• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Teror di Balik Seragam: Ujian Supremasi Sipil dan Wibawa Negara

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
26 Maret 2026
in Opini
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Teror di Balik Seragam: Ujian Supremasi Sipil dan Wibawa Negara

Karl Sibarani, Ketua Bidang Sosial Budaya - DPP Projo

PERISTIWA penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ia adalah alarm keras bagi demokrasi kita, sebuah peringatan bahwa kekerasan terhadap warga sipil, apalagi oleh oknum aparat negara, masih menjadi bayang-bayang yang belum sepenuhnya sirna dari republik ini.

Ketika Prabowo Subianto menyebut tindakan tersebut sebagai terorisme, publik tentu berharap pernyataan itu tidak berhenti sebagai retorika politik.

Sebab, terorisme bukan hanya soal motif ideologis atau jaringan ekstrem, tetapi juga soal metode: menebar ketakutan, melumpuhkan keberanian sipil, dan menciptakan efek gentar di ruang publik. Dalam konteks ini, serangan terhadap Andrie Yunus jelas memenuhi unsur tersebut.

Namun, persoalan utama bukan hanya pada tindakan itu sendiri, melainkan pada siapa yang diduga melakukannya: personel Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.

Jika dugaan ini terbukti, maka kita sedang berhadapan dengan problem serius – penyalahgunaan kewenangan oleh institusi yang seharusnya bekerja dalam senyap demi menjaga keamanan negara, bukan mencederai warga sipil.

Di sinilah letak krisisnya: ketika instrumen negara yang diberi mandat untuk melindungi justru berbalik menjadi ancaman.

Supremasi Hukum di Persimpangan

Kasus ini kembali membuka perdebatan lama tentang dualisme sistem peradilan militer dan sipil. Desakan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) agar para pelaku diadili di peradilan umum bukan tanpa alasan.

Kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil, di ruang publik, dengan dampak yang luas, semestinya diproses dalam sistem hukum yang transparan dan dapat diawasi publik.

Jika proses hukum hanya berhenti di ranah internal militer, publik akan kembali dihadapkan pada pertanyaan klasik: apakah keadilan benar-benar ditegakkan, atau sekadar diselesaikan?

Kepercayaan publik terhadap institusi negara sangat ditentukan oleh keterbukaan dan akuntabilitas. Dalam kasus seperti ini, keadilan tidak cukup hanya dilakukan – ia harus terlihat dilakukan.

Evaluasi Institusional: Sebuah Keniscayaan

Pernyataan dari LBH Jakarta yang meminta evaluasi terhadap Bais, bahkan hingga level Menteri Pertahanan dan Panglima TNI, bukanlah sikap berlebihan. Justru di situlah esensi kontrol sipil dalam negara demokrasi: tidak ada institusi yang kebal dari evaluasi.

Intelijen militer memiliki peran strategis, tetapi juga sangat rentan disalahgunakan jika tidak diawasi dengan ketat.

Ketika operasi intelijen bergeser dari pengumpulan informasi menjadi tindakan represif terhadap warga sipil, maka garis batas antara keamanan dan pelanggaran HAM telah dilampaui.

Kasus ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap mekanisme kerja intelijen militer, mulai dari rantai komando, prosedur operasi, hingga sistem pengawasan internal.

Negara Tidak Boleh Gagal Melindungi

Kondisi Andrie Yunus yang mengalami kerusakan kornea dan luka bakar serius adalah tragedi kemanusiaan. Namun lebih dari itu, ia adalah simbol dari rapuhnya perlindungan terhadap aktivis dan pembela HAM di Indonesia.

Jika seorang aktivis bisa diserang secara brutal di ibu kota negara, maka pesan yang tersirat sangat jelas: ruang aman bagi kritik semakin menyempit.

Padahal, demokrasi justru hidup dari kritik.

Negara yang sehat bukanlah negara yang membungkam suara berbeda, melainkan yang mampu mengelola perbedaan tanpa kekerasan.

TGPF: Jalan Tengah yang Mendesak

Usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) patut dipertimbangkan secara serius. TGPF bukan hanya alat investigasi, tetapi juga simbol komitmen negara terhadap transparansi.

Dengan melibatkan unsur masyarakat sipil, proses pengungkapan fakta akan lebih kredibel dan mengurangi potensi konflik kepentingan.

Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa kasus-kasus besar yang melibatkan aparat negara sering kali mandek atau kabur jika tidak ada tekanan publik dan mekanisme independen.

Ujian Kepemimpinan dan Demokrasi

Kasus ini adalah ujian bagi pemerintahan Prabowo Subianto: apakah negara benar-benar berpihak pada keadilan, atau justru melindungi institusinya sendiri?

