terkait viralnya penandaan rumah Jokowi di Google Maps dengan sebutan “Tembok Ratapan Solo”.
Menanggapi hal itu, ia mengimbau agar publik tidak perlu membesarkan masalah tersebut dan justru melihatnya dari sisi positif sebagai bukti kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.
“Enggaklah, jangan terlalu (dibesar-besarkan). Ini bagian dari Pak Jokowi sebagai pemimpin rakyat. Sampai saat ini Pak Jokowi adalah pemimpin yang bisa diakses oleh rakyat, harus positif dong,” jelas Budi.
Ia menambahkan bahwa aksesibilitas tersebut merupakan kunci keberhasilan kepemimpinan Jokowi. “Gimana mau berhasil kalau tidak pernah mendengar keluhan-keluhan rakyat dan kondisi kenyataan di masyarakat. Kan rakyat bisa menyampaikan keluhan,” pungkasnya.***