Lebih luas lagi, ini adalah ujian bagi demokrasi Indonesia. Apakah kita masih memegang teguh prinsip supremasi sipil, atau perlahan kembali pada pola lama di mana kekuasaan berada di atas hukum?

Sejarah akan mencatat bagaimana negara merespons peristiwa ini. Dan publik, seperti biasa, tidak hanya menunggu – mereka menilai.

Karena dalam negara demokrasi, kekuasaan sejati bukan berada di tangan senjata, melainkan pada kepercayaan rakyat.***

Karl Sibarani, Ketua Bidang Sosial Budaya DPP Projo

Tags: Penyerangan Andrie Yunus KontraS
ShareSend
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Sambangi Kediaman Jokowi di Solo, Budi Arie Laporkan Agenda Konsolidasi Nasional PROJO

Kabar Selanjutnya

PROJO: Manunggalnya Negeri dan Rakyat di Tengah Prahara Global

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Narasi Ketakutan, Ajakan Persatuan, dan Ujian Kedewasaan Bangsa
Opini

Narasi Ketakutan, Ajakan Persatuan, dan Ujian Kedewasaan Bangsa

8 April 2026
Amsal Sitepu: Ketika Kreativitas Diadili, dan Akal Sehat Ikut Dipenjara
Opini

Amsal Sitepu: Ketika Kreativitas Diadili, dan Akal Sehat Ikut Dipenjara

2 April 2026
Dunia Gelap, Indonesia Tetap Menyala: Mengapa Kita Harus Optimis di Tengah Badai Energi?
Opini

Dunia Gelap, Indonesia Tetap Menyala: Mengapa Kita Harus Optimis di Tengah Badai Energi?

31 Maret 2026
Kabar Selanjutnya
PROJO: Manunggalnya Negeri dan Rakyat di Tengah Prahara Global

PROJO: Manunggalnya Negeri dan Rakyat di Tengah Prahara Global

Projo Jabar Gandeng PT Sang Hyang Seri, Genjot Swasembada Pangan Lewat Penangkaran Benih di Indramayu

Projo Jabar Gandeng PT Sang Hyang Seri, Genjot Swasembada Pangan Lewat Penangkaran Benih di Indramayu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Social Media PROJO

TRENDING

  • Projo Tolak Restorative Justice Rismon Sianipar, Freddy Damanik: Ini Kejahatan Serius, Bukan Sekadar Konflik Pribadi!

    PROJO Soroti Praktik ‘Forum Shopping’ Penggugat Ijazah: Strategi Gagal Tanpa Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia dan Menhan ke AS, PROJO: Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jawab Kegelisahan Jusuf Kalla, Sekjen PROJO Desak Kasus Ijazah Segera Disidangkan: “Buktikan di Pengadilan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program MBG Harus Tepat Kalori dan Jujur Secara Biaya, Kenyang Saja Tidak Cukup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Krisis Energi Asia: Ketua Projo Garut  Sebut Resiliensi Indonesia Luar Biasa, Ajak Gerakan Hemat Energi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie Lantik H. Muhamad Sholeh Jadi Ketua DPD PROJO Jatim 2026-2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie: Projo Harus Transformasi Menjadi Gerakan Rakyat!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia dan Menhan ke AS, PROJO: Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar
Kabar Nasional

Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia dan Menhan ke AS, PROJO: Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar

Oleh Tim Redaksi
15 April 2026
0

​JAKARTA, PROJO.or.id – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang memaksa dunia mengkalkulasi ulang kekuatan militer,...

Selengkapnya
Projo Tolak Restorative Justice Rismon Sianipar, Freddy Damanik: Ini Kejahatan Serius, Bukan Sekadar Konflik Pribadi!

PROJO Soroti Praktik ‘Forum Shopping’ Penggugat Ijazah: Strategi Gagal Tanpa Bukti

15 April 2026
Tancap Gas! PROJO Jatim Targetkan Struktur Hingga Desa Rampung dalam 100 Hari

Tancap Gas! PROJO Jatim Targetkan Struktur Hingga Desa Rampung dalam 100 Hari

13 April 2026
Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie Lantik H. Muhamad Sholeh Jadi Ketua DPD PROJO Jatim 2026-2031

Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie Lantik H. Muhamad Sholeh Jadi Ketua DPD PROJO Jatim 2026-2031

12 April 2026

Buka Konferda Projo Jatim di Malang, Budi Arie: Projo Harus Transformasi Menjadi Gerakan Rakyat!

12 April 2026

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.